My Naughty Boss

My Naughty Boss
MNB BAB 50 - Perubahan


__ADS_3

Keenan tengah membuka paket yang dia terima dari Red. Dia sebelumnya minta tolong pada sepupunya itu untuk dibuatkan sebuah alat.


"Nah, ini dia," ucap Keenan kesenangan. "Tidak sia-sia punya sepupu jenius!"


Ada sebuah pulpen yang berfungsi sebagai alat kejut. Jadi saat tombol pulpen itu dipencet dan diarahkan pada sasaran, sasaran akan terkena setrum.


"Ped, aku serahkan alat ini untukmu," ucap Keenan pada sekretaris barunya.


Pedro menerima alat itu dengan mengerutkan kening. "Apa ini, Bos?"


"Tessa pernah berkata padaku jika aku serius terlihat keren. Maka dari itu mulai sekarang aku akan belajar serius saat aku melakukan kesalahan dan bertindak bodoh, tugasmu adalah memencet alat itu supaya aku terkena hukuman," jelas Keenan.


"Aku memberinya nama Seksi!"


"Sa--saya tidak bisa, Bos. Bagaimana bisa saya menghukum bos saya sendiri," tolak Pedro.


"Itu harus kau lakukan mulai sekarang! Cepat uji coba, aku siap!" perintah Keenan.


Keenan berdiri tegap dan bersiap menerima kejutan dari Seksi.


Dengan ragu-ragu Pedro memencet tombol Seksi dan mengarahkan pada Keenan.


Satu


Dua

__ADS_1


Tiga


Badan Keenan langsung terpental ke belakang, Keenan merasa tubuhnya bergetar hebat karena terkena sengatan listrik dari Seksi.


"Argh!" teriak Keenan.


Pedro menjadi panik, dia mencoba membantu Keenan untuk duduk.


"Bos, tidak apa-apa?" tanyanya.


"Ambilkan aku minum!" perintah Keenan lagi.


Pedro buru-buru ke dapur dan mengambil satu gelas air putih untuk Keenan.


"Ini Bos." Pedro memberikan air putih itu pada Keenan yang langsung diminum hingga tandas.


Dengan adanya Seksi kini hidup Keenan lebih waspada apalagi mempunyai sekretaris yang patuh seperti Pedro. Pedro tidak segan-segan menyetrumnya jika dia membuat kesalahan.


Contohnya saat Keenan kembali masuk ke kantor dan mengikuti rapat. Tanpa melihat situasi Pedro menyetrumnya saat Keenan berbuat kesalahan ketika presentasi.


Betapa malunya Keenan. Hal-hal seperti itu sangat Keenan hindari. Sampai lama kelamaan Keenan menjadi pribadi yang serius, dingin dan tidak banyak bicara seperti dulu.


"Lihatlah, Kee! Arah jam dua belas!" seru Sebastian saat mereka berkumpul di club. Sebastian melihat wanita seksi dan wanita seperti itu adalah tipe Keenan.


Keenan menatap sejenak ke arah yang Sebastian tunjuk.

__ADS_1


"Aku hanya melihat bayangan hitam," ucap Keenan tanpa ekspresi.


Sebastian menyenggol lengan Luke yang duduk di sampingnya. "Kau lihat sendiri, 'kan? Dia yang sekarang bukanlah dia yang dulu!" bisiknya.


"Kau benar, padahal dulu saat melihat wanita cantik, pedang panjangnya langsung bereaksi," sahut Luke.


"Berarti ini antara dua, Keenan yang mengalami disfungsi ereksi atau memang ajalnya akan tiba," timpal Sebastian.


"Sepertinya mengarah ke nomor dua, biasanya orang yang akan menjemput ajalnya memberi tanda-tanda," ucap Luke lagi.


"Aku mendengar semuanya," kesal Keenan. Bisa-bisanya kedua temannya menggunjingnya berhadapan.


Pada saat itu, Pedro yang ikut bersama Keenan mendapat laporan jika Flo akan melahirkan.


Sebastian dan Luke tampak panik tapi Keenan dengan wajah datarnya bersikap santai seolah tidak terkejut sama sekali.


"Wanita hamil sembilan bulan pasti akan melahirkan, 'kan?" komentar Keenan.


"Coba lihatlah, setelah hampir satu tahun hidup tanpa Tessa, dia berubah seperti mayat hidup, aku takut Bass," ucap Luke dengan merangkul lengan Sebastian.


_


_


_

__ADS_1


_


Hari senin jangan lupa votenya ya gaes ya...


__ADS_2