Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
bab 65 ~ Kemana Hanna? ~


__ADS_3

Handoko menemui Marni dan Putra yang sedang di luar Marni dan Putra juga tidak kalah panik dari Handoko mereka semua merasa bersalah kepada Andre karena selama ini kurang memperhatikan pria malang itu.


"Marni!" Marni dan Putra menoleh ke arah suara yang memanggil mereka lalu berlari kecil menghampiri majikannya yang sudah berdiri sedikit jauh dari mereka.


"Iya tuan!!"


"Ikut kami."Ucap pria itu lalu dia melangkah kakinya keluar dari area rumah sakit lalu masuk ke cafe yang tidak jauh dari rumah sakit itu.


"Duduk..." Marni dan Putra tampak ketakutan,mereka jarang sekali melihat Handoko marah jadi saat wajahnya terlihat datar dan nadanya terlihat di tekan semua orang pasti akan merasa ketakutan.


" Apa yang kalian lihat tentang Andre selama beberapa Minggu ini,apa yang terjadi atau apa yang dia lakukan selama ini apa dia pernah makan malam dan dia selalu di kamar apa kalian memantau apa yang mereka lakukan?" Cecar Handoko dengan banyak pertanyaan tapi terlihat kalau dia tidak konsentrasi dengan semua kata-katanya.


Putra dan Marni saling menatap,selama ini memang semua orang tidak peduli kepada Andre apalagi tempramen nya yang semakin buruk beberapa Minggu belakangan ini.


"Maafkan kami tuan,kami jarang sekali memperhatikan tuan Andre karena tempramen nya yang semakin buruk,cuma beberapa Minggu yang lalu saat pertama kali kerja dia memaksa untuk masuk ke kamar nyonya Tasya,aku tidak mengijinkannya bahkan sampai kami terlibat keributan." Putra menceritakan semuanya tanpa ragu,Tasya langsung menoleh ke arahnya begitu juga dengan Handoko.


" Untuk apa dia ke kamar Nyonya?" Tanya Handoko.


"Aku tidak tau tuan,dia hannya memaksa diri untuk masuk." Handoko menarik napas berat,dia bingung dengan takdir yang dialaminya saat ini dia bingung kenapa dia harus ada di posisi seperti sekarang ini.


"Kemana Hanna?" Tiba-tiba Handoko bertanya putra dan Marni kembali saling menatap sejak pagi dia memang tidak terlihat Marni baru ingat kalau beberapa hari yang lalu dia melihat Hanna keluar dari kamar Andre.


Semua orang terdiam tidak ada yang bisa memberi jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan Handoko.

__ADS_1


"Kalian diam apa kalian tidak tahu kemana wanita itu pergi bukan kah Hanna selalu perhatian kepada Andre?" Tanya handoko kembali.


"Tu_Tuan kami tidak pernah melihat Hanna dan tuan Andre bersama tapi beberapa hari yang lalu aku melihat Hanna keluar dari kamar tuan Andre aku tidak tau apa yang dia lakukan di kamar itu." Jawab Marni.


Tiba-tiba dia merasa curiga kepada wanita itu,bukan cuma sekali dia melihat Hanna keluar dari kamar itu tapi pernah beberapa kali tapi dia takut menceritakannya,dia takut Handoko membuat laporan dan dia di paksa menjadi saksi untuk hal yang belum pasti.


Handoko menarik napas berat,beberapa kali dia terlihat menghela napas,akhirnya dia beranjak dari tempat duduknya.


"Kalian lebih baik istirahat di sini dulu,aku mau melihat keadaannya terlebih dahulu,ini tidak akan terjadi seandainya aku bisa mendidiknya dengan baik,aku sudah gagal,aku benar-benar menjadi pria gagal." Handoko terus menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Andre.


