
Handoko terlihat begitu bahagia,tidak lama lagi mall miliknya akan dibuka,dia tidak menyangka semuanya berjalan dengan lancar meskipun beberapa bulan ini dia sedang di uji dengan masalah yang begitu rumit.
Tasya dan Handoko mengelilingi proyek yang hampir selesai,Tasya juga turut bahagia atas pencapaian yang diraih oleh pria yang akan melamarnya.Sebenarnya sampai saat ini sedikit pun tidak ada perasaan dihatinya untuk Handoko tapi dia akan berusaha menerima cinta dari pria itu.
"Tasya apa kamu suka dengan gedung ini?" Tanya Handoko, mereka berjalan sambil mengelilingi gedung,Handoko menggandeng tangan Tasya hingga membuat Tasya salah tingkah.
" Hmm,iya." Jawab Tasya dengan nada sedikit gemetaran dan salah tingkah.Handoko sangat bahagia karena tidak lama lagi mereka akan menikah dan hidup bahagia.
Handoko sangat bahagia, di umurnya yang sudah menginjak hampir lima puluh lima tahun akhirnya dia menemukan wanita yang benar-benar tulus kepadanya,setelah dia gagal di pernikahannya yang kedua.
__ADS_1
" Papa...Kita kembali ke rumah aku sudah mulai lelah."
"Oke...Kita pulang." Jawab Handoko lalu mereka meninggalkan gedung itu dan masuk ke dalam mobil.Sepanjang jalan keduanya hannya diam Tasya enggan untuk memulai obrolan dengan calon suami keduanya.
Sementara itu di Surabaya,Hanna sedang menunggu Andre kembali dari tokonya sudah beberapa hari ini hubungan mereka tidak berjalan dengan baik,itu karena Andre selalu menghindari Hanna.
Pria mana yang mau dengan Hanna yang umurnya sudah jauh berbeda,semenjak Andre tidak pernah memberinya uang untuk perawatan,kulit Hanna benar-benar berubah jelek,wajahnya di penuhi bintik hitam dan garis-garis halus mulai terlihat di wajahnya.
"Kamu sudah pulang Andre? aku mau bicara." Ucap Hanna mencegat Andre saat dia ingin masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa lagi sih? kamu tidak punya rasa malu ya...Atau kamu sudah tidak normal lagi...Coba kamu berdiri di depan kaca dan lihat wajahmu apa kamu masih pantas bersanding dengan ku? kamu benar-benar menjijikan kamu wanita tidak punya harga diri." Maki Andre hingga membuat hati Hanna sangat terluka.
Dia meneteskan air mata saat pria yang sangat dia cintai memaki dan merendahkan harga dirinya,rasanya terlalu sulit baginya melupakan pria itu,hatinya yang paling dalam ingin menyingkirkan pria itu tapi rasa jahat di hatinya dikalahkan oleh rasa cinta yang sangat dalam terhadap pria itu.
"Andre...Kamu sadar tidak,wajahku tua seperti ini itu semua karena kamu yang membuatnya,kenapa...Kenapa kamu tidak pernah memberikan uang lagi,kenapa cinta di hatimu pergi setelah kamu mendapat kan semua harta orang tuamu." Pekiknya hingga suaranya hampir tidak terdengar.
"Kalau kamu sanggup mengkhianati papaku,suatu saat mungkin kamu juga akan mengkhianati ku, kurang baik apa papa kamu kamu tapi apa kamu malah membunuhnya demi pria lain." Ucap Andre lalu menghempaskan tangan Hanna yang menahan tangannya hingga dia terjatuh ke lantai.
Hanna tidak tau lagi harus bagaimana,nasi sudah menjadi bubur,dulu Handoko begitu memanjakan dirinya dengan menurut semua keinginannya tapi sekarang dia tidak lebih dari seorang wanita jahat dan kejam.
__ADS_1
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