
Setelah mobil mereka sampai di depan rumah,semua pelayan datang menyambut mereka,dengan senyum di wajah masing-masing pelayan,mereka menyambut Handoko dan istri barunya.
" Selamat datang tuan.....Nyo..nya." Mereka sedikit kaget melihat wajah asing dari Tasya,karena sebelumnya ketiganya sempat melihat Hanna berada di rumah itu.
" Udah nga usah kaget begitu,perkenalan ini Tasya istri baru saya,kalian harus melayaninya dengan baik." Ucap Handoko memperkenalkan Tasya kepada mereka.
" Baik_baik tuan,mari nyonya kami bantu bawa semua barang." Ucap Marni salah satu pelayan yang paling lama mengabdi di rumah Handoko.Sebelumnya dia tidak terima telah di pecat dengan tidak hormat oleh Andre, dia yang sudah lama bekerja di rumah Handoko merasa sangat kehilangan.Tapi setelah Handoko menyuruhnya kembali masuk dia sangat bahagia karena baru kali ini dia begitu nyaman bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumah orang kaya.
Setelah Tasya dan Handoko masuk ke dalam rumah,Marni merasa bingung,dengan keberadaan Hanna di rumah itu.
" Aneh sekali,bisa-bisanya nyonya Hanna tidak pergi dari rumah ini sementara tuan Handoko sudah punya istri yang lain." Ucapnya dengan wajah sedikit bingung.
" Mungkin dia tidak terima tuan Handoko menikah lagi,buktinya dia tidak pergi,dasar dia tidak punya harga diri,semoga istrinya yang sekarang wanita baik dan tidak suka menekan kita seperti nyonya Hanna." Jawabnya sambil mereka masuk ke dalam rumah dan membawa semua barang belanjaan.
Saat Handoko dan Tasya sampai di ruang tamu,keduanya duduk di sopa mungkin karena terlalu kelelahan hingga akhirnya mereka istrahat di luar.
" Papa,aku ambil air putih untukmu."
"Tidak usah,aku tidak haus,lagian kan pelayan sudah ada kamu tidak perlu sibuk." Ucap Handoko menahan tangan Tasya.
" Pa..Kata dokter kamu harus rajin minum air putih,dan kalau hanya pekerjaan kecil seperti ini aku juga bisa,aku ingin melayani mu dengan baik." Ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan handoko.
__ADS_1
" Wanita yang luar biasa,aku tidak salah pilih lagi,setelah penderitaan punya istri durhaka akhirnya tiba juga waktunya aku punya istri yang baik." Ucapnya dengan senyum yang bangga.
Saat itu Hanna melihat semua kejadian itu,hatinya bagai tersayat sembilan melihat kebaikan Handoko terhadap Tasya,teringat semua kebahagian yang dia dapatkan dari Handoko sebelumnya teringat saat dia menjadi nyonya besar di rumah ini.
Hanna mendekati Handoko, dia belom bisa terima keputusan Handoko menikahi Tasya,karena menurutnya dia lah yang pantas jadi nyonya di rumah itu.
" Sayang,sampai kapan kamu terus cuek dan tidak peduli seperti ini kepada ku." Tiba-tiba saja Hanan sudah berdiri di belakang Handoko membuat pria itu kaget setengah mati.
" Ngapain kamu kemari lagi,kamu belum pergi juga dari rumah ini,dan satu lagi kita sudah tidak punya hubungan apa pun jangan memanggilku dengan sebutan itu dari mulut kotor mu."
" Pokoknya sampai kapan pun aku tidak akan pergi dari rumah ini,aku tidak terima kamu menikah dengan wanita itu.....Kenapa kamu melupakan semua kenangan bersama ku dulu dengan mudahnya kamu melupakan aku hannya karena aku melakukan satu kesalahan kecil,aku sudah meminta maaf kepada mu." Teriak Hanna hingga mengundang semua penghuni rumah untuk berdiri dan menonton keributan itu.
" