Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 61 ~ Hancur karena keluarga ~


__ADS_3

Hanna duduk di kursi yang ada di taman itu sambil menunggu papa dan adik laki-lakinya.Sejujurnya dia sudah tidak tahan lagi dengan sikap keluarganya yang terus memanfaatkan dirinya bahkan meminta mahar yang begitu besar kepada Handoko dulu saat mereka baru menikah bahkan bukan sampai disitu keluarganya juga selalu datang ke rumah nya jika mereka kekurangan uang.


"Hanna apa maksud mu membawa kami ke tempat ini,kami datang bukan untuk menemui mu tapi kami datang untuk menemui suami mu dan meminta uang,apa kamu mau ibu mu mati jika tidak punya uang lima ratus juta? apa kamu mau?" Bentak papanya dengan kasar.


"Stop....Pa..Stop pa,aku sudah muak melihat kalian selalu memanfaatkan aku,kalian pikir aku ini ATM kalian,sakit dari dulu hannya itu alasan yang kalian buat kepadaku,aku sudah muak dengan semua ini_


"Plak...." Papanya memukul wajah Hanna dengan kasar hingga terlihat bekas tangan di wajahnya yang putih.


"Dasar anak kurang ajar,kami sudah membesarkan dan menyekolahkan kamu tapi kami hannya meminta uang sedikit saja kamu begitu marah,kapan kamu akan membalas budi baik orang tua mu kapan?"Ucap papanya penuh emosi.Papanya begitu marah melihat Hanna yang sudah berani berbicara kasar kepada mereka,padahal sebelumnya dia selalu menuruti keinginan mereka.


"Aku sudah cerai dengan mas Handoko,bahkan dia sudah memiliki istri lain,aku tidak pergi dari rumah itu karena aku tidak punya uang dan juga tujuan hidup,tidak mungkin kalian semua menerima ku yang tidak punya apa-apa ini." Jawab Hanna jujur.


"Hahahaha...Segitunya kamu membohongi kami Hanna, segitunya kamu tidak ingin memberikan uang yang ku minta anak macam apa kamu itu,tidakkah kamu sadar kamu bisa hidup enak dan bahagia itu karena siapa itu semua karena papa dan mama salah kalau kami minta bantuan mu?" Ucap papanya dengan senyum sinis yang dipaksakan.


"Terserah papa,jika kalian tidak percaya temui Handoko di rumahnya atau tanya sendiri kepada para pelayan di rumah itu." Akhirhya Hanna menyerah.Dia tidak kuasa menahan air matanya,hidupnya hancur karena keluarganya disaat dia masih muda orang tuanya memaksa dirinya menikah dengan pria tua yang kaya." Wajah Hanna pucat bahkan disaat dia tidak seperti dulu lagi sedikit pun papanya tidak menanyakan keadaanya dan melihat perubahannya,yang mereka tau hanya uang dan uang dia cukup lelah.


"Pokoknya aku tidak percaya,sekarang kamu temani kami menemui suami mu,pokonya pria itu harus memberikan uang lima ratus juta untuk kami,tidak boleh kurang sedikit pun." Ucap papanya tetap kukuh dengan semua keinginannya dan tidak sedikit pun peduli dengan keadaan Hanna saat ini.


Hanna tidak bisa menolak keinginan papanya yang terus memaksa sementara itu Tomi adiknya selalu mengikuti papanya bibirnya selalu tersenyum seakan semuanya itu pantas di lakukan.

__ADS_1


Hanna ditarik dengan kasar Hanna beberapa kali menepis dan berusaha lari dari papanya tapi pria itu terlalu kasar kepadanya bahkan menyeretnya tanpa perasaan tidak peduli dengan tatapan orang-orang kepada mereka.


"Kamu harus jadi anak yang penurut,kamu tidak malu hidupmu penuh kemewahan sementara orang tua mu hidup melarat,apa kamu tidak malu?"


