Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 32 ~ Sedih ~


__ADS_3

Handoko membawa kursi rodanya ke menuju kamar yang sebelumya di tempatnya,dia duduk di dekat jendela lalu menatap keluar dengan tatapan kosong.Pikirannnya melayang jauh ke Surabaya dia sudah yakin anaknya kembali ke kota itu di takut anaknya sudah menjual semua aset miliknya.Andai saja dia sudah sembuh dan kembali seperti sedia kala dia akan terbang sendiri kesana lalu menemui Andre dan juga Hanna dia ingin memberi pelajaran kepada manusia durhaka itu.


Saat ini yang bisa dia lakukan adalah pokus untuk pengobatan kakinya dia ingin kakinya kembali seperti sedia kala agar dia bisa menikah dengan Tasya.


Tok....tok...tok


"Masuk..."


Tasya mendorong pintu yang tertutup dan hannya ada celah sedikit dia sudah membawa nampan yang berisi makanan.


"Pak makan dulu,habis ini aku mau pulang ke rumah orang tuaku sudah lama aku tidak menemui mereka aku merindukan orang tua ku." Ucap Tasya lalu memberikan piring yang berisi nasi dan lauk agar mantan mertuanya itu bisa makan sendiri.


Setelah semuanya di rasa beres Tasya meninggalkan Handoko di dalam kamarnya lalu dia kembali ke kamarnya dan mandi.Setelah berganti pakaian Tasya pamit kepada Handoko sebenarnya dia belom berani meninggalkan pria itu sendirian di dalam rumah karena dia belum pulih seutuhnya.


"Pa..Aku pergi dulu ya,nanti sore aku balik lagi kesini." Ucap Tasya lalu menyalami tangan mantan mertunya.Saat itu Handoko langsung memberikan kartu ATM miliknya kepada Tasya.


"Ambil ini,kamu bisa mengambil uang kepada lalu kamu berikan kepada orang tua mu." Ucap Handoko.Tasya masih diam dia merasa segan saat mantan mertuanya itu dengan berani memberinya kartu ATM miliknya padahal dia belom tau dimana dia tinggal.


"Papa percaya kepada ku,hingga papa memberikan kartu ini kepada ku?" Tanya Tasya.Handoko menatapnya dengan tatapan sayu lalu tersenyum kecil kepdanya.

__ADS_1


"Tentu saja aku percaya,kalau pun kamu tidak kembali kesini kamu berhak mendapatkan itu karena kamu sudah lama menghabiskan waktu untuk mengurusku.Sudah kami tidak perlu berpikiran macam-macam intinya kamu harus cepat pulang karena aku sangat membutuhkan mu." Ucap Handoko lalu meraih tangan Tasya dan menyerahkan kartu itu langsung.


Tasya mengambilnya dengan terpaksa,selain memang dia butuh dia juga ingin memberikan uang kepada orang tuanya yang mungkin sudah kesusahan.Tasya kembali ke rumahnya dengan menaiki taksi yang sudah dia pesan sebelumnya sesampainya di depan rumahnya dia membayar taksinya lalu segera keluar dari dalam mobilnya.


Depan rumahnya sangat sepi,sepertinya tidak ada orang disana Tasya buru-buru masuk dan untungnya pintu tidak di kunci.


"Bu....Bu..."Tasya pergi ke dapur dan mencari ibunya tapi dia tidak menemukan ibunya hingga terpaksa dia masuk ke kamar papanya.


"Pa....."Tasya mendorong pintu di atas meja dia melihat makanan dengan lauk sayur bayam dan tempe kering melihat itu hati Tasya benar-benar teriris lama dia tidak kembali dan memberikan uang kepada orang tuanya ternyata orang tuanya sangat menderita dan bahkan papanya yang sakit hannya makan pakai tempe dan sayur bening.Sardi membuka mata lalu dia berusaha untuk bangun hingga dia batuk-batuk.Tasya duduk di pinggiran ranjang lalu membantu papanya untuk bangun.


Dia sangat sedih melihat keadaan orang tuanya,dulu saat Andre belum menceraikan dia dan belum ketahuan semua rahasianya pria itu rutin membantu orang tuanya hingga bapaknya yang sudah sakit-sakitan berhenti bekerja.


"Ibu mu sudah bekerja di rumah ibu RT,sudah hampir satu bulan tapi dia sudah tidak ada lagi gaji karena utang ibumu sudah sangat banyak kepada mereka." Jawab papanya.


Tasya keluar dari dalam kamar,dia pergi menuju rumah makan Padang yang banyak di sukai orang lalu membeli satu bungkus makanan untuk papanya.Sebelum dia kembali ke rumahnya dia terlebih mampir ke rumah Bu RT untuk menjemput ibunya.


Hatinya semakin terluka saat mendengar sungutan ibu RT kepada ibunya,dia tidak menyangka kedua orang tuanya mengalami hal yang sangat menyedihkan selama ini.


" Kalau kamu tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik lebih baik kamu bayar hutang mu setiap hari kamu melakukan kesalahan aku sudah muak dengan mu." wanita itu terus mengomel walau ibunya sudah meminta maaf beberapa kali.

__ADS_1


Tidak tahan lagi mendengar semua ocehan wanita angkuh itu Tasya lansung mendorong pintu,dia tidak peduli lagi apa pun yang di katakan wanita itu saat dia masuk tanpa permisi.


"Berapa hutang ibuku biar aku bayar,sombong sekali anda padahal hannya RT saja tapi kamu keterlaluan sekali." Ucap Tasya.


Kedua wanita itu langsung menoleh ke asal suara itu,ibunya tampak panik lalu dia beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Tasya yang berdiri dengan wajah yang sangat marah.


" Hmm hutang ibuku delapan ratus ribu dan dia baru bekerja satu bulan gajinya hannya lima ratus ribu sebulan karena dia tidak bisa melakukan apa pun silahkan bayar sisanya yang tiga ratus dan kamu sebagai anak berbaktilah kepada orang tua mu." Ucap Wanita itu dengan wajah angkuhnya.


Tasya mengabaiakan kata-kata wanita itu lalu dia mengambil uang tiga ratus ribu dari tasnya lalu dia menyerahkan uang itu kepada wanita itu.


"Gaji yang kamu berikan benar-benar tidak layak semoga kamu selalu menjadi orang sukses agar kamu tidak di rendahkan orang suatu saat." Ucap Tasya lalu dia menarik tangan ibunya keluar dari rumah itu.


Tasya sangat marah saat ibunya diperlakukan tidak hormat oleh orang lain,hatinya bagai tersayat pisau yang sangat tajam.


Selama ini dia begitu sibuk mengurusi Handoko hingga dia lupa dengan kedua orang tuanya yang sangat membutuhkan dirinya.


"Bu...Aku minta maaf karena selama ini aku begitu sibuk hingga tidak pernah mengunjungi kalian." Ucap Tasya saat mereka sedang di jalan.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2