Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 63 ~ Aku akan memiliki mu ~


__ADS_3

Handoko menoleh ke arah Tasya,lalu tersenyum kecil membalas pertanyaan Tasya dia memutuskan untuk tidak mempercayai ucapan Hanna apa pun yang terjadi.Handoko mendekati Tasya lalu duduk di sampingnya setelah itu menggenggam jari tangan Tasya dengan erat.


" Aku minta maaf ya sayang,aku tidak bermaksud untuk menghindari mu tapi beberapa hari ini pikiran ku sedang suntuk aku tidak mau kamu juga ikutan suntuk kalau aku cerita kepada mu."Jawab Handoko berbohong.


"Benaran? kamu tidak berbohong kepadaku,terus !!saat kamu menghindari tanpa menjelaskan apa pun apa itu tidak membuatku suntuk!!,pa kalau ada sesuatu yang membuatmu frustasi sebaiknya kamu cerita kepada ku mana tau aku bisa bantu jangan pendam sendirian itu akan membuatmu semakin cepat menua." Ucap Tasya.Handoko terharu dengan kata-kata yang diucapkan Tasya tanpa sengaja dia memeluk Tasya dengan lembut.


"Maafkan aku sayang,aku memang sudah tua tapi pikiran ku bisa membuatku seperti anak-anak ucap Handoko sambil memeluk tubuh Tasya.Di saat yang bersamaan Hanna baru saja sampai ke rumah setelah dia bertemu dengan orang tua dan adiknya.


"Sepertinya hasutan ku tidak berguna untuk pria itu,hubungan mereka sudah kembali membaik,hmm sulit sekali,memisahkan mereka." Ucapnya lalu dia pergi ke kamar Andre.


" Apa kamu butuh sesuatu,aku akan ambilkan untukmu?" Tanya Hanna saat dia sudah berada di depan pintu sambil memandangi Andre yang sedang rebahan dari tadi wajahnya pucat dan tubuhnya sedikit gemetaran.


"Ambilkan aku air putih,sepertinya aku kurang enak badan,"Ucapnya dengan nada lemah.Hanna keluar dari dalam kamar lalu dia menutup pintu sebelum menutup penuh pintu dia memandangi tubuh lemah Andre dengan senyum jahat di wajahnya.


"Mampus,berterima kasihlah kepada ku Andre,aku akan mengantar mu ke neraka jahanam,karena di dunia ini pun kamu sudah tidak berguna selain menambah beban Handoko." Ucapnya dalam hati lalu dia segera menutup pintu dan pergi ke belakang.


Dia menuangkan segelas air putih ke dalam gelas,sebelum memasukkan sedikit sianida,dia menelusuri seluruh dapur dengan matanya untungnya saat itu tidak ada orang sama sekali.


Hanna sengaja memasukkan sedikit demi sedikit racun sianida ke dalam minuman Andre agar dia mati seolah-olah sakit jantung atau apa pun itu,Hanna sudah mempelajari semuanya dari sebuah video yang ada di aplikasi merah.


Setelah dia masukkan sedikit racun dia membawa minuman itu ke dalam kamar Andre setelah itu dia membantu Andre bangun dari tidurnya dan memaksanya menghabiskan semua isi gelas.

__ADS_1


"Entah kenapa rasanya aku kehabisan tenaga,aku tidak bisa melakukan apa pun dikamar ini bahkan untuk jalan pun kaki ku tidak kuat." Ucap Andre dengan nada lemah.


"Mungkin kamu sedang sakit,ya sudah kamu istrahat saja aku akan keluar dari kamar ini tidak enak orang melihat kita di kamar ini." Ucap Hanna lalu dia segera keluar dari dalam kamar dan menutup pintu.


*****


Hari berjalan begitu cepat Hanna pura-pura bekerja dengan baik di rumah itu,tidak ada yang curiga di rumah itu kalau dia telah memberikan racun kepada Andre setiap hari hingga tubuh pria itu benar-benar sakit dan dia tidak mampu lagi untuk melakukan apa pun.


