
Sebulan kemudian keadaan Handoko semakin membaik,karena sudah sangat bosan di rumah sakit serta sudah muak mencium aroma obat yang ada di ruangan rumah sakit Handoko meminta untuk di rawat di rumah tapi sebelum dia meminta kepada dokter dia terlebih dahulu meminta pendapat Tasya.
"Tasya..Aku sudah bosan tinggal di rumah sakit aku ingin pulang saja." Ucap Handoko penuh hati-hati.Karena kalau Tasya tidak mau merawatnya di rumah dia tidak akan mau pulang dari rumah sakit karena dia selalu ingin bersama Tasya wanita yang membuatnya sangat hangat dan damai.
"Memangnya bapak sudah sembuh,kalau sekiranya bapak sudah bisa kita pulang tidak papa pak." Jawab Tasya.
"Kalau aku pulang ke rumah apa kamu masih merawat ku? aku hanya mau kamu yang merawat ku kalau kamu tidak mau aku tidak usah pulang aku hannya percaya kamu." Ucap Handoko dengan tegas.Tasya menghela napas perlahan dia tidak keberatan untuk merawat pria itu tapi saat ini dia ingin mencari kerja agar bisa membantu keuangan kedua orang tuanya apalagi papanya yang sedang sakit.
"Pa...Aku minta maaf sebelumnya,aku tidak keberatan untuk merawat papa tapi untuk saat ini mungkin aku tidak bisa lagi karena aku harus mencari kerja aku harus bisa mencari uang agar aku bisa membantu kedua orang tua ku mereka butuh aku apalagi saat ini papa sedang sakit dan ibu tidak bisa bekerja lagi mereka butuh aku." Jawab Tasya.Dia tidak ingin berbohong kepada pria itu karena dia juga tidak ingin pria itu sakit hati dengannya.
" Aku bisa membayar mu,berapa yang kamu minta setiap bulannya aku akan kasih." Ucap Handoko.Keadaan Handoko saat ini sudah semakin membaik, dia sudah bisa menggerakkan kedua tangannya dengan leluasa hannya dia belum bisa berjalan dia butuh orang untuk membantunya berjalan.
"Aku butuh tiga juta saja sebulan pa..Itu cukup untuk orang tuaku,aku minta maaf ya pa karena sudah merepotkan papa harusnya kami sebagai anak_"
"Tidak kamu buka anakku,aku mencintai mu Tasya,aku tidak ingin mendengar apa pun dari mulut mu,atau kamu masih mencintai Andre,atau masih berharap dengannya." Handoko memotong ucapan Tasya lalu menggenggam tangan Tasya yang kebetulan saat itu Tasya sedang berdiri di sampingnya.
Tasya segera menarik tangannya entah kenapa dia selalu merasa risih disaat Handoko menyentuhnya atau berbicara tentang cinta dengannya walaupun mantan suaminya tidak pernah mengenalkan dia kepada Handoko selama ini tapi perasaan enggan itu tetap ada.
"Maaf pa aku mau ke toilet dulu." Ucap Tasya lalu segera keluar dari dalam ruangan padahal di ruangan itu juga tersedia toilet.Handoko tersenyum kecil ini terlalu sulit baginya.
__ADS_1
"Aku butuh wanita yang mau mendampingiku dengan tulus di masa tua ku ini dan Tasya wanita yang sangat tepat aku tau di luar sana banyak wanita yang mau kepada ku karena aku punya banyak harta tapi aku sudah tidak mau lagi dengan wanita yang matre seperti itu aku takut aku benar-benar mati di tangan wanita yang hannya menginginkan hartaku.Andai saja aku punya anak yang baik dan aku juga punya cucu yang menyayangiku mungkin aku tidak akan kesepian seperti ini tapi apa daya ku yang memiliki anak durhaka seperti Andre." Ucapnya dalam hati sambil memandangi taman bunga dari kamarnya.
