My Sweet Girl

My Sweet Girl
My Sweet Girl


__ADS_3

Alvaro mentap jengah wanita yang saat ini berada di depannya. "Jadi, ada urusan apa kau datang kesin dan menemuiku? Aapa kau lupa jika aku sudah mempunyai istri, bahkan sekarang aku sudah mempunyai dua anak dari istriku tercinta.  Jadi tolong untuk tidak menggangguku lagi!"


Weny sedikit terkejut ketika mendengar Alvaro yang mengatakan hal setegas itu padanya. Karena selama ini, Alvaro selalu bersikap baik dan lembut padanya, meskipun Weny pernah membuatnya kecewa. Namun sepertinya saat ini Alvaro memang sudah benar-benar jengah dengan sikap Weny ini. 


"Al, aku datang kesini karena ingin mengetahui kabarmu saja. Apa tidak boleh aku menemuimu dan mnegetahui kabarmu saja" Weny menampilkan, wajah sedih. Namun sayang karena tidak akan pernah mempan bagi Alvaro.


"Sebaiknya kamu tidak perlu tahu lagi kabarku dan jangan pernah mencari tahu lagi tentangku,karena itu tidak ada gunanya lagi. Aku akan selalu baik-baik saja selama istriku ada bersamaku! Lebih baik sekarang kau keluar'


Weny benar-benar tercengang dengan ucapan Alvaro barusan. Dengan rasa kesal dan juga malu karena dirinya merasa sangat di permalukan oleh Alvaro.


"Apa kau tidak mengerti bahasaku?! Aku meminta kau pergi, kenapa masih diam disini?" Alvaro menatap dingin pada Weny yang masih duduk di depannya.


Weny akhirnya keluar dengan hati  yang benar-benar kesal atas perlakuan Alvaro padanya. Salah dia sendiri, karena dulu sempat tidak menerima perjodohan diantara dirinya dan Alvaro. Ternyata saat ini dia menyesal ketika melihat bagaimana ketulusan Alvaro pada istrinya. Pria itu benar-benar menunjukan sosok yang pria sejati yang hanya akan setia pada satu pasangannya. Dan pria seperti ini benar-benar sangat sulit ditemukan. Dan Weny merasa menyesal sekarang.


Alvaro mengusap wajah kasar, mengeleng  pelan melihat kelakuan Weny yang tidak mau menyerah untuk mencoba mendekatinya. Berfikir jika Alvaro akan berpaling dari istrinya. Jelas tidak akan, karena hanya Tami yang mencintainya tanpa syarat.


Malam ini Alvaro pulang ke rumah setelah dia menyelesaikan  cukup banyak pekerjaan hari ini. Alvaro  masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang masih terjaga diatas tempat tidur sambil membaca sebuah buku ditangannya.


"Sayang kok belum tidur?" Alvaro menghampiri istrinya dan mengecup kening istrinya dengan lembut. "...Aku 'kan sudah bilang jika hari ini akan pulang sedikit terlambat. Karena ini akhir bulan, jadi cukup banyak laporan yang harus aku periksa"


Tami memeluk suaminya yang berdiri disamping tempat tidur. Menempelkan pipinya di perut suaminya. "Aku tidak akan bisa tidur kalau kamu belum pulang"


Alvaro tersenyum, dia mengelus kepala istrinya itu. "Yaudah kalau gitu aku mau ganti baju dulu. Aku sudah mandi tadi sebelum pulang"


Tami mengangguk, dia melepaskan pelukannya dan menatap suaminya dengan manja. "Cepetan ya, aku sudah selesai datang bulan loh"


Mendengar itu benar-benar membuat Alvaro tersenyum girang. Dia segera berlalu ke ruang ganti untuk bersih-bersih dan berganti pakaian. Hingga dia benar-benar hanya melewatkan waktu beberapa menit saja untuk kembali masuk dan menghampiri istrinya dengan senyuman penuh arti.

__ADS_1


Tami tertawa melihat suaminya yang langsung memeluknya diatas tempat tidur. "Sayang, kok cepat sekali ganti bajunya?"


"Sudah ayo cepat buka bajumu!"


Tami menatap suaminya dengan menggelengkan kepala heran. Wajah  lelah Alvaro saat tadi pulang bekerja, benar-benar berubah seketika.


Dan malam ini benar-benar dilewati oleh Tami dan Alvaro dengan panjang.


...💫💫💫💫💫💫💫💫...


Akhir pekan tiba, dan pagi ini Tami sudah menyiapkan segala hal untuk acara piknik keluarga yang sudah direncanakan. Berangkat dengan menggunakan mobil travel. Tami benar-benar belum mengetahui kemana tujuan Alvaro membawanya dan keluarganya ini. Bahkan Alvaro menyuruh Tami membawa beberapa pakaian ganti. Sepertinya mereka bukan hanya satu hari saja pergi kali ini.


