Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 58 ~ Sabar ~


__ADS_3

Tasya berusaha diam tidak mau terpancing dengan semua omongan yang di ucapkan Hanna dia cukup sadar kalau Hanna marah karena sekarang hidupnya sudah tidak seperti dulu lagi.Dia tetap berusaha tenang agar Hanna tidak menggodanya lagi.


Melihat Tasya yang bersikap tetap tenang membuat Hanna sedikit kesal padahal dia ingin mempengaruhi Hanna juga agar semakin mudah baginya menghancurkan hubungan Handoko dan Tasya.


"Aku tau kamu sedang pusing karena Handoko menghindari mu tapi kamu pura-pura kuat,kita lihat sampai kapan kamu bertahan padahal aku tau kamu juga galau dan badmood." Ucapnya kembali membuat Tasya tidak tahan lagi.


" Jadi kamu sampai kapan kamu tetap bertahan di rumah ini,apa kamu tidak merasa malu tinggal di sini atau kamu punya rencana tapi sayang aku tidak akan terpengaruh bahkan aku akan tetap bertahan kita lihat siapa di antara kita yang pergi dari rumah ini.Marni bawakan ke kamar makanan dan ingat jangan biarkan wanita ini makan kalau dia tidak bekerja terlebih dahulu." Ucap Tasya lalu dia segera keluar dari kursinya dan meninggalkan Hanna yang terlihat emosi.


Hanna kaget mendengar ucapan yang di lontarkan Tasya, dia tidak percaya wanita yang begitu lemah selama ini ternyata sudah mulai punya keberanian untuk melawan dirinya.


"Tasya kamu tidak punya etika,memangnya kamu siapa makanya aku harus menuruti perintah mu..."Teriak Hanna dengan wajah yang begitu marah.


Hanna sangat kesal karena telah gagal menghasut Tasya padahal dia sangat berharap wanita itu juga terpengaruh untuk setiap kata-katanya agar dia lebih mudah menghancurkan hubungan mereka dan posisinya kembali seperti semula.


"Bagaimana caranya agar Tasya percaya dengan kata-kata ku,sepertinya dia bukan orang yang mudah lagi di hasut." Ucapnya dalam hati sambil merenung mencari jalan keluar.


"Hanna apa yang kamu lakukan dari semalam kamu selalu saja santai kamu mengabaikan semua pekerjaan mu,bukan kah kamu juga pelayan di rumah ini." Tiba-tiba Marni sudah menghampirinya dan berbicara kejam kepadanya.


Hanna menatap Marni dengan sorot mata yang tajam rasanya dia tidak menyangka wanita yang dulu sangat rendah di hadapannya bisa menghinanya sedemikian rupa.

__ADS_1


"Marni...Kamu lupa kalau aku ini mantan istrinya Handoko,kenapa kamu tidak menghargai ku,apa kamu tau kata-katamu itu telah menyakiti perasaan ku dan aku juga masih punya hak di rumah ini untuk mengusir mu?" Ucapan Hanna membuat Hanna tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha ....Apa...Masih punya hak untuk mengusirku....Hahahaha apa kamu sedang bermimpi Hanna,ingat kamu itu tidak lebih dari seorang pelayan di rumah ini pelayan jadi tolong lah sadar diri,kamu sudah tidak berarti apa-apa lagi bagi tuan Handoko." Jawab Marni lalu membawa semua makanan dari meja dan menyimpannya ke dalam lemari dan mengunci lemari.


Hanna mengepal tangannya dia sangat sakit hati atas kata-kata yang di lontarkan Marni pelayanan yang sudah lama bekerja di rumah itu,dia semakin sakit hari saat melihat Marni membawa semua makanan dan menyimpannya ke lemari.


"Dasar babu sialan,saat aku kembali menjadi nyonya kamu adalah orang pertama yang akan aku hancurkan,Tasya kamu telah mengambil suami dan semua milikku,aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang di rumah ini,ini rumahku dan Handoko itu suamiku lihat dan tunggu saja." Ucap dengan wajah memerah menahan amarah.


Saat Hanna akan kembali ke dalam kamarnya,Marni kembali dapur lalu berjalan cepat ke arah Hanna.


"Jadi kamu tetap bertahan tidak mau bekerja,baiklah aku akan melaporkan kamu kepada tuan Handoko agar kamu segera di usir dari rumah ini." Ucap Marni dengan wajah tersenyum kecil.


"Mampus kamu Hanna,kamu akan merasakan bagaimana dulu kamu menyakiti dan merendahkan diriku,sekarang posisi kita sama akhirnya kamu merasakan apa yang aku rasakan dulu.' Ucapnya dalam hati sambil tersenyum dari balik dinding mengintip Hanna yang mulai bekerja membersihkan semua debu yang lengket di bunga dan perhiasan yang ada di ruang tamu.


"Marni kamu bisa tertawa sekarang melihatku, aku berjanji tidak akan membiarkan kamu merajalela di rumah ini,apa kamu pikir aku tinggal diam tidak itu tidak akan terjadi." Ucapnya penuh dendam.


Sementara itu Andre baru saja bangun lalu dia keluar dari dalam kamarnya,belakangan ini tubuh Andre semakin kurus dan rambutnya memanjang membuatnya sangat berbeda Hanna yang melihat Andre berubah hannya bisa tersenyum jahat.


"Sepertinya aku harus mendekati Andre,aku akan mengajaknya kerja sama,kami orang-orang yang telah tersakiti dan menderita,dan aku rasa dia juga menyesali semua perlakuannya di masa lalu." Ucap Hanna dalam hati lalu dia mengikuti Andre yang pergi ke dalam dapur.

__ADS_1


"Kemana semua makanan,dasar pelayan busuk bagaimana bisa tidak ada makanan di rumah ini,perutku sudah lapar." Makinya dalam hati lalu membanting piring ke lantai hingga pecah dan hancur.


Hanna langsung bersembunyi ke balik pintu dia takut sekali melihat kemarahan Andre, dia tidak ingin menjadi korban kemarahan pria itu.


"Ada apa tuan,kenapa anda marah?"


"Mana makanan,kalian belum memasak kalau belum memasak terus apa yang kalian lakukan dari tadi...Dasar orang-orang pemalas....Brang...Brang...Brang...." Semua orang yang mendengar keributan datang ke dapur begitu juga dengan Marni.


"Tuan ada apa?"


"Mana makanan? kamu belum memasak,apa yang kamu lakukan dari tadi." Cecar nya dengan begitu banyak pertanyaan membuat Marni ketakutan.Dengan tubuh gemetaran Marni berjalan ke arah lemari dia mengabaikan kaca yang menusuk sepatunya dia tau pribadi Andre kurang baik sejak kehadiran pria itu ke rumah orang tuanya.


"Maaf tuan,nyonya Tasya menyuruh saya menyimpan semua makanan dan melarang Hanna makan sebelum dia melakukan pekerjaanya,jadi aku menyimpannya ke dalam lemari." Jawabnya dengan nada gemetaran.


"Dasar orang miskin,lupa daratan dia pikir orang di rumah ini sama seperti orang di desanya yang miskin." Ucapnya lalu dia mulai menikmati makanan dan Marni mulai membersihkan semua pecahan beberapa piring dan gelas yang berantakan di lantai.


Semua orang akhirnya pergi dari belakang,dan kembali mengambil pekerjaan masing-masing,setelah situasi mulai aman dan Andre mulai tenang menikamti makanannya Hanna keluar dari balik pintu dan perlahan mendekati Andre.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2