My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 42 - Menghilang


__ADS_3

Axe tengah memasak spesial untuk istrinya, dia akan mencoba merayu Flo supaya Flo mau menambah durasi membuat anak.


"Target bulan depan, istriku harus hamil,"


"Ayah mertua pasti akan bangga padaku saat berhasil membuat anak,"


Axe memasak sambil senyum-senyum sendiri.


Dari arah kamar, Flo berlari menuju dapur untuk menemui suaminya.


"Axe, kita harus menyusul Keenan ke Pulau Borgia!" seru Flo yang baru saja mendapat laporan dari Bella di sana.


"Ada apa, darling?" tanya Axe bingung.


"Keenan ditahan di sana dan tidak ada penjamin ternyata Tessa pergi meninggalkan pulau tanpa memberitahu Keenan," jelas Flo.


"Ck! Adikmu selalu membuat masalah dan mengganggu kita," decak Axe sambil mematikan kompornya.


"Kita harus bergegas sebelum daddy yang turun tangan," ucap Flo yang semakin khawatir dengan keadaan adiknya.


Akhirnya Axe dan Flo segera pergi ke pulau Borgia untuk menjemput Keenan.


_


_


_


_


Tessa yang mematikan ponselnya tidak tahu dengan insiden yang terjadi pada Keenan. Dia justru memikirkan bagaimana hidup Keenan tanpa dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membayangkan marahnya seperti apa kalau tahu aku tidak ada," gumam Tessa.


Kevin yang duduk di samping Tessa tentu mendengar kecemasan gadis itu.


"Bukan lebih ke marah tapi dia akan menggila," komentar Kevin.


"Ya, kau benar!" balas Tessa, walaupun Keenan belum mengungkapkan perasaan padanya tapi saat mereka berciuman sebelumnya, Tessa bisa merasakan perasaan itu apalagi cara Keenan menatapnya sangat berbeda.


Tessa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Dia malu mengingat keintimannya dengan Keenan.


"Apa perasaan seperti ini juga dirasakan oleh teman-teman kencannya dulu?"


"Bagaimana kalau dia kembali berhubungan dengan banyak wanita?"


"Tapi dia kan tidak bisa membeli pakaian dalam dan pengaman sendiri!"


Tessa terus memikirkan hal kedepannya, ada sedikit rasa goyah tapi dia menguatkan dirinya lagi.


Dalam perjalanan, Kevin mencoba mengaktifkan ponselnya dan banyak notifikasi masuk termasuk pesan dan panggilan dari Bella.


Dan Kevin semakin terkejut karena rekaman Keenan yang menyiram Bella dengan cocktail tersebar luas.


"Tessa, coba lihat ini!" seru Kevin seraya memperlihatkan video tersebut.


"Apa yang sebenarnya dia lakukan!?" Tessa jadi geram sendiri.


"Sepertinya Keenan ingin mengakhiri hubungannya dengan Bella tapi dia lebih memilih menjelekkan dirinya sendiri supaya Bella seolah-olah menjadi korbannya. Bukankah dia bertindak terlalu gegabah?"


"Dia selalu seperti itu!"


Tessa jadi cemas sekali, apalagi dia tidak ada di Pulau Borgia lagi. Tessa mencoba mengaktifkan ponselnya dan deretan notifikasi juga dia dapatkan.

__ADS_1


Pada saat itu, panggilan dari Grey tiba-tiba masuk, Tessa segera menerima panggilan itu.


"Hallo Tuan," jawabnya.


"Tessa, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Grey yang mendengar kabar mengenai Keenan.


"Saya belum tahu pasti karena saya kembali lebih awal dari bos Keenan," jelas Tessa.


Grey jadi mengingat janji Tessa padanya. "Tapi proyek itu kan belum benar-benar selesai!"


"Sepertinya sekarang waktu yang tepat tuan, semoga setelah ini bos Keenan akan lebih dewasa dan tidak melakukan tindakan gegabah seperti sekarang," ucap Tessa berat hati.


Grey tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia ingin Tessa melakukan apapun yang gadis itu mau tanpa bayang-bayang dirinya.


"Semoga kau berbahagia Tessa!" ucap Grey tulus.


"Maaf karena saya tidak menemui tuan secara langsung,"


"It's okay."


Setelah berbicara dengan Grey, Tessa menatap Kevin dan berkata. "Apa ada teknologi yang bisa membuatku tidak terlacak dan menghilang?"


_


_


_


_


Catatan Author :

__ADS_1


Grey itu gak berusaha buang Tessa ya bestoy tapi dia itu pengen Tessa bebas. Selama ini kan Grey maksa Tessa buat jagain Keenan, dia belum tahu kalau Tessa dan Keenan ternyata saling suka. Yang Grey tahu, Tessa itu terpaksa jadi sekretaris Keenan.😅


__ADS_2