Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 71 ~ Hati-hati ~


__ADS_3

Marni menolak saat putra ingin membawanya kembali ke rumah majikannya dia masih sangat trauma atas apa yang menimpa dirinya selama di sekap,dia di hajar dan di lecehkan Tomi adik dari Hanna.


"Tidak,aku belum berani kembali ke rumah itu,aku akan kembali setelah semua perbuatan busuk Hanna terungkap dan dia di laporkan ke polisi dia terlalu menakutkan menjadi seorang wanita,tampang bisa kelihatan baik tapi tidak dengan hati dan pikiran." Ucap Marni.Dengan terpaksa Putra mengantar Hanna ke rumah kontrakan miliknya,setelah itu dia kembali ke rumah majikannya.


Setelah sampai di rumah majikannya,putra melihat rekan kerjanya sedang duduk di luar sambil minum kopi dan membaca koran,mungkin dia sedang santai karena keadaan terlihat baik-baik saja.


"Kamu dari mana saja putra,kamu bahkan meminta mobil bos,kamu memang beruntung karena kamu lebih di percayai di rumah ini." Ucap Riski rekan sesama security.Putra duduk di samping Riski lalu mengeluarkan rokok dari dalam saku celananya lalu mulai merokok karena merasa mulutnya sudah mulai basi karena tidak merokok dari tadi siang setelah dia meninggalkan rumah.Pria itu terlihat suntuk,Riski mengerutkan keningnya,dia merasa heran dengan temannya itu.


"Kamu ada masalah?" Tanya Riski sambil meletakkan koran yang ada di tangannya dan memandangi wajah teman sejawatnya itu.


"Aku merasa gagal menjadi penjaga di rumah ini,bagaimana tidak,tuan Handoko membayar kita mahal untuk menjaga rumahnya ini dari orang jahat ternyata kita kecolongan,entah tuan Handoko memaafkan kita jika dia sampai tau kalau putranya sakit itu karena ada seseorang yang telah mencoba membunuhnya." Sekali lagi Putra menghela napas berat lalu melepaskan asap rokoknya ke udara.


Riski merasa bingung dengan apa yang di katakan Putra,karena dia merasa dia sudah bekerja dengan baik bahkan tidak pernah sekali pun ada sesuatu yang mencurigakan di rumah ini.


"Aku bingung,maksud kamu apa sih,gagal apanya ,bukan kah kita sudah melakukan semua pekerjaan dengan baik,dan tuan Handoko membayar gaji kita itu sudah kewajibannya." Ucap Riski menanggapi semua ucapan Putra yang menurutnya sangat membingungkan.


"Kamu tau putra tuan Handoko_? Putra menghentikan ucapannya dia menoleh ke arah pintu dia takut ada yang mendengar semua ucapannya karna dia tidak mau ada orang-orang rumah yang tau tentang Hanna, dia ingin menyelesaikan sendiri tentang Hanna.


" Kenapa dengan tuan Andre,bukan kah dia sedang kritis di rumah sakit,bahkan yang saya tau keadaan tuan Andre semakin lemah,memangnya ada apa katakan saja dari tadi kamu drama terus..."Riski kesal melihat Putra yang selalu berbicara gantung.

__ADS_1


" Tuan Andre kritis itu semua karena Hanna telah memasukkan racun ke minumannya,dia sengaja melakukan itu untuk melenyapkan tuan Andre aku belum tau tujuan wanita itu apa yang pasti itu tidak jauh dari masalah harta.


"Apa....Benarkah,wanita itu sanggup melakukan hal itu,untung saja kamu langsung tau kenyataan kalau tidak kamu pasti terus tertipu dan kita semua mungkin akan mati di tangan wanita iblis itu." Riski tidak percaya apa yang di katakan oleh Putra tapi kembali berpikir mungkin saja itu semua karena wanita itu pernah menjadi istri dari pria itu.


"Sudahlah mulai hari ini kita bekerja dengan hati-hati awasi wanita itu,jangan sampai ada lagi korban di rumah ini,tuan Handoko membayar kita mahal disini untuk menjaga keamanan rumah ini,mungkin mulai sekarang aku akan bekerja lebih sibuk dan pastikan tidak ada satu pun orang yang tau akan hal ini .Tidak perlu kamu bertanya apa pun intinya ikuti apa pun yang saya katakan." Setelah mengatakan semuanya Putra beranjak dari tempat duduknya lalu dia masuk ke dalam rumah majikannya.


"Kamu sudah kembali? bagaimana apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan kepadaku?" Tanya Tasya tanpa menoleh ke arahnya matanya menatap lurus ke arah televisinya.


"Maaf nyonya untuk saat ini aku belum bisa mengatakan apa pun untuk nyonya,cuma aku hannya ingin nyonya hati-hati terhadap Hana,dia wanita yang sangat menakutkan." Ucap Putra.Tasya tidak bergeming sedikit pun sepertinya dia sudah kenal dengan Hanna.


Tasya tersenyum kecil,tidak terlihat sedikit pun merasa heran dengan apa yang di katakan penjaga rumahnya.


Putra hampir saja tidak percaya dengan apa yang dikatakan Tasya tapi dia tidak punya alasan untuk tidak mempercayai Tasya apalagi dia tau sendiri bagaimana Tasya dia seorang wanita serta majikan yang sangat baik.


*****


Hanna dan Tomi baru saja pulang ke rumah dimana Marni di sekap,mereka kembali ke rumah setelah mereka menghabiskan banyak uang untuk belanja.


"Kita sudah menghabiskan uang yang sangat banyak hari ini,untuk bisa kembali menghasilkan uang kita harus bekerja lebih keras,secepat mungkin kita harus bisa membawa wanita itu dari rumah itu.

__ADS_1


" Tapi aku masih ragu untuk membawa wanita itu,apalagi sekarang Andre belum juga meninggal takutnya semua ini terbongkar." Ucap Tomi.


"Jadi apa yang harus kita lakukan saat ini ia ke rumah sakit dan membantu Andre pergi ke neraka?" Tanya Hanna bingung dia sedikit kesal karena rencananya tidak sesuai apa yang dia inginkan.


"Sepertinya harus begitu,kita lebih dahulu melenyapkan pria brengsek itu." Ucapnya.Saat itu mereka baru saja sampai di depan rumah,Hanna berlari kecil ke depan pintu saat melihat pintu rumah terbuka lebar.


"Lihat itu Tomi wanita itu kabur,.." Hanna langsung berlari kencang ke dalam rumah lalu pergi ke dalam kamar dimana dia menyekap Marni.


Hanna menendang pintu dengan keras saat tidak melihat Marni berada disana,dia sangat emosi,


"Tomi....Lihat apa yang aku katakan tadi,lihat benarkan wanita itu sudah kabur jangan sampai dia kembali ke rumah dan membongkar semuanya kita dalam bahaya kalau sampai ini terjadi.Ayo sekarang antar aku ke rumah." Mereka berlari kecil masuk ke dalam mobil lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Ini semua gara-gara kamu mengurus wanita tua itu saja kamu tidak mampu pria macam apa kamu,seharusnya kamu melenyapkan dia dari kemarin."Sungut Hanna membuat Tomi sedikit kesal.


"Mana aku tahu dia yang sudah sekarat bisa kabur,atau jangan-jangan ada yang membantunya keluar dari rumah itu?" Tomi dan Hanna saling menatap.


"Bawa mobil dengan baik bodoh,jangan sampai kita kecelakaan." Hanna mengingatkan Tomi yang tidak memperhatikan jalan saat menyetir.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2