
Andre melampiaskan amarahnya kepada Hanna yang selalu saja mencoba membuatnya kesal.Dia tau kalau Hanna ingin membuatnya tidak nyaman di rumah ini nyatanya pikirannya salah total.
" Kamu tidak punya hak mengusirku dari rumah ini,sebelum kamu mengusir aku seharusnya kamu yang pergi,apa kamu tidak sakit hati melihat Tasya bersama papa mu,atau kamu senang dia menjadi ibu tiri mu?" Hanna terlihat merendahkan Andre hal itu membuatnya semakin kesal akhirnya dia tidak bisa menahan emosinya lagi dia menghampiri Hanna lalu menjambak rambutnya dengan kasar.
" Dasar wanita tua,dari kemarin aku sudah menahan emosiku,aku tidak tahan lagi dengan sikapmu yang menjijikkan itu." Ucapnya.Dia menarik rambut Hanna yang panjang dan membawanya masuk ke dalam kamar yang ditempati Hanna.
" Arng....Sakit lepaskan tanganmu,sakit.....Tolong...Tolong..." Tidak ingin ada yang mendengar teriakan Hanna Andre menyeretnya semakin cepat ke dalam kamar lalu mengunci pintu dan melemparnya ke atas ranjang.
Wajah Andre benar-benar seperti iblis tatapannya begitu tajam Hanna benar-benar ketakutan dia yang terlentang di atas ranjang berusaha turun dari ranjang tapi Andre sudah lebih dulu menahan tubuhnya yang kurus.
" Plak....Plak....Plak...." Andre menampar wajah Hanna sampai tiga kali tamparan hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar tubuhnya begitu gemetaran selama hubungan mereka yang cukup lama baru kali ini dia Andre begitu marah dia tidak menyangka Andre bisa berubah sosok yang baik berubah jadi iblis.
" Aku bisa lebih jahat dari ini jika kamu tidak menghormati ku di rumah ini,dan kamu seharusnya kamu keluar dari rumah ini,kenapa masih bertahan apa kamu masih berpikir papaku mau kembali kepada wanita kotor sepertimu,ingat kamu bukan seleranya lagi jadi pergilah dari rumah ini sebelum kamu menyesalinya."Ucap Andre lalu dia turun dari atas ranjang setelah puas menganiaya Hanna yang telah membuatnya marah.
Hanna turun dari atas ranjang setelah Andre berada berdiri tidak jauh darinya,dia benar-benar syok atas penganiayaan yang di alaminya hingga dia pergi ke sudut kamar lalu menagis di sana.
Andre tersenyum puas melihat ketidakberdayaan Hanna,dia masih ingin menghajar wanita itu tapi dia mengurungkan niatnya karena takut Hanna mati di tangannya.
Setelah merasa puas memukuli Hanna Andre keluar dari kamar yang di tempati Hanna entah setan apa yang merasukinya hingga sanggup memukuli Hanna sedemikan rupa.
__ADS_1
Sementara itu Hanna terus menagis sesenggukan di dalam kamar,dia tidak menyangka nasibnya begitu tragis saat ini.Dia yang dulu nyonya yang segalanya tinggal nyuruh pelayan,mau shoping tinggal ambil,mau salon tinggal jalan sekarang semuanya terbalik hidupnya sekarang sangat tragis dan mengerikan.
" Hiks...Hiks...Hiks... Maafkan aku mas Handoko,ampuni semua kesalahan ku tolong jangan tinggalkan aku,bagaimana aku bisa hidup tanpa kamu,bagaimana aku menjalani kehidupan ku yang pahit,aku sudah tidak berdaya aku yakin keluarga pun sudah tidak sudi menerima ku lagi hiks....Hiks ...Hiks...." Hanna terus menagis sampai hidungnya mengeluarkan cairan dia begitu terpukul untuk nasib buruk yang di alaminya sejak kembali ke rumah lamannya dan memilih hidup bersama pria seperti Andre.
