Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 14 ~ Acuh ~


__ADS_3

Handoko terus pura-pura tidur dia masih penasaran dengan semua rencana jahat yang akan di buat oleh istri dan anak kandungnya sendiri.Handoko tidak pernah menyangka hubungannya dengan Andre semakin memburuk karena godaan dari istrinya.


Handoko tau kalau istrinya lah yang sudah menggoda Andre hingga mereka memiliki hubungan yang begitu dekat bahkan Andre menghalalkan segala cara termasuk menikahi Tasya untuk menutupi hubungannya dari papanya sendiri.


" Mas kita ke kamar yuk biarkan saja papa mu tidur disini dan kamu harus mengusir wanita itu dari kamar mu,dia tidak pantas tidur di sana lagi." Ucap Hanna lalu menarik tangan Andre.


"Kenapa buru-buru sih ini masih jam berapa takutnya papa belom tidur."


"Sudahlah kalau dia sudah mengorok itu artinya dia sudah tidur pulas." Ucap Hanna lalu memainkan matanya dengan seperti memberi kode kepada Andre.


Andre dengan berat hati beranjak dari tempat duduknya,lalu mereka meninggalkan Handoko di ruang tamu mereka berjalan sambil berpegangan tangan dan saat itu Tasya keluar dari kamar mandi dan melihat mereka berdua dan matanya langsung tertuju ke arah tangan keduanya.


Walaupun Tasya sudah mulai tau tentang keduanya rasa kaget itu tetap masih ada dia menatap lama kedua tangan mereka yang bergandengan.


"Ada apa kenapa kamu seperti orang bingung kamu heran melihat aku dan Andre berpegangan tangan? kamu kaget tidak usah kaget kamu hannya perlu melihatnya dan menonton kalau kamu mau kamu bisa pergi dari rumah ini." Ucap Hanna kasar.


Andre menghempaskan tangan Hanna yang sedang memegangi tangannya dia merasa kesal dengan sikap Hanna yang begitu gegabah.


"Tasya kamu jangan pedulikan ucapan mama,dia memang kadang ada anehnya sekarang kita masuk kamar.Andre menarik tangan Tasya lalu mereka pergi meninggalkan Hanna yang terlihat bingung.


Tasya tersenyum dalam hati saat ini posisinya sedang menonton sebuah drama yang indah pria yang dulu begitu hangat dan perhatian bahkan pria yang tidak mau memberikan aku ijin untuk bekerja tidak lebih hanya seorang pria sampah yang sangat rendah.

__ADS_1


Sekarang dia baru sadar kalau selama ini Andre hannya memanfaatkan tenaganya untuk mengurusnya dan mencuci semua pakainya setidaknya dia tidak membayar pembantu di rumah hannya memberi makan dan membiayai sedikit saja.


"Ternyata aku sangat bodoh,bisa-bisanya dia mempermainkan diriku,sekarang aku baru tau kalau aku bukan lah wanita yang dia inginkan aku hannya pelengkap baginya selama ini bahkan dia menolak untuk memiliki anak dari ku." Ucap Tasya dalam hati.Dia menarik napas dalam-dalam lalu perlahan melepaskan napasnya dia tidak menyangka selama ini dia sudah menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna ini.


"Mas aku tidur di kamar samping,aku mau menenangkan diri ku." Ucap Tasya lalu pergi meninggalkan Andre di kamarnya.


Andre sebenarnya sangat emosi melihat Tasya entah kenapa dia sudah tidak sabar untuk menceraikan wanita yang dinikahinya beberapa bulan yang lalu.


"Kamu pikir aku tulus menciantai kamu,tidak sama sekali dasar orang miskin aku juga sudah muak melihatmu." Ucap Andre dan saat itu dia melihat pintu kamarnya terbuka.


"Mas kamu kenapa harus pura-pura baik kepada wanita itu,apa perlu kamu masih pura-pura baik kepadanya aku juga yakin papa sudah cerita kepadanya."


