Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 15 ~ Pergi bersama mertua"


__ADS_3

Tasya terdiam mendengar pertanyaan yang di lontarkan mertuanya,benar apa yang di katakan pria itu entah sampai kapan dia harus bersama dengan pria yang sudah membohongi dirinya dan pura-pura mencintainya selama ini.


Andre menuruti semua keinginannya selama ini memanjakan dirinya dan bahkan memberikan bantuan materi kepada orang tuanya,dia mengira Andre melakukan semua ini itu karena suaminya menciantai dirinya ternyata hannya sebuah sandiwara kecil dari suaminya.


Sakit hati sudah pasti wanita mana yang tidak sakit hati melihat pria menipunya habis-habisan tapi mau gimana lagi hanya satu yang bisa dia lakukan saat ini mungkin bercerai dan mencari pekerjaan agar baja membantu kedua orang tuanya juga.


"Aku juga tidak tau papa,mungkin aku harus berpisah dari mas Andre,aku harus mencari pekerjaan agar bisa membantu kedua orang tua ku." Ucap Tasya dengan wajah yang terlihat sedih.


Handoko menghela napas berat,dia memang sangat kagum melihat sikap Tasya dia begitu berbakti kepada kedua orang tuanya entah kenapa Andre begitu kejam menyakiti perasaannya.


Tidak ingin melihat kesedihan di wajah Tasya Handoko ingin mengajak Tasya keliling kota setidaknya untuk menghibur Tasya yang sedang terluka karena pengkhianatan suaminya.


"Tasya kalau kamu tidak keberatan bisa kah kamu menemaniku mengelilingi kota ini,sudah lama aku tidak berlibur aku juga frustasi karena perbuatan Andre dan Hanna aku tidak menyangka Andre tega menyakiti perasaan ku padahal dia pasti tau kalau aku tidak pernah menyakiti ibunya dulu."Ucap Handoko.Tasya terlihat ragu-ragu dia merasa sungkan pergi berduaan dengan mertuanya sendiri.


Dari segi wajah dan postur tubuh Handoko memang masih sangat sehat bahkan dari wajahnya orang tidak akan tau kalau dia sudah punya menantu.


"Baiklah pa..Aku ganti pakaian dulu." Ucapnya lalu Tasya pergi meninggalkan Handoko di ruang tamu.


Mereka berdua meninggalkan rumah,untungnya rumah Andre tidak dekat dengan orang-orang bodoh yang suka mengurusi hidup orang hingga mereka bisa hidup damai tanpa di urusi orang lain.


Sepanjang jalan Tasya hanya bisa diam,dia sebenarnya sangat sungkan duduk bersebelahan dengan mertuanya tapi berhubung karena mertuanya yang sudah mengajaknya dengan terpaksa dia harus menemani pria itu.

__ADS_1


"Sebenarnya papa sedang ada proyek pembangunan supermarket di kota ini,tapi Andre tidak tau sama sekali tentang itu semua papa tidak ingin mewariskan semua harta papa untuknya karena dia hannya seorang pengkhianat." Ucap Handoko memulai obrolan.


"Hanna juga wanita yang tidak tau diri,papa begitu baik kepadanya menuruti semua keinginannya bahkan membantu usaha papanya yang hampir bangkrut setiap tahunnnya tapi dia tidak sadar akan hal itu." Handoko mulai menceritakan semua kebusukan istri keduanya wajahnya tampak sedih.


"Bagaimana bisa papa menikahi wanita yang masih sangat muda pa?"


"Itu karena keluarganya tidak mampu membayar utangnya yang tiga ratus juta kepada ku,mereka memaksa ku untuk menerima Hanna dan saat itu Hanna juga selalu menggodaku agar aku mau menikahinya tapi setelah kami menikah beberapa bulan dan dia bertemu dengan Andre perasaanya berubah dia juga menggoda Andre dan beberapa kali dia masuk hotel dengan Andre.


