Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 73 ~ Sebuah keajaiban ~


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Handoko tidak menemui Andre putranya di rumah sakit,bukan dia tidak mau menemui anak itu tapi setiap kali dia kesana hatinya selalu sakit melihat Andre berbaring lemah di ruangan ICU,dia tidak tau sampai kapan anak itu seperti itu intinya jauh di lubuk hatinya dia berharap Andre kembali pulih.


Handoko hannya membayar satu perawat untuk menjaganya dengan baik dan selalu merawatnya,apalagi beberapa hari ini kabar yang dia dengar dari perawat utusannya hannya kabar yang tidak enak sama sekali hal itu membuat moodnya semakin memburuk.


Pagi ini semua orang tampak sibuk Handoko sejak satu jam yang lalu sudah berangkat ke kantornya,hannya tinggal Tasya dan beberapa pelayan serta dua orang penjaga rumah.Putra yang berada di dapur saat itu sedikit kaget melihat kehadiran Hanna,wanita itu tampak tidak bersemangat mungkin karena semua rencana yang sedang dia susun tidak berjalan dengan baik.


Hanna tidak peduli keberadaan Putra di sana, dia mengambil piring sepertinya dia ingin sarapan tapi saat melihat semua makanan sudah tidak ada dia terlihat semakin kesal.Piring yang ada di tangannya dia sempat ke tempatnya hingga mengeluarkan suara yang begitu berisik.


"Sepertinya orang-orang di rumah ini makan begitu rakus hingga tidak menyisakan sedikit pun kepada orang yang belum sarapan!!" Sindirnya hingga pelayan dan Putra tampak tersenyum menanggapi ocehan wanita bermuka tebal itu.


Pada saat yang bersamaan ponselnya berdering,Hanna segera berlari meninggalkan dapur lalu dia pergi ke kamarnya dan mengunci pintu Putra yang ada di sana segera keluar dari belakang lalu mendekati kamar Hanna dan menguping apa yang di bicarakan wanita itu hingga dia berlari ke kamar.


πŸ“ž Aku juga pusing,aku tidak punya uang sama sekali dan aku juga tidak punya simpanan,kepala ku benar-benar pusing."


Putra mendengar semua percakapan mereka dia terlalu asik mendengar obrolan Hanna dan adiknya hingga dia tidak sadar pot bunga yang ada di sampingnya terjatuh karena di senggol olehnya.


"Brak....Siapa itu..." Putra segera berlari ke belakang rumah lalu dia bersembunyi ke gudang tempat barang-barang yang tidak terpakai..Hanna keluar dari dalam kamarnya lalu mengelilingi tempat itu mencari tau siapa yang telah menguping obrolannya barusan.


"Siapa yang telah berani menguping disini,sialan jangan sampai ada orang yang mulai curiga kepada ku." Ucapnya lalu dia segera berbalik ingin kembali ke kamarnya dan tepat pada saat itu kucing melompat ke arahnya hingga satu pot bunga lagi pecah di depannya.

__ADS_1


"Astaga...Apa mungkin itu tadi ulah kucing sialan ini...Aahh hampir saja aku mati ketakutan." Ucapnya lagi dalam hati,dia akhirnya bisa bernapas lega karena dia pikir itu semua perbuatan kucing.


Putra kembali masuk ke dalam rumah,otaknya begitu buntu,jantungnya hampir saja copot karena tadi hampir saja ketauan apalagi saat itu dia tidak mengerti ucapan Hanna barusan yang di telepon.


"Apa yang direncanakan wanita itu,apa mungkin dia telah membuat rencana baru." Ucapnya dalam hati seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


****


Handoko baru saja sampai di kantor miliknya,sebenarnya tokonya belum buka tapi semua kariawan sudah berkumpul karena semalam dia sudah mengirim pesan agar semua kariawan berkumpul sebelum toko buka.