Hari ini Hanna sejak pagi sudah meninggalkan rumah,tidak ada yang tau dia pergi kemana pun karena dia tidak pamit sama sekali.


"Kemana sih Hanna,bisa-bisanya dia meninggalkan rumah dan tidak pamit aku kan jadi capek melakukan semua pekerjaan rumah!!" Sungut pelayan yang menggantikan pekerjaan Hanna.


"Tapi aku takut,dia sangat menakutkan."


"Sudahlah dia tidak akan marah kalau kita tidak menganggunya." Jawab Marni lalu dia segera meninggalkan rekannya itu di ruang tamu.Wanita itu segera melakukan semua pekerjaanya,hingga akhirhya sampai di kamar Andre. Dengan lembut dia mengetuk pintu kamar Andre hingga beberapa kali tapi sampai ketukan kesekian kalinya sama sekali tidak terdengar suara dari dalam kamar membuat pelayan itu curiga.Dengan perlahan dia membuka pintu kamar saat itu dia melihat Andre tertidur dengan tubuh tengkurap.


"Permisi tuan aku akan membersihkan kamar ini maaf tuan." Ucap Pelayan itu lalu dia mulai menyapu dan membuang beberapa sampah yang berserakan dilantai.


"Kenapa tuan Andre tidur begitu nyenyak,kenapa dia tidak bergerak sama sekali apa dia baik-baik saja?" Tanya nya dalam hati sambil memandangi tubuh Andre yang terlihat kaku.


Pelayan dengan hati-hati mendekatkan tangannya,ke arah pundak Andre dia sebenarnya takut sekali tapi dia takut terjadi sesuatu kepada pria itu mengingat dia tidak pernah keluar kamar selama dua Minggu ini.

__ADS_1


"Tuan Andre bangun lah,tuan....Tuan." Wanita itu terus menggoyang tubuh Andre tapi dia sama sekali tidak bergerak membuatnya semakin ketakutan.Tidak ingin terjadi sesuatu,pelayan itu keluar kamar lalu memanggil Marni.


"Ada apa kenapa wajahmu panik seperti itu apa tuan Andre mengganggu mu?"


"Tidak,dia tidak mengganggu ku tapi aku takut,dia tidak bergerak sama sekali saat aku membangunkannya bahkan aku menggoyang-goyang tubuhnya tapi tetap dia tidak bergerak lebih baik kita sama-sama kesana takut terjadi sesuatu." Ucapnya dengan wajah pucat.


Marni segera pergi ke kamar Andre dia juga melakukan hal yang sama membangunkan Andre tapi pria itu tidak bangun hingga akhirnya mereka berdua membalikkan badannya betapa kagetnya mereka saat melihat wajah Andre pucat dan tangannya sudah dingin seperti orang mati.


Marni dan rekannya sangat panik keduanya lari ke kamar Hanna pada saat itu Handoko sedang tidak di rumah dia sudah berangkat sejak tadi pagi.


"Nyonya!!! "Dengan wajah panik Marni menemui Tasya ke dalam kamarnya saat itu Hanna baru saja mandi.


"Ada apa kenapa wajah mu begitu panik apa yang terjadi?" Tanya Tasya dengan santai sambil menyisir rambutnya.


"Itu nyonya,Andre eh..Tuan Andre dia_


"Untuk apa kamu membahas pria itu di kamar ini,aku tidak kenal dengannya pergilah kalau kamu hannya ingin memberitahu tentang dia." Jawab Tasya seketika dia marah saat Marni menyinggung tentang Andre di depannya.


"Maafkan aku nyonya,aku hannya ingin memberi tau kalau tuan Andre sedang pingsan di kamarnya dan tubuhnya sangat dingin serta wajahnya pucat pasi,aku takut dia sudah tidak bernyawa." Ucap Marni.Tentu saja Tasya sangat kaget mendengar semua itu bahkan sisir yang ada di tangannya jatuh tanpa dia sadari.


😊😊😊 bersambung 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2