Handoko menatap Andre yang sedang berjuang melewati masa kritisnya,dia tidak menyangka semuanya akan serumit ini.Setelah lama memandangi putranya lalu dia duduk di kursi yang ada di ruangan itu dia mengabaiakan panggilan telepon dari manajer tokonya yang sudah memanggilnya dari tadi.


Dia merenungi nasibnya yang begitu buruk,banyak hal yang sudah dia jalani yang tidak sesuai dengan rencana dan keinginannya.


"Seharusnya kamu juga kembali sayang,aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan janin mu,kamu tau kamu sangat lemah." Ucap pria itu dengan nada lemah seperti orang yang tidak punya semangat hidup lagi.


"Papa,bagaimana bisa aku kembali ke rumah sementara kamu disini,pa kamu jangan terlalu pokus memikirkan Andre dan selalu menyalahkan diri,mungkin ini sudah takdir kita harus menerimanya_


" Kejadian ini tidak akan terjadi seandainya aku menuruti kemauannya setelah dia menyelesaikan studinya dulu.Benar kata Andre aku ini pria jahat orang tua egois,aku selalu merasa aku yang paling benar kenyataanya aku lah yang salah....."Handoko menghentikan ucapannya mengingat pertengkaran mereka beberapa hari setelah dia kembali ke rumahnya.


"Jangan membahasnya lagi,kepala ku benar-benar pusing,memikirkan semua masalah ini,aku tidak pernah menyangka kalau masalahnya serumit ini."Ucap Handoko,Tasya hanya bisa diam karena dia juga tidak tau apa yang harus dia perbuat.


*****

__ADS_1


Marni dan Putra baru saja sampai di rumah majikannya,sebelum sampai di depan rumah majikannya dari kejauhan dia melihat Hanna turun dari sepeda motor yang ditumpanginya sepertinya dia baru saja pulang sejak dia pergi tadi pagi.


Setelan sampai di halaman rumah,Marni langsung keluar dari dalam mobil lalu dia buru-buru masuk ke dalam rumah,untungnya saat itu keadaan sedang sepi sepertinya semua pelayan sedang istrahat siang.


Marni berjalan menuju kamar yang di tempati Hanna,dia sedikit curiga kepada Hanna entah apa yang membuatnya curiga yang pasti dia merasa semua itu bukan murni karena majikan keduanya sakit.


Tanpa sopan santun dia mendorong pintu kamar Hanna wanita itu sedang rebahan sambil memainkan ponselnya dia sangat kaget saat melihat Marni sudah berdiri tidak jauh darinya.


"Dasar pelayan tidak tau etika,bagaimana bisa kamu masuk ke kamar ku tanpa mengetuk terlebih dahulu?" Hanna langsung bangun lalu menatap Marni dengan tatapan sinis.


"Memangnya kamu siapa? kamu lupa kalau kedudukan ku jauh lebih penting di rumah ini dari pada kamu!! kamu lupa kalau kamu hannya orang yang tidak di inginkan di rumah ini?.."Marni tidak kalah marah dia juga menatap Hanna keduanya saling menatap seakan ada dendam di antara keduanya.


"Sudah....Sudah... Aku tau,ya..Aku sadar akan posisi ku saat ini,terus kamu menemui ku untuk apa?_


"Andre ditemukan tidak sadarkan diri di kamarnya dan sekarang dia sedang di rumah sakit keadaanya sedang kritis_


"Terus hubungannya denganku apa?" Keduanya saling memotong pembicaraan,Marni semakin percaya kalau sesuatu pasti telah terjadi dan ada hubungannya dengan Hanna.


"Aku melihat mu beberapa kali keluar dari kamar tuan Andre..."Marni menghentikan ucapannya dan terlihat jelas perubahan wajah Hanna yang awalnya santai berubah menjadi pucat dan tegang.


"Kapan kamu melihat ku keluar dari kamar Andre,kamu jangan fitnah...Aku bisa menuntut mu."


😊😊😊 bersambung 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2