Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 10 ~ Mengemis ~


__ADS_3

Tasya keluar dari ruangan tempat di mana papanya di rawat dia tidak ingin papanya melihat wajahnya yang sedih terpaksa dia menyembunyikan kesedihan di hatinya saat ini dengan keluar dari dalam kamarnya.


Tasya duduk di kursi yang tidak jauh dari ruangan papanya disana dia mencoba berpikir mencari solusi untuk masalah biaya perobatan papanya.Dia sengaja tidak membawa ibunya ke rumah sakit karena dia tidak mau ibunya terlalu berpikir keras takutnya ibunya juga jatuh sakit nantinya.


"Dari mana aku mendapat uang sebanyak lima puluh juta untuk biaya operasi papa,kalau tidak di operasi takutnya papa semakin parah,sedih sekali menjadi orang yang tidak punya berguna ini,selama ini aku hannya mengabdikan diriku kepada suami ku hingga aku tidak bekerja dan sekarang aku tidak punya apa-apa." Ucapnya sambil menyeka air mata yang menetes di wajahnya.


Dia menyesal kenapa dia tidak bekerja selama ini,suaminya memang royal memenuhi semua kebutuhannya tapi dia jarang sekali memberinya uang dan perhiasan pemberian suaminya tidak mungkin dia jual takutnya wanita itu semakin marah dengannya.


Selama ini Tasya tidak pernah kepikiran untuk mencari kerja karena memang suaminya memenuhi semua kebutuhannya dia tidak menyangka sekarang ini dia butuh uang yang banyak untuk perobatan papanya.


"Lima puluh juta tidak mungkin mas Andre memiliki uang sebanyak itu." Ucapnya kembali dengan perasaanya yang bingung saat ini.


Beberapa kali Tasya menarik napas berat,dia benar-benar bingung mencari uang lima puluh juta,kalau pun dia pergi menemui suaminya dan meminta uang kepadanya melihat perubahan sikap suaminya dia tidak yakin pria itu memberinya uang.


Saat itu seorang perawat memanggilnya membuatnya kaget karena dari tadi pikirannya melayang jauh memikirkan uang lima puluh juta.Dia melupakan masalahnya dengan suaminya rasanya beban pikirannya sangat besar membuatnya pusing.


" keluarga pasien yang bernama Rahmad?"


"Saya suster ada apa?"


Tasya beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri perawat yang masih menunggunya.


"Orang tua anda harus segera di operasi bagaimana apa uangnya sudah ada,kalau terlalu lama menunggu takutnya penyakit papa anda semakin parah dan sulit untuk di tolong." Ucap wanita itu dengan wajah sedikit angkuh.


Seluruh tubuh Tasya rasanya gemetaran,dia tidak bisa membayangkan kalau sesuatu yang buruk terjadi kepada papanya.


"Saya akan segera mencarinya suster mohon menunggu." Ucap Tasya lalu keluar dari sana dengan pikiran yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Tasya ingin meminta tolong kepada suaminya tapi jauh di lubuk hatinya dia ketakutan takut mertuanya kembali mengatai keluarnya lintah tapi untuk saat ini dia tidak punya tujuan lagi hannya suaminya yang dia tau saat ini


"Haruskah aku memintanya lagi,kata-kata wanita itu sangat menyakiti tadi pagi tapi untuk saat ini aku tidak punya tujuan lagi selain dia." Ucapnya.


Tasya menarik napas panjang lalu pergi dari tempat itu menaiki mobil angkutan umum agar lebih murah ongkosnya.


Tasya langsung masuk ke dalam rumahnya saat melihat pintu terbuka sedikit,dia tidak memberikan salam terlebih dahulu.Saat dia masuk ke dalam rumah dia sangat kaget saat melihat ibu dan suaminya sedang berpelukan layaknya seorang seorang suami istri.


"Apa yang kalian lakukan di rumah ini?" Tasnya menghampiri mereka dan menatap keduanya dengan penuh tanda tanya.Hanna terlihat salah tingkah lalu dia memperbaiki bajunya yang sudah terbuka kancing bajunya beberapa biji.


Saat itu Tasya mencoba untuk tidak marah,dia sudah mulai mempelajari keduanya kalau mereka sedang menyembunyikan sesuatu darinya.Tasya tidak mau mencari masalah saat ini karena dia sangat membutuhkan bantuan suaminya saat ini.


"Kamu masuk ke dalam rumah tanpa ijin tidak sopan kamu?" Bentak Hanna tapi dia menyembunyikan kegugupan di wajahnya.


"Aku minta maaf Bu,aku tadi sedang buru-buru aku ada urusan sebentar dengan mas Andre." Ucap Tasya.Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu dan dia menahan rasa kecewa yang sangat dalam kepada suaminya di dalam hatinya.


