Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 23 ~ Wanita gila ~


__ADS_3

Hanna tersinggung dengan kata-kata yang di lontarkan oleh suaminya,dia tidak terima di buang begitu saja setelah dia menghabiskan waktu selama tiga tahun menjadi bonekanya di atas ranjang yang bahkan selama tiga tahun ini dia tidak pernah sama sekali puas bermain dengan Handoko dan untungnya Andre bisa memberinya nafkah batin hingga dia merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.


Hanna mengambil kunci mobil Handoko lalu keluar dari dalam mobil dan kembali kerumah.Tentu saja Handoko mengejarnya karena dia tidak bisa kemana-mana kalau tanpa mobilnya.


"Hanna kembalikan kunci mobilku ******!!! tidak kah kamu merasa bahagia karena aku sudah menceraikan kamu sekarang kamu bebas melakukan apa pun bersama Andre,kalian bisa menikah kapan saja." Ujar Handoko mengikuti langkah kaki Hanna.


Tasya dan Andre menonton kegiatan yang di lakukan mereka mereka tidak tau harus bagaimana yang jelas Andre sudah tidak bisa berkutik saat ini mau tidak mau dia harus mengakui perbuatannya.


"Aku tidak akan memberikan kunci mobil ini mas...Kamu sudah gila ya mas Andre itu anakmu kalau kamu tidak bisa memberikan harta Gono gini kepada ku setidaknya kamu berikan sedikit warisan kepada Andre agar kami bisa menikah dan melanjutkan hidup kami,gaji mas Andre untuk jajan sebulan saja tidak cukup untukku."Ujar Hanna tidak tau malu dan sudah terang-terangan.


Handoko mendengus mendengar ucapan Hanna dia ingin tertawa lepas melihat wanita itu dia benar-benar wanita serakah mengingkan kenikmatan juga harta milik suaminya.


"Dasar anak tidak tau malu kamu memang dari dulu aku sudah tau itu tapi bodohnya aku masih mau menerima kamu dan bertahan berharap kamu bisa berubah aku lupa kalau sekali ****** selamanya akan menjadi ****** jangan mimpi mendapat apa pun dariku harta atau apa pun tidak akan kamu dapatkan apa pun dariku."Ucap Handoko tegas.


Tidak terima dengan kata-kata mantan suaminya Hanna pergi dari hadapan mereka semua lalu pergi ke arah gudang dia sudah gelap mata dan iblis sudah merasuki pikirannya hannya karena harta dunia.


"Bug......"

__ADS_1


"Aahhh..."


"Bug....."Hanna memukul kepala Handoko dari belakang pakai stik golf saat itu Tasya yang kaget setengah mati langsung menjerit Hanna juga memukulnya dengan keras hingga keduanya pingsan dan tidak sadarkan diri.Dari hidung Handoko keluar darah segar Hanna sama sekali tidak peduli dia langsung duduk di sopa.


Sementara itu Andre sama sekali tidak peduli tidak ada rasa sedih di hatinya,wajahnya terlihat datar dia pergi ke dapur lalu mengambil anggur yang selalu ada stok di lemarinya.


"bawa gelas untukku sayang kita harus menikmati ini semua aku sangat puas melihat mereka tidak berdaya seperti itu." Ucapnya Andre tersenyum kecil mendengar ucapan Hanna.


"Maafkan semua kata-kata ku tadi sayang aku kira dengan kita bersandiwara kita bisa mendapatkan warisannya tapi ternyata papa hannya pria egois yang hanya memikirkan perutnya saja lebih baik dia kita buang saja percuma menghabiskan waktu untuk mengurusnya."Ucap Andre lalu meminum anggur yang ada di mejanya.


"Lakukan sayang aku sangat menginginkannya aku tidak peduli dengan mereka berdua rasanya bermain di depan orang sangat menantang bagiku." Ucapnya.


Andre menuruti semua keinginan Hanna ,dia mulai merangsang titik kelemahan Hanna dengan mulutnya hingga mulut Hanna perlahan mengeluarkan *******.


Lama sekali mereka melakukan kegilaan di atas sopa hingga Handoko perlahan membuka matanya dan melihat semua yang terjadi diantara mereka.Tanpa sadar air mata Handoko menetes melihat anaknya yang tega melakukan hal jahat seperti itu kepadanya.Dia akan mengampuni semua kesalahan putranya jika putranya meminta ampun kepadanya dan mau meninggalkan Hanna karena wanita itu bukan lah wanita baik-baik kenyataanya putranya seakan kerja sama dengan Hanna untuk membunuhnya.


Handoko berusaha menggerakkan badannya tapi semuanya seperti mati dia tidak bisa bergerak membuatnya semakin putus asa.

__ADS_1


Hanna dan Andre mengenakan kembali pakaian mereka masing-masing setelah itu mereka mulai menyeret tubuh Handoko dan Tasya ke dalam mobil.


Andre membawa mereka kesebuah perkebunan jauh dari kota besar lalu membuang tubuh Handoko dan Tasya ke sebuah perkebuanan jagung yang sangat lebat.


"Semoga kalian bisa menikmati hidup yang bahagia setelah ini,makanya jadi pria kalau sudah tua jangan mengingkan wanita cantik lagi tentu saja yang aku inginkan cuma hartamu." Ucap Hanna lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Handoko yang mendengar semua itu hannya bisa diam,dia sedikit merinding saat mobil Andre sudah menjauh dari tempat itu bersyukur sekali Hanna dan Andre lupa mengambil dompetnya hingga memiliki harapan baru.


"Tasya....Tasya bangun....Tolong aku Tasya." Handoko benar-benar tidak bisa mengerakkan semua tubuhnya sepertinya pukulan Hanna tadi mengenai syarafnya hingga tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Tasya membuka matanya secara perlahan dia sangat kaget saat dia melihat sekelilingnya yang gelap gulita.


"Pa...Apa yang terjadi kenapa kita di hutan seperti ini? "Tasya seakan lupa apa yang terjadi tadi dia seperti orang linglung yang kebingungan.


"Tolong papa Tasya papa tidak bisa bergerak sepertinya pukulan Hanna sudah membuat tubuhku mati rasa." Ucap Handoko hingga Tasya ingat semua yang terjadi barusan.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบBersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ

__ADS_1


__ADS_2