Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 13 ~ Rencana jahat ~


__ADS_3

Hanna mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan suaminya dia sudah berusaha bersikap manja kepada suaminya ternyata pria itu malah mengabaikan dirinya dan pesona yang dia berikan.Wajahnya memerah saat melihat penolakan halus dari suaminya dia langsung saja duduk di samping Handoko.


Andre tersadar dari rasa kagetnya melihat kehadiran papanya di rumahnya,saat itu dia menarik pergelangan tangan Tasya lalu membawanya ke dalam kamar mereka.


Tasya menghempaskan tangan suaminya dengan kasar dari pergelangan tangannya lalu menatapnya dengan tatapan sinis.


" Sudah berani kamu ya melawanku,apa kamu sudah merasa hebat saat ini?" Ucap Andre.Dia tidak menyangka istrinya yang selalu menuruti keinginannya ternyata berani melawannya.


"Apa tujuan mu membawaku ke sini katakan,aku tidak mau membuang waktu karena aku masih sibuk." Ucap Tasya tak gentar sedikit pun dengan apa yang di katakan oleh suaminya.


Perlahan perasaanya yang dalam terhadap suaminya hilang sedikit demi sedikit, seiring dengan semua kebohongan yang sudah di buat suaminya terhadapnya dan semua hinaan yang dia terima selama ini dari suaminya sejak kedatangan pelakor murahan yang ada di hadapannya.


Wanita itu memang sangat pintar bersandiwara,bagaimana bisa dia menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ku andai kata pun Andre menyukai dirinya sebagai seorang wanita tidak seharusnya mereka berdua memanfaatkan dua orang yang tidak berdaya.


"Aku hannya mau bilang jangan pernah berbicara sesuatu yang tidak perlu kepada papaku,kalau kamu sampai membuat kesalahan aku tidak segan-segan mengirim mu ke neraka."Ancam Andre lalu pergi meninggalkan Tasya yang berdiri tidak berdaya di dalam kamar.


Andre sengaja menabrak tubuh Tasya hingga dia terdorong ke samping dia hampir tidak percaya suaminya sanggup berbicara kasar seperti itu bahkan bersikap kasar dengannya.


"Mas kamu kepala tiba-tiba ingin liburan? biasnya kamu selalu sibuk dengan bisnismu apa kamu sudah bosan kalau sudah lelah sudah seharunya kamu pensiun mas dan kamu bisa memberikan semua bisnismu untuk Andre anak kamu." Ucap Hanna bersikap seolah dia ibu tiri yang paling baik di dunia ini.


"Begitu ya....Kamu ingin Andre yang mengontrol usaha ku?" Tanya Handoko dengan wajah tenang dia tidak mau lagi terpengaruh dengan wanita ****** yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mau juga aku tidak papa toh aku tidak punya untung apa pun kalau kamu mempercayai semua hartamu untuk dia." Jawab Hanna munafik.


Saat itu Andre baru saja keluar dari dalam kamar dan menghampiri keduanya, dia menatap Hanna sambil memainkan matanya seakan memberi kode kepada pria itu.Pada saat itu Tasya datang dari belakang sambil membawa segelas kopi untuk mertuanya dia memang wanita yang sangat perhatian.


"Papa,ini kopinya silahkan dinikmati." Ucap Tasya lalu meletakkan minuman itu di hadapan mertuanya.


"Mana minuman untukku,dasar menantu bodoh kamu bisa membuat minuman untuk mertua lelakimu tapi kamu tidak tau membuat minuman untuk mertua perempuan mu dasar menantu tidak berguna." Makinya membuat Handoko murka.


Dia meminum kopinya lalu meletakkan gelas di atas meja dengan sangat kasar membuat Tasya ketakutan.


"Kamu ambil sendiri,apa kamu tidak punya tanah dan kaki hingga kamu harus dilayani apa kamu lupa tugas mu sebagai seorang istri...Hanna kamu jangan lupakan dari mana kamu berasal jangan membuatku benar-benar marah kamu bisa menyesal nantinya." Ucapnya dengan sangat emosi.


