
Sebelum benar-benar meninggalkan Pulau Borgia, Keenan menyempatkan diri untuk melakukan rapat di pusat perbelanjaan yang ada di sana.
Keenan memeriksa setiap laporan dengan seksama dan berusaha membereskan masalah yang bisa dia selesaikan.
"Event Kim Jong Doo sukses besar, Bos," lapor sang manager dengan antusias.
"Ya, aku melihatnya," jawab Keenan melihat sederetan angka-angka pemasukan. "Beri bonus pada semua karyawan!"
Keenan berharap semua proyek berjalan lancar supaya Grey lekas memberi kedudukan kursi direktur utama padanya.
"Bos, istri anda menunggu di bawah," lapor Pedro yang membuyarkan lamunan Keenan.
Keenan mengangguk. "Ayo pergi!"
Di lantai bawah, Tessa membeli beberapa makanan yang ada di food court dan memakannya di meja kosong seorang diri.
"Aku harus makan yang banyak karena tenagaku selalu dikuras habis oleh suamiku," gumam Tessa.
"Suami?" Tessa langsung merona. Dia belum terbiasa dengan kehidupan barunya.
Saat Tessa akan memakan cemilannya, tiba-tiba makanan itu direbut oleh seseorang.
"Kee..." protes Tessa saat tahu siapa pelakunya.
"Sudah aku bilang, jangan jajan sembarangan," ucap Keenan tidak suka jika Tessa memakan junk food.
"Kan tidak setiap hari aku memakan junk food, aku juga sering memakan sayuran," sahut Tessa membela diri.
Keenan akhirnya mengalah dan memberi makanan yang dia rebut pada istrinya lagi.
"Ayo makan di mobil saja, kita harus cepat ke bandara!" ajak Keenan.
__ADS_1
Akhirnya mereka kembali juga, Tessa jadi cemas sendiri akan peran barunya menjadi seorang istri dan menantu keluarga Hoult.
Sepanjang perjalanan ke bandara Keenan juga tidak banyak bicara yang membuat Tessa semakin over thinking.
"Apa ada masalah?" tanyanya.
"Tidak ada," jawab Keenan singkat.
Sesampai di bandara pun, Keenan irit bicara sampai mereka masuk ke dalam pesawat.
"Tidurlah, kau pasti lelah, aku tidak mau kau sakit," ucap Keenan seraya mengelus kepala Tessa.
Keenan lebih memilih duduk memisahkan diri bersama Pedro.
"Sebenarnya dia kenapa?" gerutu Tessa jadi kesal sendiri.
Biasanya Keenan selalu bersikap agresif padanya jadi Tessa tidak terbiasa akan sikap Keenan yang seperti itu.
"Lebih baik aku tidur saja." Tessa menarik selimut dan berusaha memejamkan matanya. Beruntung mereka berada di pesawat pribadi jadi Tessa bisa tidur dengan tenang.
"Sudah sampai? Aku tidur terlalu lama, pasti karena pengaruh obat yang aku minum," keluh Tessa.
Keenan yang berdiri di depan Tessa hanya tersenyum sambil mengulurkan satu tangannya. "Ayo turun!"
"Kita langsung ke apartemen!"
Tessa mengangguk patuh, dia menerima uluran tangan suaminya dan segera turun dari pesawat.
Mobil jemputan sudah tiba, Keenan meminta Pedro untuk pulang dan beristirahat.
"Ingat Ped, aku hanya memberimu libur beberapa hari saja," tegas Keenan.
__ADS_1
"Iya, Bos. Yang penting saya bisa istirahat dengan tenang sementara waktu," jawab Pedro malas.
Sebenarnya Keenan ingin membalas celetukan Pedro itu tapi dia mencoba menahan dirinya. Lebih baik Pedro cepat pergi saja dari hadapannya sekarang.
Keenan membawa Tessa ke apartemen dengan barang-barang Tessa yang seadanya.
"Tenang, nanti kita akan berbelanja dan membeli kebutuhanmu sayang," ucap Keenan yang berusaha membaca pikiran Tessa.
"Kau selalu bisa menebak isi pikiranku," sahut Tessa seraya merangkul lengan suaminya.
Saat mereka masuk ke unit apartemen Keenan, keadaan di dalam sudah sangat bersih.
"Setiap dua hari sekali ada orang yang membersihkan apartemen dan juga mengecek bahan makanan jadi di apartemen ini hanya ada kita berdua," jelas Keenan.
Tessa mulai berkeliling dan melihat setiap ruangan yang ada.
"Hanya ada satu kamar?" tanya Tessa.
"Ada dua tapi yang satu aku gunakan untuk gym, masuklah ke kamar kita," sahut Keenan yang mengekori istrinya.
Tessa masuk ke kamar dan melihat kamar yang cukup luas. Kamar itu bernuansa laki-laki karena semua dekorasinya yang serba warna gelap.
"Sepertinya aku akan melakukan beberapa perubahan," gumam Tessa seraya masuk di walk in closet.
Di sana Tessa mengecek baju-baju Keenan dan juga accessories suaminya yang serba mahal.
"Dari dulu dia selalu mengoleksi barang-barang branded," tambah Tessa.
Tessa kemudian membuka sebuah lemari yang membuat matanya melebar. "Apa ini?"
Lemari itu berisi ratusan pakaian dalam dengan tulisan bulan di setiap raknya.
__ADS_1
"Oh itu, aku selalu stok pakaian dalam selama setahun penuh sayang," ucap Keenan yang menyusul istrinya. "Jadi, bebanmu akan berkurang karena tidak perlu repot-repot lagi membeli pakaian dalamku!"
Keenan sangat bangga dan merasa keren untuk hal itu.