"Siapa yang hidup mewah pa,tidak kah baja kamu melihat keadaan ku sekarang,wajahku tidak secantik dulu dan tubuh ku sudah kurus kering,apa kalian hannya menganggap diri ku ini sebagai ATM aku berubah jadi orang jahat itu semua karena kalian,...Kalian telah memaksakan ku melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan." Hanna menagis sesenggukan berharap papanya melepaskan dirinya tapi sayang papanya sama sekali tidak peduli dengan dirinya.


"Stop...Apa yang kalian lakukan disini siapa kalian ini?" Tanya security tidak mengijinkan mereka masuk ke dalam dia menghadang mereka hingga pria itu melepaskan Hanna.


"Apa kamu bilang,siapa kami? kamu tidak tau kalau kami ini orang tuanya Hanna dan kamu tau Hanna itu istri pemilik rumah ini kamu siapa kenapa kamu berdiri disini?" Tanya Bram papanya Hanna.


Security tampak bingung,dia tidak mengerti apa yang di katakan pria itu karena yang dia tau Hanna hannya pelayan di rumah itu dan dia memiliki majikan perempuan yang jelas bukan Hanna.


" Handoko....Handoko...Keluar kamu,awas aku akan masuk dan menemui pria itu,berani sekali dia berbuat sandiwara di depan kami bagaimana bisa dia menyuruh orang lain berjaga disini dan melarang kami masuk!!" Bram berteriak di depan pintu beberapa kali dia berusaha masuk ke dalam rumah tapi security tetap menghadangnya.


Mendengar keributan di depan rumah Handoko,Tasya Andre dan semua pelayan berlari ke depan rumah,wajah Hanna sudah memerah saat melihat semua orang datang ke depan rumah.


"Ada apa ini,siapa mereka?" Tanya Putra yang lebih dulu mendekati temannya dan menatap Hanna yang sedang menangis.


"Ada apa? ngapain kalian datang kemari lagi?" Tanya Handoko yang sudah berdiri di depan teras rumahnya lalu duduk di kursi dengan santai.

__ADS_1


Bram berlari mendekati Handoko,dia menepis dengan kasar tangan security dia begitu kesal melihat security yang melarangnya mendekati Handoko.


"Apa maksud semua ini katakan padaku,kenapa semua orang bersikap seolah-olah tidak mengenali Hanna sandiwara apa yang kalian perbuat di rumah ini?" Tanya Bram dengan nada tinggi.


Putra sedari tadi memandangi Hanna,wajahnya pucat pasi seperti tidak dialiri darah hannya ada bekas tangan yang memerah di wajahnya dia begitu kasihan dengan hanna.


Handoko dengan santai beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan beberapa langkah menuju bunga-bunga indah yang sedang bermekaran.


"Apa Hanna tidak cerita kepada kalian kalau kami sudah cerai beberapa bulan yang lalu,bahkan sudah hampir satu tahun,dia tinggal disini hanya sebagai pelayan karena dia tidak punya tempat tujuan pulang_


"Apa bercerai...Sejak kapan dan kenapa? kenapa kalian bercerai,apa yang terjadi?" Cecar pria itu seakan tidak sabar akan jawaban yang akan di berikan oleh Handoko.


"Tidak ada lagi kecocokan,kalau kalian mau silahkan kalian bawa dia dari rumah ini kami juga tidak terlalu butuh dengannya di rumah ini."Ucap Handoko santai.


Bram tidak terima akan semua kata-kata Handoko dia berbalik menatap Hanna yang sudah menunduk ketakutan di belakangnya.


"Plak...."Bram menampar wajah Hanna lalu menjambak rambutnya dengan kasar setelah itu mendorongnya ke lantai hingga membuat Hanna terjungkal ke lantai.


Semua orang yang ada di tempat itu sangat kaget melihat Hanna di aniaya seperti itu,Putra membelalakkan mata melihat pemandangan mengerikan itu.

__ADS_1


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2