My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 81 - Keesa


__ADS_3

Tessa membuka mata dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya, wajahnya memerah jika teringat percintaan yang dia lakukan bersama suaminya.


"Jadi, begitu rasanya," gumam Tessa.


Padahal dulu dia sering menemani Keenan saat berkencan tapi sekarang Tessa justru menjadi istri dari bosnya itu.


"Itu masa lalu, Tessa. Sekarang Keenan bukan Keenan yang dulu!" Tessa berusaha mengusir bayangan masa lalu. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini bahkan Tessa sendiri.


Saat akan turun dari ranjang, Tessa merasa pinggangnya sakit sekali ditambah bagian bawah tubuhnya yang perih.


"Aku cabut kata-kataku, untuk urusan ranjang, dia tidak berubah, bisa-bisanya dia tidak mau melepasku," gerutu Tessa kemudian.


Kalau dipikir-pikir memang Keenan sangat kuat dan memberi kesan pertama yang tak terlupakan tapi apakah mereka akan melakukannya dalam keadaaan gelap terus-terusan?


Jujur saja, Tessa ingin melakukannya dalam keadaan terang dan bisa melihat wajah suaminya.


"Ngomong-ngomong di mana suamiku?" gumam Tessa sembari menelisik kamar yang sepi. Hanya ada dirinya seorang di sana.


Tessa mencoba berdiri dan menahan perih untuk berjalan ke kamar mandi. Di dalam sana, Tessa melihat pantulan tubuhnya di cermin. Banyak jejak merah yang ditinggalkan oleh Keenan.


"Lebih baik aku mandi." Tessa menuju ke arah shower dan menyalakan air hangat untuk membasuh tubuhnya.

__ADS_1


Sementara Keenan berada di restoran penginapan untuk memesan beberapa menu pada koki di sana. Keenan meminta makanan khusus untuk penambah stamina.


Dia merasa bersalah karena membuat istrinya kelelahan jadi Tessa harus mengembalikan energi yang telah Keenan kuras habis.


"Biar aku yang membawanya sendiri," ucap Keenan saat semua menu yang dia pesan sudah berada di troli makanan.


"Tapi, Tuan--"


"Aku ingin melayani istriku!"


Keenan ingin menjadi suami idaman, dia mendorong troli makanan seorang diri menuju kamarnya.


Saat sampai, bersamaan dengan Tessa yang keluar dari kamar mandi.


"Kau sudah bangun? Aku tadi menyiapkan makanan untukmu!" Keenan mencoba mencairkan suasana. Dia mendorong troli makanan di dekat Tessa. "Makanlah, selagi masih hangat!"


Sebenarnya Tessa agak terkejut saat melihat Keenan mendorong troli makanan seorang diri. Satu hal yang Tessa tahu kalau Keenan tidak pernah melakukan hal seperti itu seumur hidupnya.


"Ayo makan bersama!" ajak Tessa.


"Aku sudah makan, makanan ini khusus untukmu sayang," ucap Keenan.

__ADS_1


Keenan memilih duduk di sofa dengan mata yang terus mengawasi Tessa, dia harus memastikan Tessa memakan semuanya.


"Setelah ini, kau tidak boleh makan sembarangan dan menjaga kesehatanmu," Keenan berucap dengan nada tegas dan lugas yang membuat Tessa sampai tersedak.


Tentu saja Keenan sangat tahu bagaimana hidup Tessa yang sering memesan makanan junk food atau hidupnya yang tidak sehat.


"Karena itu bisa membahayakan Keesa," sambung Keenan.


"Siapa Keesa?" tanya Tessa bingung. Dia mengerutkan dahi dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Keesa itu nama calon anak kita," jawab Keenan tanpa beban.


Pupil mata Tessa membesar karena merasa pendengarannya bermasalah.


"Bukankah itu nama anak perempuan? Bagaimana kalau anak kita laki-laki? Dan bukankah kau ingin anak kembar?"


Serentetan pertanyaan keluar dari mulut Tessa.


"Aku bilang nama calon anak kita, itu artinya nama bibitku. Keesa itu gabungan dari Keenan dan Tessa," jelas Keenan lambat-lambat supaya Tessa mengerti.


"Tunggu! Jadi Keesa itu nama bibitmu? Kau memberi nama pada bibitmu?" tanya Tessa memastikan.

__ADS_1


Keenan mengangguk. "Setelah tenagamu pulih, kita harus mengeluarkan Keesa lagi sayang!"


__ADS_2