
Sebelumnya Keenan senang sekali, dia sampai mandi supaya badannya segar dan wangi. Dia sudah membayangkan hubungannya dengan Tessa ke depannya.
"Dilihat dari segi apapun, Tessa sangat tergila-gila padaku!" ucapnya percaya diri.
"Karena aku tidak suka melihatmu patah hati maka kau harus menjadi kekasihku,"
"Bagaimana kalau kita juga membuat anak seperti kak Flo, anak kembar sepertinya menggemaskan,"
"Kita akan menjadi orang tua muda yang menggairahkan!"
Keenan terus bermonolog pada dirinya sendiri dan berkhayal tingkat tinggi.
Selesai mandi, Keenan menunggu kedatangan Tessa tapi gadis itu tidak muncul-muncul juga.
"Sebenarnya dia pergi kemana? Banyak hal yang harus kita bahas," gerutunya.
Akhirnya Keenan berinisiatif untuk pergi ke kamar Tessa. Pintu kamar Tessa pada saat itu terbuka sedikit karena tidak tertutup rapat. Dari celah pintu, dia melihat Tessa dan Kevin yang saling berpelukan.
Kedua tangan Keenan mengepal, rasanya dia ingin menghajar Kevin saat itu juga tapi saat akan masuk justru ada suara yang memanggilnya.
"Kee..."
Keenan menoleh dan dia melihat Bella yang mendekatinya.
__ADS_1
"Mau minum bersama?"
Awalnya Keenan ragu tapi dia ingin memperjelas hubungannya dengan model itu. Sekarang dia tahu siapa cinta sejatinya.
"Aku juga ingin berbicara padamu," ucap Keenan kemudian.
Mereka pergi ke bar yang tak jauh dari penginapan. Di sana Bella memesan cocktail untuk dia minum bersama Keenan.
"Rasanya beban hidupku berkurang sedikit," ucap Bella setelah meminum cocktail dari gelasnya.
"Kau tahu, aku memulai karirku dari nol, aku bisa sampai di titik ini dengan usaha keras jadi aku tidak mau karirku hancur begitu saja," tambahnya.
Sepertinya Keenan mengerti arah pembicaraan Bella, dia harus memperjelas semuanya supaya Bella tidak berharap padanya.
"Semua salahku Bella jadi aku akan bertanggung jawab penuh!" ungkap Keenan bersungguh-sungguh.
Bella terkekeh mendengarnya. "Apakah orang itu adalah Tessa?"
"Memangnya siapa lagi, ternyata cinta sejatiku, orang yang selalu ada di dekatku selama ini," sahut Keenan.
"Jika kau memutuskan hubungan denganku akan terjadi berita yang menyudutkanmu, Kee!" Bella berusaha memberi peringatan.
"Aku tidak peduli, aku lebih memilih Tessa!" tegas Keenan.
__ADS_1
Keenan kemudian berdiri dan meraih cocktail miliknya, dia menatap Bella dan berkata. "Maafkan aku tapi setelah ini aku jamin, kau akan viral. Jadi, gunakan kesempatan itu sebaik mungkin!"
"Apa maksudmu, Kee?" tanya Bella bingung.
"Akan aku buat kau mengerti!" Keenan dengan cepat melemparkan cairan cocktail ke wajah Bella dan berteriak. "Aku bosan padamu!"
Semua pengunjung menjadi geram pada Keenan apalagi pengunjung laki-laki.
"Dasar bajingan, apa yang kau lakukan pada wanita itu!"
"Bukankah itu Bella Stone?"
"Berarti laki-laki yang bersamanya?"
Keenan membusungkan dadanya penuh percaya diri. "Ya aku adalah Keenan dan hari ini aku mencampakkan Bella!"
Para pengunjung laki-laki semakin geram dan memukul Keenan bergantian.
"Hentikan! Hentikan!" teriak Bella jadi panik karena melihat Keenan dikeroyok dan dihajar habis-habisan.
Bella mencoba menghubungi Kevin tapi ponsel lelaki itu tidak aktif.
Wajah Keenan sudah babak belur di sana tapi lelaki itu justru tersenyum sambil menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Kau memang luar biasa Tessa, lihatlah setelah ini, aku akan mengajarimu gaya katak bertelur!" batin Keenan penuh tekad.
Keenan tidak menyadari jika Tessa sudah berada di bandara dan bersiap meninggalkan Pulau Borgia.