My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 39 - Haters


__ADS_3

"Babe, kau kenapa?" tanya Tessa yang merasa jika Keenan tidak baik-baik saja.


"Aku butuh bernafas," jawab Keenan sambil berdiri. "Aku ingin ke toilet!"


Keenan berlari menjauh dan Tessa mengikutinya dari belakang.


"Bos, kau kenapa?" tanya Tessa.


Tapi Keenan tidak menanggapi sambil terus berjalan menuju toilet.


Dengan terpaksa Tessa menunggu Keenan di luar toilet. Secara naluriah Tessa melakukan hal itu karena sudah menjadi kebiasaannya.


"Ternyata kau memang benar-benar menyukainya, ya?"


Tiba-tiba suara itu terdengar, Albert yang menyusul ikut berdiri di samping Tessa.


"Kenapa kau ikut kemari? Setelah kekasihku keluar dari toilet kami akan pergi! Kau hanya ingin memanas-manasiku, 'kan?"


"Maaf ya, aku justru muak!"


Tessa berbicara tanpa melihat wajah Albert, dia memalingkan wajahnya dan berharap Keenan cepat keluar dari toilet.


"Awalnya memang begitu, aku kira kau belum bisa move on dariku tapi setelah melihatmu tadi aku jadi yakin jika kau dan bosmu saling menyukai,"


"Maafkan aku Tessa, aku tidak bermaksud mencampakkanmu tapi hubungan kita memang sudah rusak dari awal,"

__ADS_1


"Aku harap kita tidak saling bermusuhan saat kita bertemu tidak sengaja seperti ini!"


Setelah berkata seperti itu, Albert segera pergi atau Lucille akan curiga padanya.


Tertinggal Tessa yang merenungi kalimat Albert sebelumnya.


"Saling menyukai?" gumam Tessa sambil memegangi dadanya. Bohong kalau dia tidak merasakan apapun, Tessa selalu merasakannya dan selalu menampik hal itu karena sadar akan posisinya.


Tak lama Keenan pun keluar dari toilet, saat mata mereka bertemu, Keenan dan Tessa saling membuang wajah mereka.


"Sebaiknya kita kembali, Bos," ucap Tessa yang tidak mau melihat Keenan.


"Hm!" Keenan juga tidak mau melihat Tessa.


Keduanya berjalan keluar dari Beach and Pub tanpa berpamitan dengan Albert atau Lucille. Lebih baik seperti itu atau mereka semakin terlihat aneh dan jatuhnya malu-maluin.


Bersamaan dengan itu, kembang api dari tempat festival menyala.


Keenan dan Tessa berhenti sejenak, mereka menikmati melihat kembang api yang terus menghiasi langit malam.


Tangan Keenan perlahan meraih satu tangan Tessa dan menggenggamnya. Otomatis mereka jadi menoleh satu sama lain.


"Damn!" Keenan akhirnya tidak tahan lagi begitu juga dengan Tessa, mereka kemudian saling berciuman dengan menggebu-gebu.


Saat oksigen mereka habis, mereka melepas pagutan bibir mereka, saling menatap sebentar kemudian berciuman lagi.

__ADS_1


"Ternyata itu bukan penyakit," batin Keenan.


"Apa ini tidak salah? Aku menyukai bosku sendiri?" Tessa menjerit dalam hatinya.


Di sisi lain, Kevin dan Bella juga menikmati kembang api di tempat festival. Karena penutupan festival tentu saja lebih banyak pengunjung dari pada sebelumnya.


Tiba-tiba badan Bella terhuyung dan akan jatuh karena dorongan dari beberapa orang, untung Kevin sigap menangkap tubuh Bella.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin.


"I--iya, sebaiknya kita kembali," sahut Bella yang mulai tidak nyaman.


"Baiklah!" Kevin kemudian menggandeng tangan Bella untuk menjauh dari kerumunan.


Rupanya beberapa orang mengenali Bella, mereka ingin mengajak Bella berfoto tapi mereka mengurungkan niat karena melihat Bella bersama Kevin bukannya Keenan.


"Begitulah kehidupan model, suka berganti-ganti pasangan," cibir mereka.


"Bukankah kabarnya sang model bisa merubah sang casanova, berarti berita itu tidak benar,"


"Ternyata mereka sama saja,"


Tentu saja hal itu terdengar oleh Bella, begitulah dunia selebriti, dituntut untuk sempurna tanpa cacat. Cacat sedikit, yang sebelumnya fans pun bisa berubah jadi haters.


"Sudah, tidak usah dengarkan mereka, kalau ada berita yang tidak benar, aku akan membantu mengurusnya," bujuk Kevin.

__ADS_1


Tapi Bella justru melepaskan tangannya dari Kevin.


"Aku bisa sendiri," kesal Bella.


__ADS_2