Sementara itu Tasya pergi ke taman yang tidak jauh dari ruangan mantan mertuanya hatinya sekarang sangat dilema sebenarnya dia juga tidak tega menolak permintaan Handoko tapi di hatinya benar-benar tidak ada cinta sama sekali.
"Lebih baik aku pergi menemui ibuku dan meminta pendapatnya saja,Aku juga tidak tega meninggalkan Handoko,dia pria yang malang yang tidak punya siapa-siapa lagi." Ucapnya dalam hati.
****
Keesokan harinya beberapa tenaga medis memasuki ruangan Handoko,sebelumnya Tasya sudah meminta ijin kepada dokter agar Handoko di rawat di rumah karena keadaanya sudah semakin membaik.
"Bagaimana pak Handoko apa anda sudah siap untuk pulang hari ini,istri bapak benar-benar wanita yang baik dan setia menemani bapak selama di rumah sakit ini selain dia masih muda dia juga cantik dan baik bapak sangat beruntung memiliknya." Ucap seorang dokter wanita dengan senyum yang mengambang di bibirnya.
"Benar dokter aku sangat beruntung memiliki istri seperti dia dan aku sangat kasihan selama beberapa bulan di rumah sakit ini dia dengan sabar mengurus dan melayani ku." Ucapnya.
"Hahaha...Beruntung sekali bapak apa lagi ibu Tasya masih sangat muda." Ucapnya kembali lalu dia mulai memeriksa seluruh keadaan Handoko dan dia bisa benar-benar pulang ke rumahnya.
Tasya mendorong kursi roda mertuanya lalu keluar dari rumah sakit,sejenak dia berdiri di depan rumah sakit lalu menghela napas lega wajahnya penuh dengan senyuman setelah sekian lama di rumah sakit akhirnya dia bisa keluar dari sana.
Setelah merasa hatinya lebih baik dia mengambil ponselnya lalu memesan taksi online,karena tidak ada jemputan dari siapa pun untuk mereka tiba-tiba dia bingung mereka pulang entah kemana.
__ADS_1
"Pak kita pulang kemana?"
"Tentu saja pulang ke rumah mu bersama mantan suami mu itu." Jawab Handoko.
"Bapak tidak takut mereka membunuh kita lagi?"
"Mereka sudah pergi ke surabaya,aku yakin itu kalau pun dia masih di sana aku yakin mereka akan ketakutan kepada kita cepatlah kita kesana aku mau melihat bagaimana reaksi mereka saat melihat kita,mungkin selama ini mereka mengira kalau aku sudah mati." Ucap Handoko penuh kebencian tidak tersisa lagi sedikit pun perasan sayang di hatinya kepada Andre saat dia membiarkan Hanna ingin membunuhnya.
Tasya akhirnya memesan taksi tidak lama kemudian Taksi pesanannya datang Hanna lansung membantu mertuanya masuk ke dalam mobil.
Tasya sedikit gemetaran kembali kesana biar bagaimana pun dia pernah memberikan cinta yang tulus kepada pria itu walaupun selama ini dia hannya menganggap dirinya sebagai pajangan saja dan bahkan suaminya itu pernah memberinya cinta yang tulus walau hannya sebentar.
Setelah sampai di rumah benar saja kata tetangga rumah itu sudah lama kosong,Tasya sangat bersyukur untuk hal itu.Sekarang yang membuatnya bingung rumah terkunci dan dia bingung bagaimana membukanya untung dia masih ingat kode pintu itu.
Tasya menarik napas lega ternyata mantan suaminya tidak mengganti kata sandi pintu rumahnya hingga mereka bisa masuk ke dalam rumah.
Setelah sampai di rumah Handoko mengisi daya baterai ponselnya yang sudah mati,dia ingin mengurusi semua bisnisnya lewat telepon untuk sekarang ini.
πΊπΊπΊ Bersambung πΊπΊπΊ
__ADS_1