
Handoko tidak mau lagi terpengaruh kepada Hanna yang ingin menggodanya dia tau wanita itu pasti menginginkan sesuatu hingga dia menggodanya dia sudah sangat hapal dengan sikap Hanna.
"Mas kamu tidak mengingkan aku lagi?" Tanya Hanna saat dia tau dirinya sedang di tolak pria tua itu.
"Menurutmu lakukan apa yang membuatmu bahagia karena hannya itu yang kamu tau ingat penyesalan selalu datang belakangan keluarlah dari dalam kamar ini aku ingin istrahat jangan lupa tutup pintunya."Ucap Handoko.Hanna menelan saliva nya ini pertama kali dalam hidupnya Handoko acuh dengannya.
Sementara itu Andre sangat emosi di dalam kamarnya,pikirannya melayang jauh entah bagaimana caranya dia ingin menyingkirkan papanya agar bisa mendapat harta yang dia inginkan tidak mungkin perjuangannya selama ini hancur hannya karena papanya yang mewariskan semua hartanya ke panti asuhan atau ke mesjid nantinya.
"Ini semua karena Hanna yang tidak bisa menjaga nafsunya aku tau papa datang kemari bukan semata-mata untuk liburan tapi dia punya rencana lain." Ucapnya dalam hati Andre beberapa kali memukul tembok hingga tangannya terluka karena itu.
Hanna perlahan membuka pintu kamar lalu menemui Andre yang masih emosi saat pintu terbuka dia langsung menoleh dan menatap sinis Hanna yang sedang tersenyum kepadanya.
"Untuk apa kamu kemari? apa kamu ingin membuat situasi semakin rumit.Ini semua karena kamu yang tidak bisa menahan diri lihtalah papa sekarang sudah curiga dengan hubungan kita kalau sampai papa tidak memberikan warisan miliknya kepada ku aku tidak akan memaafkan kamu." Ancam Andre wajahnya memerah menahan amarah.
"Sabar sayang masih banyak cara untuk kita mendapatkan itu tidak mungkin dia tidak mewariskan hartanya untukmu sabar....Saja." Jawab Hanna tanpa beban pikiran sampai saat ini dia belum sadar kalau suaminya sudah tidak menganggapnya istri.
"Aarrngg....Kamu terlalu menganggap papa remeh kamu baru kenal dengannya kamu tidak tau bagaimana sikapnya kalau dia sedang marah sudah lah aku tidak peduli dengan mu." Ucap Andre lalu dia keluar dari kamar.
__ADS_1
Saat dia keluar dari kamar dia pergi ke ruang tamu dia pikir papanya sudah tidur ternyata dia juga sedang di ruang tamu duduk bersama Tasya.
" Andre kamu dengar du_"Hanna menghentikan ucapannya saat dia melihat suaminya sedang duduk bersama wanita lain di ruang tamu mereka memang berjauhan tapi Hanna sudah bisa menebak pasti ada sesuatu di antara mereka.
"Kamu kenapa kamu menghentikan ucapan mu,katakan saja aku tidak peduli apa yang terjadi dengan kalian."
"Papa jangan bicara seperti itu aku dan ibu tidak ada hubungan apa pun,aku bahkan sudah punya wanita yang sangat aku cintai untuk apa aku memiliki hubungan dengan ibu...Tolong percaya aku pa." Wajah Andre memelas berharap Papanya mendengar apa yang dia katakan.
Tasya menoleh ke arah Andre dia tidak terima dijadikan sebagai umpan di antara mereka Tasya sudah tau kalau Andre bukan lah pria baik-baik dia sadar kepada orang tuanya saja dia bisa durhaka apalagi kepadanya yang semata-mata hannya terikat hubungan pernikahan saja.
Hanna sudah tidak tahan melihat sikap Tasya yang sengaja memperkeruh suasana dia ikutan menatap Tasya dengan tatapan tajam seakan matanya hampir keluar.
" Kalian kenapa memandang Tasya seperti itu Tasya hannya ingin meminta cerai memangnya kamu pikir sampai kapan tasya bertahan dengan pria seperti kamu Andre dia juga memiliki masa depan dia ingin memiliki keturunan." Handoko sengaja menatap keduanya hingga Andre membuang wajahnya dari wajah Tasya.
"Dasar Handoko si tua bangka kalau bukan karena hartamu aku tidak sudi menikah dengan pria seperti kamu dasar sampah..."Ucap Hanna dalam hati.
"Aku mohon segera ceraikan aku mas...Aku ingin_
__ADS_1
"Tidak aku tidak mau menceraikan kamu memangnya apa alasan kamu meminta cerai kepadaku selama ini aku sudah bersikap sangat baik kepada mu kenapa kamu setega itu ingin meninggalkan aku?" Andre bersikap seakan dia pria paling baik di dunia ini.
Tasya beranjak dari tempat duduknya lalu menatap balik kepada Andre yang sedang berpura-pura dia tersenyum kecil seperti merendahkan Andre dan Hanna.
"Memangnya apa lagi yang perlu di pertahankan dari hubungan kita ini mas....Apa lagi bukan kah dari awal kamu hannya memanfaatkan aku,sudahlah mas aku juga punya masa depan yang harus aku dapatkan kamu bisa melakukan apa pun setelan itu betul apa yang di katakan papa carilah kebahagian mu tidak perlu kamu menutupinya lagi." Ucapan Tasya sanggup membuat Hanna dan Andre pucat pasi.Apalagi Hanna yang tadinya masih bisa bersikap tenang karena dia mengira Tasya dan suaminya tidak tau hubungan mereka.
"Tasya apa maksud ucapan mu memangnya kamu tau apa? Andre kalau dia mau cerai turuti saja kita lihat pria mana yang mau sama janda sepertinya tidak punya apa-apa dia terlalu belagu merasa dirinya paling hebat." Ucap Hanna dia berusaha menahan amarah dalam hatinya dadanya terlihat naik turun.
"Apa mungkin mas Handoko curiga kepada kami,lagian untuk apa pria tua ini disini terus aku muak sekali." Ucapnya dalam hati.
"Mas aku tunggu besok surat cerai darimu dengarkan apa yang di katakan ibu Hanna kamu harus menuruti keingian ku." Tasya pergi dari tempat itu sementara Handoko tersenyum kecil melihat kemarahan di wajah putra tunggalnya yang sudah menjadi durhaka hanya karena wanita ****** seperti Hanna.
Andre tidak tau harus ngomong apa lagi di hadapan papannya sekarang ibu dia serba salah rasanya semua yang dia lakukan salah untuk saat ini.
"Bu...Pa ..Kapan kalian kembali ke surabaya lagian ibu juga sudah terlalu lama tinggal bersama kami ibu sudah membuat rumah tangan ku bermasalah seperti ini." Ucap Andre tiba-tiba membuat Hanna kaget.
๐บ๐บ๐บbersambung ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1