
Badan Tessa semakin panas dan matanya sudah sayu sekali. Dia ingin rasa panas itu cepat hilang dan Tessa terus menatap Keenan yang masih berdiri di tempatnya.
"Kee, matikan lampunya! Kita lakukan dengan gelap-gelapan," ucap Tessa yang tidak tahan lagi.
Efek dari obat perangsang itu begitu kuat, Tessa sudah tidak memperdulikan rasa malunya.
"Sepertinya memang itu solusinya," gumam Keenan sambil melirik ke arah tombol lampu.
Keenan menyeret kakinya susah payah untuk mematikan lampu di kamar. Saat lampu kamar mati, Keenan mencari keberadaan Tessa.
"Sayang..." panggilnya.
"Aku di sini," jawab Tessa yang menyambut tangan Keenan.
Sekarang Keenan hanya bermodal instingnya, dia duduk dan meraba wajah Tessa.
"Badanmu panas," ucapnya.
"Cepat hilangkan rasa panasnya," pinta Tessa.
"Ini akan sedikit sakit tapi aku akan melakukannya dengan lembut!" Keenan mulai meraba tubuh istrinya.
Tessa memejamkan matanya, dia sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Keenan. Sampai dia merasa jika lingerie yang dia pakai dirobek oleh suaminya.
"Kenapa dirobek? Itu pemberian grandma Kate," ucap Tessa yang suaranya sudah parau.
__ADS_1
"Lingerie itu diciptakan memang untuk dirobek sayang!" Keenan merasakan nafas Tessa yang memburu dan tanpa banyak kata lagi dia langsung mencium istrinya.
Keenan dan Tessa berciuman dengan panas, kali ini ciuman mereka bergairah dan saling membalas dengan rakus.
"Akh!" Tessa berteriak karena Keenan tiba-tiba melepas ciuman dan pindah menghisap buah dadanya.
Cukup lama Keenan bermain dengan dua benda bulat yang pas ditangannya itu. Kemudian dia menurunkan ciuman ke perut Tessa yang membuat Tessa bergerak tidak karuan.
Sekarang Keenan tahu di mana letak tubuh sensitif istrinya.
"Kee, please!" pinta Tessa.
"Sepertinya memang kau sudah tidak sabar sayang," ucap Keenan seraya menegakkan badannya.
Walaupun keadaan gelap tapi Keenan berusaha menjadikan malam pertamanya bersama Tessa berkesan.
Saat menemukan tempat itu, Keenan menunduk dan mencium bibir Tessa supaya istrinya tenang.
Badan Tessa membusung saat Keenan berusaha mendorongnya. Rasanya sakit sekali sampai tanpa sadar air matanya menetes.
"Tidak apa-apa," bujuk Keenan. Sebelum Keenan bergerak, dia harus memastikan jika Tessa rileks.
Setelah dirasa Tessa tenang barulah Keenan menunjukkan permainan sesungguhnya.
Awalnya Tessa berteriak kesakitan tapi lama-kelamaan teriakan itu menjadi desahaan kenikmatan.
__ADS_1
Tessa seperti kehilangan akal saat Keenan terus mendorong tubuhnya. Ranjang terus bergoyang menjadi saksi bisu betapa panas percintaan Keenan dan Tessa hari itu.
Sampai Keenan mempercepat laju tubuhnya dan tak lama Tessa merasakan semburan hangat itu datang.
Tessa hanya bisa memejamkan matanya dengan nafas terengah-engah.
"I love you, Tessa!" ucap Keenan yang merasa puas sekali. Ini pengalaman pertamanya bermain dengan gadis perawan dan tanpa pengaman. Dia berjanji akan menjaga Tessa seumur hidupnya.
Keenan sampai tidak mau mencabut pedang panjangnya itu karena menikmati sisa-sisa percintaannya.
"Kee, lepaskan! Tubuhku sudah tidak panas lagi," ucap Tessa yang merasa efek obat perangsang itu mulai hilang setelah melakukan penyatuan dengan Keenan sebelumnya.
"Jangan dulu, ini masih satu gaya. Rencananya aku ingin lima gaya hari ini," sahut Keenan.
Keenan masih mengumpulkan tenaganya terisi penuh kembali.
_
Author : Akhirnya lu bisa slutupan ya, Kee
Keenan : Masih kurang, Thor
Author : Yaelah, kalo nurutin lu gak ada habisnya
Keenan : Gue mau gaya katak bertelur, Thor
__ADS_1
Author : Sedang mengetik.....