
Axe dan Flo sudah sampai di Pulau Borgia, mereka segera mendatangi Keenan di kepolisian setempat.
"Nona!" seru Bella saat melihat Flo datang. Dia berada di kantor polisi sebagai saksi.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Flo yang sudah melihat video viral mengenai adiknya.
"Tidak apa-apa, hanya saja keluarga dan managerku memintaku untuk pulang," jelas Bella.
"Aku dan suamiku yang akan mengurus semuanya, kau bisa pulang. Dan maafkan atas sikap adikku!" ucap Flo meminta maaf untuk Keenan.
Sebenarnya Bella sakit hati akan perlakuan Keenan yang menyiramnya dengan cocktail tapi karena dia tahu alasan Keenan berbuat seperti itu, dia tidak akan mengungkitnya lagi.
Di sebuah ruangan, Keenan termenung seorang diri. Wajahnya yang babak belur sudah diobati, rasa sakit itu bahkan tidak sebanding dengan dia yang menerima kenyataan bahwa Tessa pergi tanpa berpamitan padanya.
Padahal dia sudah berharap Tessa akan datang dan marah-marah padanya seperti biasa.
"Kee..." panggil Flo saat masuk ke ruangan itu.
Keenan hanya melirik sebentar kakaknya kemudian dia menundukkan wajahnya.
"Ayo pulang! Axe sudah menangani semuanya!" ajak Flo yang tidak mau memarahi atau mengadili adiknya. "Kita menginap dulu, besok baru kita berangkat dengan penerbangan pertama!"
Flo memaksa Keenan berdiri dan mereka keluar dari ruangan tahanan. Mereka kemudian menuju penginapan di mana Keenan sebelumnya menginap.
"Istirahatlah, wajahmu sungguh mengerikan," ucap Flo setelah mengantar Keenan ke kamarnya.
Keenan yang sudah kehilangan gairah hidupnya menurut, dia tidak sabar untuk pulang dan menemui Tessa. Dia harus meminta kejelasan pada gadis itu.
"Berani-beraninya setelah membuatku seperti ini, kau pergi tanpa berpamitan padaku," geram Keenan menahan kekesalannya.
Di kamar lain, Axe terlihat berdiri di balkon dan memandangi pulau Borgia. Dia merasa tempat itu cocok untuk berbulan madu, sepertinya dia harus menahan Flo untuk beberapa hari ke depan.
__ADS_1
"Axe..." panggil Flo yang masuk ke kamar. "Apa kau ingin memakan sesuatu?"
Axe berbalik dan mendekati istrinya. "Yang aku ingin makan hanya dirimu, darling!"
"Kita tidak boleh terlambat, suasana hati Keenan sedang buruk, jadi jangan lakukan di sini, okay," bujuk Flo.
"Tapi aku ingin mengajakmu bulan madu di sini, tempat ini cocok untuk membuat anak!" seru Axe.
Setiap membahas masalah anak, Flo jadi murung karena dia yang tak kunjung-kunjung hamil.
"Kenapa? Apa aku salah bicara?" tanya Axe jadi merasa bersalah.
Flo menggeleng. "Aku takut tidak bisa memberimu anak!"
"Kau bicara apa, darling. Kau belum hamil karena kita kurang berusaha membuatnya jadi..." Axe mulai meraba tubuh istrinya. "Ayo kita buat lebih keras lagi!"
Flo tersenyum, dia tahu Axe tengah menghibur dan berusaha membuatnya tak berkecil hati.
"Kau memang makhluk yang mengerikan, kau pasti diciptakan tujuannya untuk menggodaku!" Axe kemudian menggendong istrinya ke kamar mandi. "Ayo kita buat anak di berbagai sudut tempat ini supaya cepat jadi!"
Dan keesokan harinya, Keenan yang tidak sabar ingin pulang menggedor kamar Axe dan Flo. Tapi kedua orang itu tak kunjung membuka pintu yang mana membuat Keenan jadi emosi.
"Seharusnya mereka tidak usah menjemputku!" gerutunya.
Karena akan terlambat untuk pulang, Keenan akhirnya meminta bantuan kedua sahabatnya di grup chat mereka.
Keenan : sedang mengetik....
Bastian dan Luke melihat ponsel mereka, mereka tidak sabar melihat pesan yang ditulis oleh Keenan.
Beberapa detik kemudian.
__ADS_1
Keenan : Kalian cepat datanglah ke apartemen Tessa, ikat tangan dan kakinya supaya dia tidak kabur!!!
_
_
_
_
Scene apa yang kalian tunggu???
Bangkee beli daleman
Bangkee jadi tsundere
Bangkee bergaya katak bertelur
__ADS_1