
Saat mobil berhenti di seberang jalan penginapan, Keenan turun dengan berjalan kaki. Dia memakai masker hitam dan kaca mata hitam supaya wajah tampannya tidak ketahuan.
"Apa kau yakin, Bos? Kau akan jadi penguntit, itu akan mengurangi tingkat keren yang sudah kau bangun selama ini," ucap Pedro memberi peringatan.
Bukannya mendengarkan, Keenan justru memicingkan matanya tajam sekali yang mana membuat Pedro langsung diam seribu bahasa.
"Ya sudah, selamat mengintip, Bos!" Pedro tidak mau ikut-ikutan lagi. Lebih baik dia menunggu Keenan di dalam mobil.
Keenan masuk ke dalam penginapan dan bertanya pada resepsionis berapa nomor kamar Tessa atau Rose.
Bersamaan dengan itu, Tessa yang kembali dari berbelanja melewati lobi penginapan dan menuju lift. Otomatis Keenan melihatnya.
Badan Keenan langsung bergetar seketika.
"Tuan?" resepsionis sampai keheranan karena Keenan yang membatu.
"Tubuh sialan!" umpat Keenan dalam hatinya. Ini alasan kenapa dia harus mengintip karena tubuhnya yang selalu bereaksi berlebihan.
Dengan langkah berat, Keenan mencoba menyeret kaki dan mengikuti Tessa yang menuju lift.
Pintu lift terbuka, Tessa masuk duluan diikuti oleh Keenan dengan susah payah. Keenan langsung menuju pojokan lift karena ingin menyenderkan punggungnya.
__ADS_1
Saat pintu akan tertutup tiba-tiba segerombolan remaja study tour ikut masuk dan memenuhi lift sampai membuat Tessa terdorong.
Beruntung Keenan dengan sigap menangkap tubuh Tessa.
"Terima kasih." Tessa berterima kasih tanpa melihat Keenan.
Kini posisi Tessa berdiri di depan Keenan dan Keenan yang berada di belakang Tessa mengalami serangan jantung. Jantung Keenan berdetak sangat kencang. Apalagi para remaja di dalam lift terus bergerak dan bercanda satu sama lainnya.
Badan Tessa terhuyung sampai punggungnya menempel pada dada Keenan.
Refleks Keenan yang ada di belakang dan tubuhnya yang jauh lebih tinggi dari Tessa, mencuri kesempatan mencium puncak kepala gadis itu, walaupun dia memakai masker aroma dari shampo yang dipakai Tessa sangat memabukkan.
Pada saat itu, Tessa merasakan kecupan di puncak kepalanya. Dia ingin membalik badan dan melakukan protes tapi bersamaan dengan itu pintu lift terbuka.
"Badumb... Badumb... Badumb..."
Jantung Keenan masih tidak bisa kembali normal, lelaki itu kemudian meminta Pedro dengan mencoba menghubungi sekretarisnya itu melalui telepon.
"Ce... cepat kesini! Aku terjebak dalam lift!!" perintah Keenan.
Pedro yang berada di dalam mobil langsung meloncatkan diri. Dia berpikiran jika Keenan terjebak dalam lift yang rusak.
__ADS_1
"Ada-ada saja!" Pedro berlari masuk ke penginapan dan langsung memberitahu petugas penginapan jika bosnya terjebak di dalam lift.
Akhirnya Pedro dengan beberapa petugas menuju lift untuk memeriksa keadaan.
"Sepertinya liftnya baik-baik saja," komentar salah satu petugas setelah melihat lift yang tampaknya masih berfungsi dengan baik.
Tring!
Bunyi lift berhenti dan tak lama lift itu terbuka. Ada beberapa orang keluar dari lift menuju lantai lobi.
"Bos!" pekik Pedro yang melihat Keenan masih berdiri di pojokan. "Saya kira bos terjebak dalam lift yang rusak!"
"Bukan lift-nya yang rusak tapi tubuhku yang rusak. Kakiku tidak bisa bergerak!" keluh Keenan.
"Kalian bantu aku!" Pedro meminta bantuan para petugas untuk menggendong tubuh Keenan yang kaku.
_
_
_
__ADS_1
_
Kalau jantung normal kan bunyinya deg deg deg tapi khusus Bangkee bunyinya badumb badumb badumb😅