Setelah menempuh peerjalanan cukup panjang akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang berada di daerah puncak. Udara dan suasana ditempat ini masih sangat sejuk dan menyegarkan.


Tami tidak menyangka jika acara piknik keluarga yang direncanakan oleh suaminya akan pergi ke tempat yang cukup jauh juga dari kota. Tami fikir mereka akan piknik sederhana saja seperti di taman kota. Tapi tentu saja dia senang dengan apa yang dilakukan oleh suaminya ini. Ini adalah sebuah kejutan yang indah bagi Tami. Karena kebahagiaannya bukan harus hal yang mewah.


Tami mengangguk, dia menoleh dan menatap suamnya. "Sayang, terima kasih  ya karena sudah memberikan kebahagiaan ini untukku"


Alvaro mengecup kepala istrinya, dia tahu jika kebahagiaan istrinya hanyalah sederhana seperti ini. Makanya dia ingin membuat Tami bahagia saat ini. Dengan membawa istri dan keluarganya di sebuah villa di daerah puncak.


"Ayo kita masuk semuanya, untuk acara piknik yang diinginkan istriku biar kita adakan nanti sore saja. Sekarang kita istirahat dulu"


Ayah, Ibu dan Tante ikut msuk ke dalam Villa dengan Tante yang menggendong Ala dan Ibu yang menggendong Alqi. Semuanya telah mendapatkan kamar masing-masing di Villa ini.


Alvaro membawa istrinya masuk ke dalam kamar yang akan dia tempati. Dan sekarang Alavaro sedang memeluk Tami dari belakang. Berdiri di depan jendela besar yang ada di kamar mereka. Tami begitu senang saat dia menatap pemandangan diluar sana yang menyejukn setiap mata yang memandang.


"Sayang, ayo kita tidur dulu sebentar setelah melewati perjalanan cukup jauh, kamu pasti lelah"

__ADS_1


Bibirnya mengatakan untuk beristirahat, tapi nyatanya sebelum sampai di tempat tidur, Alvaro sudah mulai tidak tahan dan mulai mencium bibir istrinya. Dan seolah Tami yang juga tidak dapat mebolaknya, entah memang tubuhnya juga menginginkannya. Tami mengalungkan tangannya dileher Alvaro. Keduanya saling memberikan  luma*tan lembut. Seolah saling menunjukan perasaan cinta masing-masing.


Dan siang ini, benar-benar menjadi pengalaman pertama bagi Tami, karena melakukannya dilain tempat.


...💫💫💫💫💫💫💫💫...


Sore ini Tante, Ayah dan Ibu sedang berada di halaman Villa. Mereka menggelar tikar dan menyiapkan beberapa cemilan dan minuman. Mereka tertawa lucu saat si kembar yang begitu bahagia berlari-lari dijaga oleh pengasuhnya.


Yang memiliki rencana untuk acara ini,  malah belum terlihat sampai saat ini. Entah apa yang dilakukan sepasang suami istri itu di dalam kamar sampai belum keluar dari dalam kamar sampai saat ini.


Di dalam kamar, sepasang suami istri itu masih saling berpelukan dengan tubuh yang sama-sama polos. Tami menggeliat pelan, ketika dia membuka mata, maka pemandangan yang pertama dia lihat adalah wajah tenang suaminya yang sedang terlelap.


Tami mengelus dengan lembut pipi suaminya. Entah apa yang harus Tami katakan saat ini atas rasa bahagia yang dia rasakan saat ini. Memiliki suami yang begitu menyayanginya dan begitu tulus padanya.


Alvaro terbangun dan tersenyum pada istrinya. Dengan gerakan cepat tiba-tiba saja dia menggendong istrinya dengan.


"Ayo kita mandi bersama"


Dan barulah setelah mandi dan berganti pakaian. Tami dan Alvaro sampai di halaman Villa dan ikut bergabung dengan yang lainnya.Tami begitu bahagia melihat wajah-wajah bahagia dari keluarganya. Apalagi saat tingkah si kembar yang selalu membuat semua orang tertawa gemas melihatnya.


Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan aku kebahagiaan ini.


Alvaro menatap istrinya yang tersenyum membuat dia begitu bahagia. Tami adalah kebahagiaannya dan Alvaro juga kebahagiaan bagi Tami.


"Aku mencintaimu, My Sweet Girl" bisik Alvaro ditelinga istrinya yang tersenyum mendengar itu.


"Aku juga"

__ADS_1


...End......


__ADS_2