
Bekas Keenan
Bekas Keenan
Bekas Keenan
Dua kata itu yang terus berputar-putar di kepala Sebastian dan Luke saat ini. Tubuh mereka langsung kaku menerima kenyataan memalukan itu.
"Aku janji tidak akan menertawakan kalian, aku hanya tidak mau menutup-nutupi fakta ini, aku menyayangi kalian guys,"
"Tapi, aku lebih memilih Tessa. Untuk ke depannya jika kalian ingin tetap melanjutkan hubungan dengan kekasih kalian, aku akan menjauh,"
"Karena jika kita sering bertemu, itu akan menyakiti hati Tessa,"
Keenan tertunduk penuh penyesalan, dia tidak mau hal seperti ini terjadi tapi dia harus mempunyai pilihan.
"Sekali lagi maafkan aku, terima kasih sudah mau menjadi temanku selama ini," sambung Keenan.
Dia membalik badannya karena air mata tiba-tiba jatuh dari pelupuk matanya. Keenan tidak mau Sebastian dan Luke melihat itu semua.
"Ayo Ped, kita pergi. Kau sudah memanggil dokter, 'kan?" tanya Keenan menahan air matanya.
"Sudah, Bos," jawab Pedro dengan nada sedih. Dia jadi ikut terbawa suasana.
Pedro melangkah duluan untuk membuka pintu tapi saat Keenan akan melangkah keluar, terdengar suara Sebastian yang membuat Keenan berhenti.
__ADS_1
"Tunggu!" seru Sebastian yang mulai tenang dan menguasai dirinya.
Seketika Keenan langsung membalik badannya, Keenan bisa melihat tubuh gagah Sebastian melangkah mendekat padanya.
"Sialan!" Sebastian memberi bogem mentah pada Keenan sampai lelaki itu jatuh tersungkur. "Setelah kau berkata seperti itu, kau pikir bisa seenaknya pergi begitu saja, hah!?"
Pedro ingin membantu bosnya tapi langkahnya dicegah oleh Luke.
"Jangan ikut campur!" geram Luke.
Luke ikut bergabung dengan Sebastian untuk menghajar Keenan. Kali ini giliran Luke menendang tubuh Keenan yang tersungkur di lantai.
Sumpah serapah keluar dari mulut Luke sementara Keenan sendiri hanya pasrah, dia tidak melawan sama sekali.
"Hah!?" Sebastian dan Luke kemudian sama-sama menjatuhkan diri di samping Keenan.
"Apa kalian sudah puas?" tanya Keenan kemudian.
"Seharusnya kau mendapatkan lebih dari ini!" ketus Sebastian.
"Damn! Aku merasa terhina!" Luke masih kesal setengah mati.
Keenan melihat kedua temannya bergantian di samping kanan dan kirinya. "Jadi, sekarang bagaimana?"
"Kau pikir kami ini apa, tentu saja kami akan memilihmu dari pada wanita yang baru kami kenal," jawab Sebastian tegas.
__ADS_1
"Walaupun ini menyebalkan, aku sependapat dengan Bass," timpal Luke.
"Aku yakin kalian akan menemukan cinta sejati sepertiku setelah ini," ucap Keenan bersungguh-sungguh.
Mendengar itu, Sebastian dan Luke memiringkan kepala mereka, mereka melihat wajah Keenan yang sudah babak belur.
"Apa itu sakit?" tanya Sebastian perhatian.
"Aku pasti memukulnya terlalu keras," tambah Luke menyesal.
"Dude..." mereka kemudian memeluk Keenan sambil menangis.
Keenan merasa terharu dan ikut menangis juga. "Lain kali kalau ingin dekat dengan wanita, perlihatkan padaku dulu, siapa tahu wanita itu mantan teman kencanku lagi!"
"Aku berencana akan mencari kekasih di luar negara!" Luke tidak mau kecolongan lagi.
"Kalau aku akan mencari wanita polos dan suci!" timpal Sebastian.
"Pedang panjang kami telah ternoda!!"
Pedro hanya bisa mengelus dadanya melihat ketiga lelaki itu. "Aku seperti melihat drama sesat sekarang!"
_
Cerita ini area untuk haha hihi, ini cara author untuk menghibur diri sendiri. Jadi, jangan ada yang baper ya gaes, baca buat hiburan aja. Real life udah buat pusing jadi bawa happy2 aja di dunia halu😘
__ADS_1
Dan konfliknya hanya seputar Keesa sama perkembangan karakter Bangkee untuk bisa jadi pemimpin perusahaan.
Ikutin terus ya, Luv ❤