My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 88 - Hibernasi


__ADS_3

Tessa merasa terharu karena Keenan selalu mengutamakan dirinya sekarang. Keenan bukan Keenan yang egois seperti dulu.


Sepertinya Tessa harus memberi suaminya hadiah spesial.


"Aku tidak apa-apa, tubuhku hanya belum terbiasa saja," ucap Tessa sambil mengelus pipi Keenan.


Tessa memberanikan diri untuk naik ke perut suaminya yang membuat mereka berhadapan sekarang.


"Malam ini biar aku saja yang bergerak," ucap Tessa malu-malu.


Sebenarnya Keenan agak kaget tapi dia akan memberi kesempatan pada istrinya.


"Baiklah, malam ini aku menyerahkan tubuhku dengan pasrah padamu sayang," sahut Keenan yang membaringkan tubuhnya.


Tessa menggigit bibir bawahnya, perlahan dia mulai membuka gaun tidurnya yang membuat tubuh polos itu terpampang nyata.


"Wow, kau selalu seksi di mataku," komentar Keenan dengan tangan yang mengelus bokong istrinya.


"Kau mau melihatku bermain?" tanya Tessa menantang.


"Tunjukkan padaku!" Keenan bersemangat sekali. Saat bercinta dilakukan oleh dua orang yang sama-sama saling suka membuat perasaan bahagia begitu membuncah.

__ADS_1


Keenan memejamkan mata ketika Tessa berinisiatif mengurut pedang panjangnya dengan begitu lembut. Sampai Tessa menunduk dan mencium Keenan, ciuman berpindah ke leher dan dengan beraninya Tessa bermain dengan indera pengecapnya di sana.


Kesempatan itu juga Keenan gunakan untuk memuaskan istrinya, tangannya memegang dua benda bulat Tessa yang membuat gadis itu melenguh.


Sepertinya keadaan semakin panas, Tessa sudah tidak sabar lagi. Secara otodidak dia bermain di atas tubuh suaminya dengan mulut yang terus menganga.


Awalnya Keenan ingin membiarkan Tessa bersenang-senang sendiri tapi rupanya dia tidak tahan juga.


"Akh!" teriak Tessa saat tubuhnya tiba-tiba dibalik oleh suaminya.


"Aku tidak tahan lagi sayang!" Keenan menggeram penuh hasrat.


Dan seminggu kemudian...


Sampai dia lagi-lagi merasakan semburan hangat memenuhi rahimnya.


Keenan menciumi punggung Tessa dengan terengah-engah.


"Lepas!" ucap Tessa yang ingin istirahat sejenak.


Rasanya Tessa menyesal telah menggoda Keenan, lelaki itu benar-benar tidak mau melepasnya. Seminggu penuh mereka tidak keluar dari apartemen.

__ADS_1


Setiap waktu Keenan selalu ingin bercinta dengan istrinya seakan tidak pernah puas.


"Kau ingin makan apa sayang?" tanya Keenan yang mengalihkan perhatian Tessa. Dia masih enggan mencabut miliknya.


"Aku bosan makan pasta, di kulkas bahan makanan juga habis," jawab Tessa.


"Berarti kita pesan makanan online saja, okay." Keenan berusaha menjangkau ponselnya di atas nakas yang sengaja dia matikan.


Keenan menyalakan ponselnya untuk memesan makanan online. Saat ponsel menyala, sederetan pesan dan panggilan dari keluarganya masuk tapi Keenan tidak menghiraukan itu.


"Aku memesan sekalian untuk makan malam kita sayang. Jadi nanti tinggal dipanasi saja," ucap Keenan.


Tessa membulatkan matanya, apa Keenan akan melakukannya lagi?


"Um, bagaimana kalau kita makan di luar saja?" usul Tessa. Tenaganya benar-benar terkuras habis, dia tidak sanggup lagi.


"Aku ingin kita makan di kamar seperti kemarin-kemarin," tolak Keenan.


"Kalau begitu, lepaskan aku dulu! Aku ingin membersihkan diri biar aku yang mengambil makanan nanti," ucap Tessa.


"Kita bisa ke kamar mandi bersama-sama, bukan?" Keenan langsung melepas kemudian menggendong istrinya.

__ADS_1


Tessa jadi was-was sendiri. "Kau boleh mengantarku ke kamar mandi tapi pedang panjangmu, jangan bangun lagi, suruh dia hibernasi dulu!"


__ADS_2