Hanna sedikit takut dan juga malu atas sikap suaminya karena telah mempermalukan dirinya di hadapan Tasya dan juga Andre pria yang sudah di puja nya,dia sangat malu saat itu.


Hanna semakin marah dan kesal kepada suaminya yang sudah berani memuji Tasya di hadapannya padahal selama ini dia tidak pernah menganggap Tasya sebagai menantunya dia hannya menganggap Tasya sebagai musuhnya di dalam rumah itu bahkan dia selalu mencuci otak Andre untuk membencinya semakin dalam.


Saat mendengar ucapan papanya Andre lansung menunduk malu,dia tidak tau kenapa tiba-tiba papanya memuji istrinya di hadapannya.Hanna yang sudah kesal meninggalkan tempat itu lalu pergi ke kamar dia pura-pura marah agar suaminya membujuknya dia mengira kalau Handoko masih memujanya sampai saat ini dia tidak sadar kalau Handoko sudah membencinya melebihi apa pun.


"Tasya ambilkan bantal dan selimut untukku,aku mau istrahat aku sangat mengantuk." Ucapnya pura-pura dia ingin melihat sejauh mana keberanian Andre dan Hanna dirumah itu saat dia bersama mereka.


" Papa tidak makan malam lagi?"

__ADS_1


"Tidak aku sudah kenyang kamu juga bisa istrahat satu harian ini kamu pasti kelelahan mengurusi operasi papamu." Ucap Handoko.


Tasya berjalan ke dalam kamar lalu mengambil selimut dan bantal untuk mertuanya,sebenarnya dia ingin menyuruh mertuanya tidur di kamar tamu bersama Hanna tapi dia takut mertuanya itu marah.


Setelah Tasya memberikan bantal dan selimut Handoko pura-pura tidur tidak lama kemudian dia pura-pura mengorok.Andre yang ada di sana lansung duduk di sopa dia tidak tau harus bagaimana yang jelas dia sangat emosi melihat istri dan papanya yang sedikit dekat.


"Apa wanita itu pura-pura mendekati papaku agar dia lama tinggal di rumah ini,dari mana mereka bisa bersama?" Tanya nya dalam hati dan saat itu Hanna keluar dari dalam kamar karena dia tidak melihat suaminya datang.


"Mas dia sudah tidur,ada apa dengan papa tidak biasnya dia acuh seperti ini,apa dia tau sesuatu tentang kita dari istrimu yang kurang ajar itu?" Tanya lalu dia duduk di samping Andre.


Handoko membuka lebar-lebar telinganya dia ingin melihat sampai di mana mereka berdua membuat rencana makanya Hanna begitu berani menyuruhnya untuk memberikan semua hartanya.


"Mas sudah lama ya si tua bangka ini tidur,dia tidur persis seperti babi,kalau bukan karena hartanya aku tidak sudi seranjang dengan pria bau tanah seperti dia."


"Ssstt....Kamu berisik banget sih kamu mau dia mendengar kata-kata mu?".


"Dia kan sudah tidur lihat saat dia tidur saja dia persis seperti babi,mana mungkin dia belum tidur,aku benar-benar muak dengannya aku sudah tidak mau lagi hidup bersamanya aku maunya sama kamu,mas...Bagaimana kalau kita mengakhiri hidupnya saja semua hartanya akan jatuh kepada kita dan kita bisa hidup bahagia." Ucap Hanna dia benar-benar nekat ingin membunuh suaminya itu.


Andre mengabaikan kata-kata istrinya dia menatap papanya dari ujung kaki sampai kepala,dia melihat papanya masih sangat sehat.


"Benar apa yang di katakan Hanna dipikir-pikir papa tidak akan mati kalau mereka tidak menghabisinya secepatnya apalagi dia sudah malas bekerja dengan orang lain.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบbersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2