Andre menghela napas panjang lalu menatapnya dengan tatapan lirih.Dia tidak tau bagaimana mereka melanjutkan hidup mereka ke depannya yang jelas cinta di antara mereka semakin dalam saja.


Hanna pusing dengan masalah mereka akhirnya dia naik ke atas ranjang lalu dia mulai menggoda Andre seperti biasa.Hanna memang wanita yang memiliki hasrat tinggi dan dia sangat menyukai permainan yang sangat liar begitu juga dengan Andre dia sangat menyukai Hanna yang selau puas bermain dengan nya.


Mereka berdua kembali menikmati surga dunia yang selalu mereka nikmati setiap malam bahkan Hanna dan Andre tidak pernah puas melakukannya.


Malam semakin larut mereka sangat yakin kalau Tasya dan Handoko sudah tidur makanya Hanna tidak merasa segan untuk mendesah memuaskan hasrat.!


"Aahh mas...Ayo dong sayang aku sudah tidak tahan,kamu memang pria yang sangat hebat kamu tau apa yang aku inginkan."Hanna terus berbicara dengan nada yang begitu menggoda telinga Andre.

__ADS_1


Saat itu mereka tidak tau kalau Handoko mendengar ******* demi ******* yang keluar dari mulut Hanna.Handoko beberapa kali meludah dan memaki Hanna dalam hati tidak ada lagi cemburu di hatinya yang ada hannya kebencian yang sangat dalam.


"Hanna ...Nikmati saja semua yang kamu inginkan aku akan melihat bagaimana kamu melanjutkan hidup mu yang glamor tanpa aku,dasar wanita tidak tau untung." Ucapnya dalam hati.Saat dia akan kembali ke sopa tiba-tiba Tasya yang setengah sadar menabrak tubuhnya.Tasya sangat kaget matanya langsung terbuka sempurna saat melihat mertuanya.


"Pa..."Handoko menutup mulut Tasya agar tidak mengeluarkan suara karena dia takut Hanna dan Andre mendengar suara mereka.


"Dengarkan suara ******* suami mu itu kamu jangan berisik." Ucap Handoko Tasya langsung pokus mendengar suara yang di katakan mertuanya benar saja dia mendengar suara Hanna yang terus mendesah di kamar mereka.


Jujur saja Tasya sangat kaget ini pertama kalinya dia mendengar suara suaminya dengan wanita lain ternyata semua yang di katakan mertuanya ada benarnya.


"Sekarang kamu sudah tau...Kamu hannya di manfaatkan oleh suami mu jadi kamu tidak perlu marah karena dari awal dia tidak menciantai kamu dia hannya menjadikan kamu boneka,dia hannya mencintai Hanna istriku." Ucap Handoko.


Tasya langsung pergi meninggalkan ruang tamu dia tidak kuat mendengar suara kenikmatan yang di keluarkan Hanna dan entah kenapa dia sangat membenci suaminya dan merasa jijik kepada suaminya.


Tasya menangis sendirian di kamarnya dia tidak bisa membayangkan semau perbuatan suaminya,Sekarang semuanya sudah berubah tidak ada lagi cinta di hatinya yang ada hannya kebencian.


"Apa salah dosaku hingga aku yang tulus di bohongi oleh suamiku apa aku begitu polos di mata suamiku hingga dia tega melakukan semua ini ternyata semua kebaikannya hannya sebuah kebohongan saja." Ucapnya sambil menangis sesenggukan.


Keesokan paginya Tasya bangun seperti biasa dia mulai memasak dan saat itu Hanna juga sudah bangun.


"Tasya lebih baik kamu mencuci pakaian yang ada di kamar mandi biar aku saja yang memasak karena aku lebih tahu apa yang disukai suamiku dan juga anakku." Ucap Hanna.Dia melakukan Karena dia sudah memiliki rencana jahat untuk suaminya dia sudah tidak sabar ingin menyingkirkan pria tua itu.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2