Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 50 ~ Kamu sudah mulai gila


__ADS_3

Andre meringis kesakitan saat Tasya melayangkan pukulan keras ke wajahnya hingga susut bibirnya mengeluarkan sedikit darah,dia cukup kaget melihat keberanian Tasya saat itu.


" Dasar lelaki sampah,berani sekali kamu datang ke kamar ini dan membuat keributan,kenapa,kenapa otakmu sekarang menjadi gila,bukan kah kamu sudah bahagia dengan wanita pilihan mu itu,jangan ganggu aku lagi,dan tolong hargai aku." Ucap Tasya dengan penuh keberanian,dia sangat marah kepada Andre yang mencoba untuk melecehkan dirinya.


Andre sangat marah,dia tidak terima dipukul oleh Tasya,itu sangat melukai harga dirinya yang selama ini dia jaga.Andre menghampiri Tasya lalu menarik kerah baju Tasya dengan kasar dan menatap wajah Tasya dengan tatapan ingin membunuh dia semakin membenci Tasya saat dia membayangkan Tasya berhubungan badan dengan papanya.


" Lepaskan bajuku brengsek,kamu pikir aku takut kepadamu,kamu hannya lelaki pecundang yang sudah gagal,bahkan kamu hannya pria pengangguran yang tidak ada harganya dalam segala hal kamu sudah gagal." Maki Tasya membuat Andre semakin naik pitam.Dia melempar tubuh kecil Tasya ke atas ranjang hingga tidak sengaja keningnya terbentur ke dinding hingga keningnya memerah dan semakin lama semakin membengkak.


" Auh...."Tasya mengerang kesakitan saat keningnya mengenai tiang dia seakan tidak kenal dengan sosok Andre,Andre sekarang sangat jauh berbeda sikapnya melebihi setan.


" Keluar.....Keluar kamu dari kamar ini,kamu lelaki sampah yang tidak tau diri semoga kamu merasakan hidup menderita karena kamu sudah jahat kepada orang tua mu."Tasya menjerit sekuat tenaga dia sangat ketakutan dengan Andre yang saat itu berubah seperti iblis.


Andre akhirnya meninggalkan Tasya di dalam kamarnya dia takut papanya kembali ke rumah dan memergokinya dia belum siap untuk keluar dari rumah itu karena dia belum punya apa pun saat ini.


" Kalau sampai kamu berani mengadu kepada papa aku tidak akan segan-segan membunuhmu." Ancam Andre lalu segera meninggalkan Marni.Marni tidak peduli apa pun yang di katakan Andre dia segera berlari ke kamar untuk melihat keadaan Tasya dia takut sekali terjadi sesuatu di dalam kamar walau Andre hannya beberapa menit di dalam kamarnya.


" Nyonya apa yang terjadi,apa yang di lakukan tuan Andre barusan,maafkan aku nyonya aku tidak punya kekuatan untuk melawan pria jahat itu." Wajah Marni sangat panik saat melihat luka memar di kening Tasya dia takut dipecat oleh majikannya.


" Sudahlah,dia memang pria gila,dia belum bisa terima aku menikah dengan papanya,bahkan dia menuduhku kalau aku menikah dengan papanya itu semua karena harta,sudahlah aku ingin istrahat." Ucapnya lalu merebahkan tubuhnya dan menutup tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Tasya sangat terluka dengan kata-kata yang di lontarkan Andre tadi, dia tidak menyangka kalau kalau Andre begitu rendah menilainya.


" Percuma saja kami pernah menjalin rumah tangga yang lama ternyata dia belom kenal dengan ku,dia terlalu egois memang dia yang berkhianat tapi dia yang gila,lagian kekasihnya masih di rumah ini tapi kenapa mereka terlihat jarang bersama?" Ucapnya dalam hati dia bingung dengan sikap Andre padahal seharusnya dia tidak perlu marah karena dia yang lebih dulu berkhianat.


Sampai detik ini Marni masih merasa bingung dengan Andre dia merasa Andre menyimpan rahasia tapi dia takut sekali bertanya kepada Tasya.


