My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 102 - Naughty Wife


__ADS_3


Tessa mempersiapkan makan malam yang romantis malam ini, dia berharap Keenan cepat pulang.


Tapi, saat makanan sudah dingin pun, Keenan tidak ada tanda-tanda kembali.


"Mungkin suamiku lembur lagi," gumam Tessa.


Tessa kemudian berinisiatif untuk mengantar makan malam itu ke kantor. Dia memanaskan sebentar makanannya kemudian menaruh di tempat yang kedap udara supaya tetap hangat.


"Aku harus cepat-cepat!" Tessa mengambil kunci mobil dan menyetir sendiri.


Saat sampai di parkiran basement kantor keadaan sudah sangat sepi. Beruntung ada security yang bertugas melihat Tessa datang.


"Aku ingin mengantar makan malam untuk suamiku," ucap Tessa.


"Mari saya antar Nyonya!" Security itu menawarkan diri untuk mengantar Tessa naik ke lantai paling atas.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri," sahut Tessa.


Tessa memilih pergi sendirian, dia memasuki lift yang dia gunakan bercinta tadi siang. Jika mengingat itu, Tessa jadi malu sendiri.


"Bukankah itu sungguh gila!" Tessa jadi tidak sabar bertemu dengan suaminya.


Ketika pintu lift terbuka, buru-buru Tessa keluar dan segera ke ruangan Keenan berada. Di lantai itu lampu masih terang apalagi ruangan Keenan.

__ADS_1


"Kee..." panggil Tessa seraya membuka pintu.


Di dalam sana, Keenan tengah sibuk mencocokkan data asli dan data palsu perusahaan yang sudah dimanipulasi.


"Kenapa ke sini sayang? Aku sebentar lagi pulang," ucap Keenan saat melihat istrinya datang.


Tessa melirik ke arah Pedro yang menguap beberapa kali.


"Pulanglah, Ped. Biar aku yang menggantikanmu!" ucap Tessa kemudian.


"Tapi-- " Pedro meragu tapi Keenan memberi kode dengan anggukan kepala. "Kalau begitu saya permisi, Bos!"


Setelah kepergian Pedro, barulah Tessa menyusun makanan yang dia bawa di meja.


Keenan berhenti sejenak kemudian mendekati istrinya. "Maafkan aku, padahal aku berjanji akan pulang cepat!"


"It's okay. Bukankah kita sudah sepakat tidak mempermasalahkan hal kecil? Kita bisa makan malam bersama dengan cara begini," sahut Tessa pengertian.


Keenan jadi tergelak. "Aku merasa de javu, kita seperti mengulang masa lalu saat lembur bersama!"


"Ah, iya juga, ya. Lebih baik kita makan dulu, Bos!"


"Haish, jangan memanggilku bos lagi,"


"Tapi, aku suka memanggilmu begitu,"

__ADS_1


"Walaupun kau suka tetap tidak boleh, kan bisa diganti dengan kata sayang,"


"Kata sayang?"


Tessa jadi memikirkan kata sayang untuk Keenan, badannya jadi merinding karena memikirkan hal itu. "Kok jadi geli, ya?"


"Untuk kali ini, aku memaafkanmu karena makanan yang kau bawa!"


Keenan tidak mau berdebat lagi karena ada hal yang jauh lebih penting. Dia tidak mau membuang energi dan bersikap kekanak-kanakan seperti yang sudah-sudah.


"Aku sudah selesai," ucap Keenan seraya memperlihatkan makanannya yang sudah habis.


Tessa tersenyum puas, dia segera membereskan bekas makanan Keenan kemudian membantu pekerjaan suaminya.


"Kita harus punya bukti yang akurat jadi pengkhianat itu bisa dijatuhi hukuman yang setimpal," geram Keenan.


"Jangan sampai mereka kabur sebelum tertangkap," ucap Tessa.


"Aku berencana akan menangkap mereka saat pesta kita nanti, mereka tidak akan bisa lolos dengan mudah," balas Keenan percaya diri.


Tessa selalu suka jika Keenan penuh ambisi seperti itu. Bukannya membantu sekarang Tessa justru sibuk memandangi wajah Keenan yang serius.


Ingatan percintaan di lift tadi siang kembali terlintas, Tessa menelan ludahnya karena Keenan jadi begitu menggoda di matanya.


"Kee, ayo kita keluarkan Keesa lagi!" ajak Tessa yang jadi begitu agresif.

__ADS_1


__ADS_2