Hanna terlihat menghela napas lega karena dia mengira kalau Tasya tidak menyadari apa yang mereka lakukan.


Tasya sebenarnya merasa takut kalau Hanna takut menghinanya lagi tapi untuk saat ini dia mencoba untuk menahannya dan menyimpan semua kecurigaannya terhadap suami dan mertuanya itu.


"Mas tolong pinjamkan aku uang lima puluh juta papaku ingin operasi dia butuh uang lima puluh juta,mulai besok aku akan bekerja dan aku akan mencicilnya kepadamu." Ucap Tasya dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Saat itu Hanna terdengar mendesis,sepertinya dia tidak suka dengan permintaan Tasya.Tasya menunduk ketakutan dia takut mertua dan suaminya kembali menghinanya.


" Aku minta maaf,tapi untuk saat ini aku tidak punya uang lagi,uang ku sudah habis untuk membayar belanjaan mama tadi.Maaf karena tidak bisa memberikan apa yang kamu minta." Ucap Andre saat itu wajah Hanna terlihat sangat senang mendengar penolakan kekasihnya.


"Tapi mas...Aku kan punya simpanan perhiasan yang dulu kamu beli,kita menjualnya sekarang mas tidak masalah kamu membuatnya jadi hutang asal kamu setuju aku mohon mas aku sangat butuh." Tasya benar-benar memohon bahkan wajahnya memelas dan air matanya menetes di hadapan Andre dan Hanna.

__ADS_1


Andre terdiam mendengar permohonan istrinya Tasya tau kalau suaminya tidak ada niat untuk membantunya dia sudah putus asa karena memang suaminya menolak secara halus.


"Aku minta maaf Tasya,aku ada hutang kepada pak Rudi satu kantorku,aku akan menjualnya untuk membayar semua hutang ku." Jawab suaminya dengan seribu alasan.


Kaki dan tubuh Tasya hampir terjatuh,dia sudah putus asa karena tidak bisa mendapatkan bantuan dari suaminya.Putus asa sudah Tasya karena tidak mendapat apa pun dari suaminya dia sengaja menutupi apa yang dia lihat barusan karena tidak ingin ada masalah ternyata semuanya itu tidak merubah apa pun dia tetap tidak mendapat apa pun dari suaminya.


Tasya keluar dari rumah suaminya dengan tubuh yang sangat tidak berdaya dia duduk di luar sambil menatap mobil yang lewat lalu lalang dari hadapannya.


Enggan sekali rasanya kembali ke rumah sakit dengan tangan kosong tapi dia tidak punya siapa-siapa lagi untuk saat ini karena dia hannya punya suaminya sementara saudara-saudara baik dari pihak kedua orang tuanya semuanya orang yang sangat sombong dan angkuh.


Sementara itu Hanna langsung memeluk tubuh Andre dan menciumi bibir pria itu,sadar pintu rumah masih terbuka dia segera berlari lalu mengunci pintu dari dalam.


"Sayang kamu memang pria yang sangat hebat aku semakin cinta kepada mu." Ucap Hanna lalu mulai menggoda pria itu.


Satu persatu baju yang mereka kenakan terlempar ke lantai mereka berdua tidak pernah lelah melakukanya selama hampir satu tahun tidak bertemu membuat Hanna sangat merindukan belaian Andre.


"Terus sayang...Ayo masukkan aku sudah tidak tahan kamu memang pria hebat papa mu tidak apa-apa dibanding kamu." Hanna terus mendesis sambil menikmati sentuhan demi sentuhan dari tangan Andre.


Mereka berdua memanfaatkan waktu selagi Tasya tidak di rumah mereka tidak sadar kalau hanna masih duduk di luar gerbang.


Sementara itu Tasya yang masih kebingungan di luar selalu mengabaikan panggilan dari rumah sakit dia tidak tega memberitahu kebenarannya kepada papanya dia takut memberitahu kalau dia tidak punya uang.


Disaat dia sedang kebingungan tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah suaminya dia berdiri menunggu tamu yang keluar dari dalam mobil ternyata seorang pria umur lima puluh tahun keluar dari dalam mobil dengan membawa koper yang tidak terlalu besar.


"Maaf pak anda siapa?" Tanya Tasya dengan penasaran lalu pria itu berdiri tepat di hadapannya


"Saya orang tua pemilik rumah ini dan kamu sendiri siapa?" Tanya pria itu kembali dengan raut wajah yang datar.

__ADS_1


"Ooh...Ini ternyata papanya mas Andre? kenalkan pa aku Tasya istrinya mas Andre." Jawab Tasya lalu menyodorkan tangannya untuk menyalami pria tua itu.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบbersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2