
Tasya tidak bisa menahan pusing di kepalanya,padahal demam berdarah nya sudah sembuh dari beberapa hari kemarin tapi setelah itu dia merasakan tidak enak banget dengan tubuhnya tapi dia tidak mau cerita kepada Handoko.
Tasya sudah tidak tahan duduk di sana sambil mendengar perdebatan antara mantan suaminya dan suaminya saat ini,kepalanya benar-benar pusing dan dia merasa seluruh dunianya berputar.
Dia beranjak dari tempat duduknya,dia ingin kembali ke kamarnya tapi saat dia hendak melangkah kedua kakinya terasa kaku dan kepalanya semakin pusing akhirnya dia jatuh ke atas sopa dia benar-benar tidak sadar yang dia ingat suaminya dan mantan suaminya tampak panik saat itu.
" Tasya....Apa yang terjadi Tasya....Marni panggil dokter suruh dia kemari."Perintah Handoko dia langsung mengangkat tubuh Tasya lalu membawanya ke dalam kamar.
" Apa yang terjadi dengannya kenapa semakin hari dia semakin sering sakit,wajahnya sangat pucat,wajahnya seperti tidak dialiri darah saja." Ucap Andre dengan rasa penasaran.
Andre duduk di ruang tamu,dia penasaran dengan apa yang terjadi kepada Tasya baru kali ini dia benar-benar nyata melihat kondisi wanita itu dulu saat mereka bersama Tasya tergolong wanita yang sehat yang jarang sakit seperti sekarang ini.
" Hanna buatkan aku makanan dan antar kesini." Ucapnya saat melihat Hanna lewat dari depannya.
" Aku bukan juru masak mu,kamu tidak tau kalau bertugas bagian kebersihan,panggil orang yang bersangkutan."
" Aku tidak peduli pokonya apa yang aku suruh segera lakukan jangan melawan sebelum aku benar-benar marah." Ucap Andre nadanya mulai marah membuat Hanna ketakutan dia segera ke dapur lalu menyuruh tukang masak untuk membuatkan seporsi makanan.
Hanna membawa makanan ke ruang tamu setelah juru masak melakukan perintahnya ingin sekali Hanna mencampur makanan itu dengan racun tapi dia takut masuk penjara,dia benar-benar membenci Andre yang telah membuat hidupnya sengsara dan menjadi pelayan di rumahnya sendiri.
__ADS_1
Hanna dengan kasar meletakkan makanan di depan Andre,saat itu Andre menatapnya dengan tatapan tajam tapi Hanna tidak peduli dia segera pergi meninggalkan Andre di ruang tamu.
" Tunggu,... Sebagai seorang babu seharusnya kamu tau diri sedikit,hari ini bisa saja aku mengusir mu dari rumah ini tapi aku kasihan kepada mu karena kamu tidak punya tujuan hidup lagi jadi tunggu selesai aku makan baru kamu lakukan pekerjaan lain." Ucapnya lalu dia mulai menikmati makanan,sudah beberapa hari menyiksa dirinya dengan tidak makan dia pikir dengan begitu Tasya kembali kepadanya.
Hanna tidak berkutik sama sekali dia hannya berdiri di tempatnya sambil memaki Andre di dalam hati.Tidak lama kemudian Marni berlari menuju pintu saat mendengar pintu bel berbunyi setelah itu dia membuka pintu ternyata seorang dokter yang dia panggil tadi sudah sampai.
Dokter dan Marni buru-buru masuk ke dalam kamar setelah itu sang dokter mulai memeriksa keadaan Tasya memeriksa tekanan darah dan suhu badannya.
" Pak semuanya terlihat normal,sepertinya dia hannya kelelahan saja,untuk lebih jelasnya silahkan dibawa ke rumah sakit saja,nona Tasya kapan terakhir anda datang bulan,sepertinya nona sedang hamil tapi aku belum bisa memastikan lebih baik kalian ke dokter kandungan." Ucap dokter dengan santai.
