
Putra cukup kaget melihat pasangan yang ada di hadapannya bahkan dia tidak tau apa hubungan kedua orang itu tapi saat melihat Andre dengan cepat melayangkan pukulan ke wajah Hanna membuatnya merasa ngeri juga kasihan karena hanna terlihat lemah.
Tidak ingin ikut campur dengan urusan keduanya,Putra meninggalkan keduanya,dan sementara itu Andre sangat marah karena Hanna sudah berani memukulnya.
Andre menarik tangan Hanna dengan kasar lalu membawanya ke dalam kamar,lalu menyeretnya ke dalam kamar setelah memukulinya di dalam kamar bahkan menendang perutnya dengan kasar hingga membuat Hanna tidak berkutik.
"Berani sekali tangan kotor mu itu memukul ku,memangnya kamu siapa,kamu hannya wanita yang sudah tidak berguna dan tidak ada lagi yang mengingkan dirimu,lagian untuk apa kamu ingin berurusan dengan Tasya,dia sedang hamil anakku jadi jangan coba-coba untuk menyentuhnya kalau kamu ingin selamat." Ancam Andre.Hanna tidak bisa berbicara mulutnya seakan tidak mampu bicara lagi dia cukup kaget menerima penganiayaan dari Andre.
Dasar orang gila,bagaimana bisa Tasya itu hamil anak kamu,sepertinya dia sudah mulai gila,dan kami berdua telah kena karma atas perbuatan kami dimasa lalu." Ucap Hanna dalam hati dia masih berbaring di lantai dan enggan untuk naik ke atas ranjang cukup puas rasanya dia menerima siksaan demi siksaan dari Andre baik itu siksaan batin dan juga siksaan fisik.
Andre telah meninggalkan dirinya di dalam kamar setelah puas menghajarnya,pria itu selalu saja menganiaya dirinya jika dia melakukan kesalahan sedikit saja,rasanya dia sudah sangat lelah dengan semua penderitaan yang di alaminya.
Dia mulai bangkit menuju ranjangnya tiba-tiba dia melihat mobil Handoko masuk ke dalam halaman rumah dia bergegas keluar kamar dia memanfaatkan waktu untuk menemui Handoko dan berbicara dengan pria itu.
Saat Handoko ingin keluar dari dalam mobil Hanna langsung membuka pintu mobil lalu dia masuk ke dalam dan menahan Handoko di dalam mobilnya.
"Tunggu mas,aku ingin bicara."
__ADS_1
"Kamu mau bicara apa,tidak ada hal yang ingin kudengar darimu,jadi keluar dari dalam mobil ini dan cepat kembali ke belakang."
"Tidak...Aku ingin bicara,aku tau mas aku banyak salah aku sudah berdosa kepada mu,mas berikan aku kesempatan,aku minta maaf kepadamu mas,aku ingin kembali kepada mu,aku tidak punya tujuan hidup lagi mas." Hanna mulai menitikkan air matanya.Dulu disaat hubungan mereka masih baik-baik saja dan mereka masih teriak hubungan suami istri dan Hanna melakukan kesalahan hannya dengan pura-pura menagis pria itu akan memaafkan dirinya.
"Tolong maafkan aku mas,aku akan berubah dan aku juga akan berusaha untuk memberimu keturunan." Ucapnya sambil mengusap air mata yang membasahi wajahnya.
"Hahahaha sandiwara apa lagi yang kamu buat disini,kamu pikir aku peduli dengan mu lagi,keluar dari dalam mobilku dan Jangan pernah lagi menganggu hidupku,dan sebaiknya kamu pergi dari rumah ini aku tidak mau melihatmu lagi disini." Melihat respon Handoko Hanna tidak bisa lagi berkata-kata dia sangat terluka dia benar-benar kehilangan pria yang telah memberinya kebahagiaan yang sesungguhnya dulu.
"Kamu jangan menyesal ya mas dan jangan terlalu membanggakan wanita itu,kamu tau janin siapa yang ada di kandungannya itu janin milik Andre mereka berdua telah mengkhianati mu,mana mungkin pria tua sepertimu bisa menghamili wanita lagi,dan aku juga tau kamu itu pria mandul,dan Andre bukan lah darah daging mu,istri pertama mu telah hamil dari pria lain." Hanna turun dari dalam mobil setelah dia berhasil mencuci otak Handoko dia berharap pria itu percaya dengan apa yang dikatakannya.
"Tidak mungkin,aku tidak percaya Tasya melakukan itu padaku,Hanna membohongiku,aku tau itu." Ucapnya dalam hati tapi jauh di lubuk hatinya dia kepikiran dengan apa yang di katakan Hanna barusan.
"Apa mungkin Tasya tega mengkhianati ku,apa mungkin benar apa yang di katakan oleh Hanna,Arng...Kenapa aku harus berbicara dengan wanita ular itu,jadinya aku kepikiran dengan apa yang dia katakan."Ucapnya dalam hati.
Pusing dengan pikirannya,Handoko akhirnya memilih tidur dan tidak mencari Tasya sama sekali hingga akhirnya sore harinya Tasya kemabli ke dalam kamar.
"Ternayata papa sudah pulang,apa dia seolah itu hingga dia tidak mencari ku,baiklah lebih baik aku mandi,lelah sekali dengan kegiatan ku hari ini,semoga besok semua taman belakang bersih aku ingin menanam sayuran disana aku suka sekali berkebun."Ucapnya tanpa curiga sama sekali.
__ADS_1
Sementara itu Handoko telah bangun sejak dia membuka pintu kamar,entah kenapa dia merasa tidak terima dengan semua ucapan Hanna tadi dia merasa apa yang di katakan oleh Hanna ada benarnya dan dia merasa sedikit percaya kalau bayi itu bukan miliknya.
Sampai akhirnya Tasya keluar dari kamar mandi Handoko masih pura-pura tidur,hingga akhirhya Tasya membangunkan dirinya.
"Pa...Ini sudah sore bangunlah,tidak baik tidur di jam segini!!" Tasya menggoyang tubuh Handoko hingga akhirnya dia membuka matanya.
"Kamu sudah pulang mas tumben kamu tidak mencari ku." Ucap Tasya lalu dia naik ke atas ranjang lalu memeluk tubuh suaminya dan memandangi wajah pria itu.Handoko terdiam bahkan dia melepas tangan Tasya yang memeluk tubuhnya.
Tasya sedikit kaget dengan sikap dingin suaminya,dia merasa suaminya sedikit berbeda pria itu langsung masuk ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
" Apa dia sedang ada masalah,kenapa dia begitu dingin." Tasya sedikit takut atas sikap suaminya,sudah lama bersama sekali pun pria itu tidak pernah bersikap cuek seperti itu.
"Pa,kamu ada masalah? kenapa sikap mu lain sekali hari ini?" Tanya Tasya.
"Tidak ada tenang saja aku hanya lelah,kamu tidak santai saja." Jawab Handoko lalu mengelus kepala Tasya dengan lembut dia mencoba bersikap dewasa karena memang dia sudah tua.
Sekali pun Handoko berusaha menenangkan dirinya,Tasya tau kalau pria itu menyembunyikan sesuatu darinya dia bingung dengan sikap Handoko yang tiba-tiba berubah dingin.
__ADS_1
Mereka keluar dari dalam kamar lalu pergi ke meja makan,disaat keduanya sudah duduk di tempat masing-masing tiba-tiba dari arah kamar samping Hanna datang menghampiri mereka dan mengambil tempat duduk tepat di samping Tasya .
🙏🙏🙏 bersambung 🙏 🙏🙏