"Selamat pagi semuanya!!" Ucapnya menyapa semua kariawan,berhubung karena toko itu ada penurunan pendapatan dia menyuruh semua kariawan untuk mengadakan briefing pagi,itu selalu dia lakukan jika pendapatan toko tidak sesuai dengan target.


" Besok kita lanjutkan aku ada urusan mendadak." Dia langsung keluar dari ruangannya lalu mengangkat panggilannya itu, jantungnya selalu berdetak lebih kencang jika yang menghubunginya itu adalah pihak rumah sakit.


"Baiklah aku akan segera kesana!!" Handoko segera masuk ke dalam mobilnya lalu dia menyetir dengan kecepatan tinggi kali ini hatinya sedikit lebih tenang dan bahagia karena dia mendengar kabar baik tentang Andre.


Sesampainya di rumah sakit,dia masuk ke ruangan Andre,disana dia melihat Andre yang sudah membuka mata tapi dia masih terlihat lemah dan sepertinya dia sedikit bingung.


"Tuan Handoko ada baiknya kita berbicara di luar." Handoko mengikuti dokter yang menangani Andre selama di rumah sakit.

__ADS_1


"Ini salah satu keajaiban yang tidak bisa kita pungkiri,aku saja sangat kaget melihat keajaiban ini,bahkan aku tidak percaya tapi inilah yang terjadi,hari ini kita sudah bisa memindahkan dia keruangan perawatan agar dia mendapat perawatan yang memadai." Handoko terlihat sangat bahagia walau dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.


"Dokter sebenarnya apa yang membuat anakku hingga dia hampir saja mati? selama ini dia tidak pernah ada penyakit serius?" Selama ini handoko tidak pernah menanyakan itu karena dia hampir saja kehilangan semangat hidup karena Andre.


Pria berpakaian putih itu menghela napas berat,sulit rasanya menceritakan semua ini,tapi dia harus terus terang karena dia ingin keluarga itu hati-hati.


"Secara tidak sengaja mungkin anak tuan telah mengkonsumsi racun selama ini,ada orang dengan sengaja memasukkan racun ke makanannya dengan dosis yang rendah,itu dia lakukan agar targetnya tidak mati mendadak tapi dia merusak organ syarafnya." Jawab dokter.Handoko tersentak mendengar penjelasan sang dokter dia sangat yakin kalau pelakunya itu orang yang tinggal bersama mereka,karena dia jarang melihat Andre keluar rumah.


Handoko tidak bisa berkata-kata bahkan sampai dokter pamit meninggalkan dirinya dia masih terlihat tidak percaya dengan ucapan dokter.


"Ternayata aku telah memelihara iblis di rumahku sendiri,siapa pelakunya apa mungkin itu Hanna,tidak,itu tidak mungkin bukan kah mereka berdua memiliki hubungan dekat!! siapa pelakunya itu?" Tanyanya beberapa kali hingga akhirnya dia mengikuti beberapa perawat yang membawa Andre masuk ke ruangan perawatan.


Setelah sampai di ruangannya,Handoko selalu memberikan yang terbaik untuk Andre bahkan dia dirawat di ruangan VIP,dia sengaja melakukan semua itu agar Andre nyaman selama perawatan.


Handoko telah melupakan semua kejahatan yang pernah di buat oleh Andre kepadanya,bahkan tanpa sepengetahuan siapa pun diam-diam Handoko telah membeli tanah di pusat kota agar Andre bisa membuka usaha jika dia sembuh.


"Papa..."Andre memanggil Handoko,entah sadar atau tidak Andre meneteskan air mata saat itu,Handoko mendekati Andre semua orang telah keluar dari ruangan itu tinggal mereka berdua.


"Papa...Maafkan aku,seharusnya papa tidak usah menolongku lagi,biarkan anak durhaka mu ini mati karena aku tidak layak mendapat kata maaf dari mu." Ucap Andre dengan suara yang lemah dan tangannya gemetaran.

__ADS_1


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2