
Albert terus mencuri pandang pada Tessa saat menikmati makan malamnya. Dia masih tidak percaya jika Tessa benar-benar menjalin hubungan dengan Keenan.
Setahu Albert, Tessa sangat membenci bosnya yang suka menyuruh-nyuruhnya melakukan hal di luar pekerjaannya.
Tapi sekarang dia melihat kedua orang itu tengah bersuap-suapan di depannya.
"Makanan dari tanganmu memang berbeda rasanya, Babe!" komentar Tessa saat menerima suapan dari Keenan.
"Rasa makanan dari tanganmu juga sering membuatku seperti seorang Kaisar," ungkap Keenan sambil mengingat momen di mana Tessa yang suka menyuapinya seperti bayi besar.
"Bilang saja kau mau menyiksaku!" batin Tessa kesal jika mengingat jiwa-jiwa budaknya pada Keenan.
Lucille memandangi keduanya bergantian lalu dia bertanya. "Apa kalian pernah melakukan permainan heart to heart?"
"Permainan apa itu?" tanya Tessa yang tidak mengerti.
Lucille tergelak, dia kemudian duduk di pangkuan Albert dengan bergelayut manja. "Ayo kita tunjukkan pada mereka sayang!"
"Aku suka matamu, goyanganmu dan aromamu!" Lucille meraba dada Albert sambil mencium leher suaminya.
"Aku suka tubuhmu, aromamu dan desahaanmu!" balas Albert yang langsung mencumbu Lucille.
Setelah itu, mereka mendekatkan hidung mereka dan saling menghendus satu sama lain.
__ADS_1
Keenan dan Tessa yang melihat semua itu sampai menjatuhkan sendok di tangan mereka karena syok.
"Aku tidak mau melakukan hal seperti itu," ucap Tessa.
"Aku juga," balas Keenan.
Mereka lebih baik ketahuan pacaran kontrak dari pada melakukan hal menggelikan seperti itu.
"Kalian harus mencobanya!" seru Lucille yang masih berada di pangkuan Albert.
"Maaf, sepertinya permainan itu tidak cocok untuk kami," tolak Tessa.
"Untuk pemula hanya cukup saling menatap dan mengungkapkan kesukaan kalian pada pasangan," jelas Lucille.
"Hanya mengungkapkan kesukaan bukan? Tidak perlu adu hidung dan menghendus seperti mereka," ucapnya.
Tessa mengangguk. "You first!"
"Apa ya? Aku sebenarnya tidak pandai berkata-kata tapi aku sangat menyukai senyumanmu. Saat aku gugup dan tidak percaya diri hanya dengan melihat senyumanmu, aku bisa kembali bersemangat," ucap Keenan memulai.
"Aku juga suka kau yang berhati lembut walaupun kau suka marah padaku, kau tetap memikirkan aku,"
"Dan kau benar-benar wanita yang tidak pernah aku bohongi Tessa!"
__ADS_1
Keenan sepertinya terlalu terbawa suasana dan menjadi serius apalagi dia saling menatap mata dengan Tessa.
"Sekarang giliranmu Tessa!"
Tessa langsung berdehem. "Aku suka saat melihatmu membaca laporanmu saat serius kau terlihat sedikit keren!"
"Aku juga kadang kesal pada diriku sendiri, aku selalu menuruti semua perintahmu walaupun aku tidak suka melakukannya,"
"Lalu aku berfikir kalau Keenan tidak seburuk itu, dibalik sosoknya yang kekanakan, aku melihat dia hanya kesepian dan butuh pengakuan!"
Tessa tersenyum dan mengelus pipi Keenan, dia kemudian menyatukan kening mereka.
"Aku yakin suatu hari, kau bisa menjadi pemimpin perusahaan yang baik dan bijaksana!" tambahnya.
Selama ini Keenan selalu berfikir jika Tessa selalu menganggapnya lelaki buruk mengingat gadis itu yang tahu dia luar dalam.
Tapi ternyata pikiran Tessa tidak seburuk itu mengenai dirinya.
Keenan merasakan debaran jantungnya semakin menjadi-jadi sampai dia sesak nafas.
"Astaga! Tidak... Tidak..." batin Keenan sambil memegang dadanya, dia terus berusaha bernafas dengan normal. "Sepertinya penyakitku semakin parah!"
"Pasti sekarang komplikasinya semakin akut, aku akan mati!!"
__ADS_1