My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 106 - Merelakan


__ADS_3

Keenan berdiri di depan pintu ruangan Tessa, tangannya sudah penuh dengan bunga, cokelat dan sup daging buatannya.


"Come on, Kee. Anggap tidak terjadi apa-apa," ucapnya supaya dia terlihat biasa saja di depan Tessa.


Setelah cukup menguatkan hatinya, Keenan membuka pintu ruangan rawat itu.


Di dalam sana ternyata sudah ada Silver dan Flo yang membawa Raphael untuk menghibur Tessa.


"Aunty jangan menangis lagi, okay." Raphael sedari tadi mengusap air mata Tessa yang terus jatuh.


Tessa tersenyum dan mengecup tangan kecil yang mengusap pipinya. "Thanks, Raphaelo!"


"Ayo sini sama mommy!" Flo mengangkat Raphael ke gendongannya. Dia dan Silver sepertinya harus pulang pasti adiknya butuh waktu berdua bersama sang istri.


"Mom..." panggil Flo.


Silver berdiri dan mengusap rambut Tessa. "Mommy pulang dulu, suamimu sudah datang!"


Sebisa mungkin Tessa memberikan senyuman terbaiknya. Dia berusaha kuat tapi pertahanan itu runtuh setelah melihat suaminya.


"Aku membawa bunga dan cokelat," ucap Keenan seraya mendekati istrinya. "Aku juga memasak sup daging, kau harus mencicipi masakanku yang dibuat dengan kekuatan master chef!"

__ADS_1


Tapi, air mata Tessa terus saja menetes yang membuat Keenan memeluk istrinya itu.


"Maafkan aku, Kee. Aku benar-benar tidak tahu kalau hamil, aku merasa sakit dan aku pikir itu karena terlambat datang bulan. Aku sempat memeriksa dengan alat tes kehamilan tapi hasilnya kabur jadi aku tidak memberitahumu. Ini semau salahku karena lalai," ucap Tessa yang tangan rapuhnya memeluk Keenan sembari menangis terisak.


"Tidak ada yang salah di sini jadi jangan berpikir begitu, kita relakan Keesa Mark I pergi," bujuk Keenan.


"Keesa Mark I?" tanya Tessa sambil menghentikan tangisnya.


"Aku memberinya nama itu," jawab Keenan tanpa beban.


"Memangnya anakku robot!" Tessa membalas sambil terkekeh. Keenan selalu saja bisa membuatnya tertawa.


Keenan merapikan rambut Tessa kemudian menyelipkan rambut itu ke belakang telinga.


"Aku janji setelah ini akan memberitahu apapun yang ku alami padamu," sahut Tessa sambil mengangkat jari kelingkingnya.


Keenan bernafas lega sekarang. "Kalau terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri, jadi tepati janjimu sayang!"


"Aku janji!" Tessa berkata sembari menyatukan jari kelingking bersama suaminya.


Keduanya berusaha menguatkan satu sama lain, mungkin memang Tuhan belum memberikan kepercayaan pada pasangan yang masih labil seperti mereka. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran yang berharga untuk ke depannya.

__ADS_1


"Sup daging?" Tessa mulai tersenyum melihat sup di depannya yang baru saja dibuka oleh suaminya.


"Makanlah, kau harus cepat pulih!" Keenan memberikan sendok untuk istrinya.


"Kelihatannya enak sekali," seru Tessa yang mulai menyuapkan sup itu ke mulutnya.


Dan suapan pertama, Tessa langsung menyukainya.


"Ini enak," ucap Tessa dengan mata berkaca-kaca. "Aku sampai ingin menangis!"


Walaupun berusaha melupakan tapi Tessa tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


Keesokan harinya, Tessa sudah diperbolehkan pulang. Saat sampai di apartemen, tempat yang pertama kali dia cari adalah gudang di mana dia menyimpan keperluan bayi yang sudah Tessa beli.


Tessa kembali menangis di sana dan hal itu membuat Keenan mencari ide untuk menghibur istrinya.


"Ayo kita ke kamar, di sini ada hantunya," ucap Keenan seraya menggendong Tessa. Dia mengambil satu baju bayi untuk dibawa ke kamar.


Di dalam kamar, Keenan meletakkan baju bayi itu di atas ranjang.


"Anggap ini Keesa Mark I, dia akan tidur bersama kita mulai sekarang," ucap Keenan.

__ADS_1


"Ya, ini jauh lebih baik." Tessa berbaring sambil memeluk baju bayi itu dan menciumnya. "Maafkan aku, Kee. Aku bukannya cengeng dan tidak terima, aku hanya butuh waktu sedikit lagi untuk melupakan!"


"Aku tidak memintamu untuk melupakan, aku memintamu untuk merelakan," balas Keenan.


__ADS_2