
Suara musik terus mengalun, suasana begitu mengharukan tapi tidak bagi Keenan yang bercucuran keringat dingin.
Beruntung Pedro menyadari gejala yang dialami oleh bosnya.
Pedro mendekat dan mencoba mengelap keringat Keenan. "Apa penyakitnya kambuh lagi, Bos? Apa kau butuh Seksi?"
"Apa kau gila? Kau mau membuatku mati di acara pernikahanku, ya?" kesal Keenan.
"Lalu apa yang harus aku lakukan, Bos?" tanya Pedro bingung.
"Aku akan mencoba tidak melihat Tessa!" Keenan mengalihkan pandangannya dengan terus membaca mantranya.
Sampai akhirnya Grey dan Tessa sudah sampai, Grey mencoba memberikan tangan Tessa pada putranya.
"Dosamu sudah banyak, Kee. Jadi, jangan menambahnya dengan menyakiti Tessa," ucap Grey.
Keenan hanya menganggukkan kepalanya, dia menerima tangan Tessa tanpa melihat calon istrinya itu.
"Baiklah, karena kedua mempelai sudah hadir. Kita mulai saja acaranya!" seru Pedro supaya acara pernikahan Tessa dan Keenan cepat selesai.
Tentu saja itu atas permintaan Keenan supaya acara pernikahannya dipersingkat, acara-acara yang tidak penting, tidak perlu dilakukan.
Keenan mati-matian mengontrol tubuhnya yang rusak. Beberapa kali dia tergagap saat pengucapan janji suci tapi Keenan terus berusaha mengucapkannya dengan lantang.
Saat giliran Tessa, gadis itu menghela nafasnya beberapa kali sebelum mengucapkannya janji sucinya.
__ADS_1
Dan, akhirnya Keenan dan Tessa sudah sah menjadi suami istri.
Keenan memejamkan matanya saat berciuman dengan Tessa. "Sekarang karena kau sudah menjadi istriku, aku akan memanggilmu sayang!"
"Baiklah. Tapi, bukalah matamu! Kau kelihatan aneh," bisik Tessa.
"Kalau aku membuka mata justru akan kelihatan aneh karena tubuhku ini," jelas Keenan.
Tessa terkekeh kalau mengingat tubuh Keenan yang lebay itu.
Hanya ada pesta kecil-kecilan setelah upacara pernikahan. Semua anggota keluarga juga mulai berpamitan satu persatu, mereka harus kembali karena ada pekerjaan dan juga urusan mereka yang tertunda.
"Daddy akan pulang juga?" tanya Silver saat Arse berpamitan. Silver memeluk sang daddy yang tubuhnya sudah tidak muda lagi itu. "Aku akan menetap di Indo setelah Grey pensiun nanti, anak-anak kami sudah menikah jadi kami ingin menemani daddy dan mommy!"
"Daddy akan menunggunya," sahut Arse dengan mengecup kening putrinya.
Sebelum pergi, Arse menyempatkan diri memberi peringatan pada Keenan. Sebelumnya, Keenan bertanya pada dirinya bagaimana tips membuat anak kembar.
"Ingat kata-kata Opa, Kee. Harus banyak gaya dan nonstop, kau harus meminum ramuan kuat," ucap Arse memberi semangat.
Keenan mengangguk. "Aku mengingatnya tapi aku kasihan pada Tessa kalau harus di bolak balik, memangnya istriku apaan?"
"Yang di bolak balik itu banyak sensasinya, kalau bisa kau berpindah-pindah di setiap sudut ruangan," tambah Arse.
"Pokoknya selamat membuat anak!"
__ADS_1
Arse menepuk pundak Keenan, dia kemudian pergi bersama yang lain. Keenan merasa beruntung masih bisa melihat Opanya sehat.
Sementara Kate sebelum pergi sudah mempersiapkan sesuatu untuk Tessa.
"Jangan lupa kau pakai, okay." Kate memeluk cucu menantunya itu.
Tessa sebenarnya sangat penasaran apa itu tapi dia menahan diri sampai di penginapan nanti.
Karena tidak mau diganggu, Keenan berpindah penginapan. Bahkan seluruh lantai atas, Keenan sewa semua kamarnya. Jadi, tidak ada yang tidur di lantai itu selain Keenan dan Tessa.
"Semua sudah siap, Bos," ucap Pedro seraya membuka pintu mobil saat Keenan dan Tessa sampai.
Keenan harus mempersiapkan diri, dia ingin menenangkan jiwanya dulu yang membuat Tessa masuk ke kamar duluan.
"Aku penasaran kejutan dari Grandma," gumam Tessa saat membuka pintu kamar.
Ada satu set lingerie berwarna merah maroon di atas ranjang.
"Oh my God! Suamiku bisa kejang-kejang kalau aku memakai ini," ucap Tessa yang tidak yakin akan memakainya.
Disclaimer!
Next bab genrenya akan berubah menjadi banyak ++++ nya karena akan ada adegan asah pedang. Adegan hanya dilakukan oleh profesional dan ahlinya jadi yang belum cukup umur di skip aja. Walaupun gak eksplisit, cukup membuat traveling dan badan bergetar!!
__ADS_1