Aku berusaha memaafkan dirinya dan mengampuni semua kesalahannya tapi dia semakin keterlaluan,dia semakin terang-terangan melakukannya dengan Andre di rumahku tapi sayangnya Andre tidak jujur bahkan dia pergi ke kota setahun yang lalu dan mencari kerjaan di kota saat itulah untuk membohongiku dia menikahi mu agar semua kebohongannya tidak terungkap dia sangat mengharapkan harta warisan dariku."


Handoko menceritakan semuanya dia menghela napas lega seakan semua beban pikirannya hilang begitu saja.


Mereka sampai di sebuah proyek yang sangat besar,disana sudah banyak bekerja yang sedang sibuk mengurusi pembangunan supermarket itu.Tasya begitu kagum melihat bangunan yang belum terlihat bentuknya tapi dari luas bangunannya sudah bisa di tebak kalau bangunan itu akan besar nantinya.


"Papa ini proyek yang papa bilang?"


"Iya mari kita lihat semoga selesai dalam tahun ini aku juga ingin menjual semua tokoku yang ada di Surabaya tapi aku merasa sayang sepertinya lebih baik aku kontrak nanti tokonya kepada orang lain." Ucap Handoko sambil melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Tasya.


Seorang pria berlari menghampiri mereka saat Handoko sampai di lokasi bangunan itu,Handoko cukup puas melihat kinerja pria itu.


"Bos...Anda sudah datang? inikah nyonya bos?" Tanya pria itu sambil menatap Tasya.Wajah Tasya berubah merah dia sangat malu saat pria itu mengira kalau dia istri dari mertuanya.

__ADS_1


"Iya...Iya kita jalan kesana." Jawab Handoko asal membuat Tasya semakin salah tingkah.


"Gila bagaimana bisa pria itu mengira aku istrinya apa wajahku setua itu hingga dia mengira kalau aku ini istrinya." Ucapnya dalam hati sambil mengikuti langkah kaki mereka berdua.


Mereka mengelilingi seluruh bangunan itu kaki Tasya hampir copot saking dia kelelahan mengikuti mereka terus dari belakang Tasya sudah hampir tidak mampu untuk berjalan akhirnya dia menghentikan langkah kakinya.


"Sudah kami akan segera pulang kamu bisa kembali bekerja hubungi aku kalau ada masalah." Ucap Handoko lalu menghampiri Tasya yang sedang duduk disebuah batu.


"Kenapa kamu harus mengikuti ku kalau kamu tidak mampu jalan kamu kan bisa tadi tinggal di dalam mobil." Ucap Handoko lalu membantu Tasya untuk berdiri.


"Sudah pa aku saja." Tolak Tasya tapi Handoko mengabaikan penolakannya dan terus membawanya ke dalam mobil.


Kali ini Tasya merasa kepalanya benar-benar sangat besar bagaimana bisa mertuanya memapah dirinya untuk masuk ke dalam mobil karena memang kakinya sudah tidak bisa berjalan karena sakit yang dia rasakan dan bahkan sampai luka.


"Sudah papa..Aku masih bisa jalan papa tidak perlu melakukan itu." Tasya masih berusaha untuk menolak tapi Handoko tetap membawanya hingga mereka sampai di dalam mobil.


"Kenapa....Kamu harus merasa sungkan saat aku memapah mu? apa karena kamu masih ada perasaan kepada Andre?"Tanya Handoko.Tasya merasa sedikit aneh dengan pertanyaan yang di lontarkan mertuanya dia menoleh ke arah mertuanya dan menatapnya dengan tatapan aneh.


"Aku tidak mencintainya lagi pa..Aku hannya menunggu waktu saja untuk meminta cerai dari pria itu dan bahkan aku sudah menolak untuk tidur di kamar yang sama dengannya." Jawab Tasya.Handoko tampak tersenyum mendengar ucapan menantunya entah kenapa tiba-tiba dia merasa aneh dengan perasaanya saat dia memapah menantunya itu.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2