Handoko benar-benar kaget saat mendengar kabar itu,bahagia bercampur terharu bahkan saking bahagianya dia tidak sadar memeluk Tasya dengan erat dan berterima kasih berkali-kali.
" Sayang terima kasih,sekali lagi terima kasih,kamu telah memberikan aku kebahagian yang melebihi apa pun,aku benar-benar bahagia saat ini." Ucapnya terharu.Handoko tidak bisa berkata-kata lagi intinya dia sangat bahagia.
" Marni apa yang terjadi kepada Tasya kenapa dia gampang sakit sekarang ini?" Tanya Andre saat dia kembali masuk setelah mengantar dokter itu keluar.
" Nyonya Tasya tidak sakit dia sedang hamil makanya dia gampang lelah_
"Apa..? Hamil aku tidak percaya dia hamil kamu pasti berbohong?" Andre beranjak dari tempat duduknya lalu dia menghampiri Marni tapi Marni segera pergi meninggalkan tempat itu dia tidak ingin pria aneh itu marah lagi.
__ADS_1
Hanna yang ada di tempat itu juga tidak kalah kaget dia tidak menyangka kalau Handoko masih bisa memberi keturunan kepada wanita itu dulu dia selalu berusaha untuk bisa hamil agar dia punya senjata saat pria itu marah ternyata dia tidak biasa hamil dan sekarang wanita itu benar-benar hamil membuatnya hampir tidak percaya.
Begitu juga dengan Andre setelah dia masuk ke dalam kamarnya dia beberapa kali menghela napas berat entah apa yang ada dipikirannya.
" Aku tidak percaya pria tua itu masih bisa memberi Tasya keturunan apa jangan-jangan Tasya hamil anakku,aku yakin dia hamil anakku." Ucapnya dengan pikiran yang sudah semakin gila dan tidak normal lagi.Padahal kalau dia memakai otaknya tidak mungkin Tasya hamil anaknya sementara mereka sudah lama berpisah bahkan saat masih bersama dulu dia sudah jarang menyentuhnya.
Handoko dan Tasya bersiap-siap berangkat ke rumah sakit,Marni tampak sibuk membantu Tasya mengemasi semua keperluannya.
" Aku bisa sendiri,biarkan aku yang melakukannya." Ucap Tasya.Handoko menghela napas berat,mungkin karena Tasya terlalu mandiri dulu hingga akhirnya sekarang dia merasa tidak nyaman saat di layani oleh asistennya.
" Sayang,kamu tau kan keadaan mu sangat lemah,kamu mau terjadi sesuatu dengan baik kita ini,tidak kah kamu bahagia atas kehadirannya,apa kamu tidak mengingkan anak dariku." Ucap Handoko sambil menatap Wajah pucat Tasya.
"Bukan begitu pa,aku hannya tidak nyaman saja di layani,kalau memang aku hamil kan itu hannya hamil saja,wanita desa juga hamil mereka masih bisa bekerja dan ke ladang." Jawab Tasya.
" Kamu bukan golongan mereka,suami mu orang kaya,dan kamu tahu betapa bahagianya aku kalau kamu benar-benar hamil aku benar-benar merasa sangat sempurna,aku sempurna menjadi seorang pria.Jadi tolong jangan pernah membantah apa pun yang aku inginkan itu sebagai ungkapan atas bahagianya aku." Ucapnya sambil meraih kedua tangan Tasya.
Tasya tersenyum kecil,sebenarnya dia juga sangat bahagia bagaimana tidak akhirhya dia bisa menjadi wanita sempurna,setelah beberapa tahun berharap hamil nyatanya dia bisa hamil setelah suaminya ganti.
" Ya sudah kita berangkat pa,aku minta maaf karena terlalu keras kepala." Jawabnya dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
Keduanya keluar dari dalam kamar,Marni yang sudah menunggu akhirnya pergi bersama mereka,untuk pertama kalinya dia menjadi pelayan pribadi dari seorang majikan yang baik sangat berbeda dengan majikannya yang dulu yang telah jadi babu sama seperti dirinya.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