Sementara itu Andre duduk di ruang tamu,dia tidak tau harus melakukan apa lagi,dia sudah tidak punya uang semua ATM yang di miliknya sudah di blokir oleh papanya,jangankan untuk pergi kemana-mana membeli bensin pun sekarang dia sudah tidak mampu.
Saat dia sedang bingung,Andre mendengar suara bel pintu,dia mengabaiakan bel pintu yang sudah beberapa kali berbunyi rasanya dia enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.
Merasa pusing dengan bel pintu akhirhya dia beranjak dengan langkah malas menuju pintu saat dia membuka pintu dia melihat tiga orang mantan pelayan di sana sudah berdiri dengan sambil tersenyum.
" Selamat siang pak Andre,tuan Handoko memanggil kami kembali bekerja apa tuan Handoko ada?" Tanya seorang pelayan yang paling tua di antara mereka.
Ketiganya langsung masuk ke dalam rumah,karena sudah biasa bekerja di rumah itu ketiganya tidak terlihat sungkan lagi mereka dengan sigap memulai pekerjaan masing-masing.
Melihat para pelayan bekerja dengan telaten Andre teringat dengan masa lalunya bersama Tasya dimana dia yang tidak pernah mengijinkan Tasya untuk mempekerjakan pelayan rumah yang cukup besar dia sendiri yang mengerjakannya semua.
" Papa benar-benar memperlakukan Tasya seperti ratu kalau begini terus bisa-bisa Tasya benar-benar jatuh cinta kepada papa." Ucapnya dalam hati.Dia tidak terima Tasya di manjakan oleh papanya dia takut semakin kehilangan Tasya karena dia merasa Hanna belum bisa meluapkan dirinya sepenuhnya.
Pusing mendengar suara-suara mesin dari penyedot debu dan lain sebagainya Andre memilih masuk ke dalam kamar,pikirannya benar-benar buntu tidak bisa melakukan apa pun karena tidak punya uang sama sekali.
__ADS_1
" Sepertinya aku harus merendahkan harga diriku di hadapan si tua Bangka itu untuk meminta uang,bagaimana bisa aku hidup tanpa uang." Ucapnya dalam hati setelan sampai di dalam kamar.
" Aku bisa gila kalau sampai beberapa Minggu lagi seperti ini terus menerus." Ucapnya dalam hati kembali.
Sementara itu Handoko dan Tasya keluar dari dalam gedung hari ini Handoko mengeluarkan modal uang cukup banyak untuk membangkitkan semua toko yang hampir tutup karena ulah anaknya yang jahat.
" Sayang,kita ke mall dulu ya,kamu pasti bosan tadi menungguku terus." Ucap Handoko menawarkan.
" Tidak usah papa,untuk apa ke mall lagi,bukan kah hari ini kamu sudah mengeluarkan banyak uang untuk toko lain kali saja." Tolak Tasya lalu menarik tangan Handoko agar masuk ke dalam mobilnya.
Handoko tersentuh atas sikap Tasya sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dari Hanna dulu dan itu membuatnya semakin jatuh cinta dan rasa sayangnya semakin dalam.
" Baiklah kalau kamu menolak padahal aku tidak masalah dan aku masih punya uang juga." Jawab Handoko lalu dia mulai menyetir dan kembali ke rumah mereka.
Sebelum mereka sampai di rumahnya tidak lupa mereka mampir di sebuah super market yang tidak jauh dari rumah lalu Tasya belanja semua kebutuhan rumah yang sebelumnya dia sudah tulis di sebuah nota kecil.
" Semoga saja ya sayang,hari ini para pelayan itu sudah masuk,mereka para pelayan yang sudah di pecat Andre jadi aku sudah tau sikap mereka seperti apa jadi kamu tidak perlu sungkan nantinya." Ucap Handoko setelah mereka selesai belanja dan kembali masuk ke dalam mobil.
" Semoga saja sayang." Jawab Tasya.Tasya jauh lebih bahagia bersama suami keduanya ini di banding Andre walaupun dia pria yang jauh lebih tua tapi sikap dan perilakunya sangat membuat Tasya bahagia.
__ADS_1
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