Andre masuk ke dalam kamarnya,kata-kata Tasya terus menghantui pikirannya dia sangat tersinggung atas kata-kata Tasya yang menyebutnya pria gagal dan pengangguran.


" Bug....Bug....Bug...." Andre memukul dinding dengan keras beberapa kali hingga tangannya mengeluarkan darah,dia tidak bisa terima atas kata-kata Tasya hidupnya benar-benar hancur saat ini.


" Pengangguran,semua ini terjadi karena Hanna wanita murahan itu dulu juga aku pria sukses yang memiliki gaji bulanan yang cukup tinggi.Andre kembali keluar dari dalam kamarnya lalu pergi ke gudang mengambil stok anggur yang tersimpan di dalam sebuah lemari.


"Tasya,aku pastikan kita akan kembali rujuk dan jika saat itu sudah tiba aku akan menghancurkan hidupmu,kamu telah menginjak harga diriku saat ini." Ucapnya dalam hati lalu dia kembali meneguk anggur merah yang bernilai jutaan itu.


Sementara itu Handoko baru saja sampai di rumah,dia telah menyelesaikan semua masalah yang ada di tokonya setelah itu dia buru-buru pulang.


"Sayang...." Tasya yang saat itu sedang berbaring langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya sementara itu Marni keluar dari dalam kamar dia sangat ketakutan setelah majikannya kembali dia tidak tau harus menjawab apa kalau sampai dia tanya tentang luka di kening majikannya.


" Sayang apa yang terjadi,kenapa dengan kening mu,apa sesuatu yang buruk sudah terjadi di kamar ini?" Handoko tampak menahan marah dia menyentuh luka di kening Tasya.

__ADS_1


" Tidak ada masalah pa,tadi aku tidak hati-hati saat di kamar mandi,aku juga menolak saat Marni ingin menemani ku,sudahlah pa jangan terlalu berlebihan,aku tidak suka seperti itu." Jawab Tasya dia berbohong dan sengaja bersikap seolah-olah dia tidak suka diperhatikan padahal dia hannya takut saja papanya semakin curiga.


Tiga hari kemudian dua orang pria bertubuh tegap datang menemui Andre,dia pria yang sengaja di cari Handoko untuk menjaga keamanan rumahnya dia masih takut kepada Andre jika dia melakukan sesuatu yang tidak-tidak.


" Kalian sudah datang,Marni panggil semua orang termasuk Andre dan istrinya,aku ingin semua orang tau kalau rumah ini di jaga penuh oleh mereka berdua.


" Tapi tuan_


"Tapi apa panggil Andre begitu juga dengan istrinya cepat." Perintah Handoko sementara itu Tasya duduk di sampingnya dia sudah sembuh total dari sakit demam berdarah ya tapi beberapa hari ini dia merasa kurang enak badan dan seluruh tubuhnya begitu pegal tapi dia tidak mau cerita kepada Handoko karena dia tidak suka dengan sikap Handoko yang terlalu panikan.


" Ada apa?" Tanya Andre dia berdiri di depan pintu,wajah Andre memerah rambutnya acak-acakan sekarang hidupnya begitu berantakan,dia hannya minum dan minum sepanjang hari mabuk-mabukan.


Rambutnya semakin panjang dan bulu-bulu di wajahnya sudah semakin memanjang tubuhnya semakin kurus dan wajahnya pucat.


" Tuan Handoko memanggil anda ke ruang tamu_


"Ada apa katakan dengan jelas,apa dia ingin memamerkan kemesraannya di ruang tamu,aku tidak ada urusan dengan mereka enyah dari kamar ku." Jawabnya lalu dia menutup pintu dengan kasar hingga jantung Marni hampir lompat dari tempatnya.


"Sialan,paling benci kalau berurusan dengan manusia menyedihkan ini." Ucapnya dalam hati hati sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


💗💗💗 Bersambung 💗💗💗


__ADS_2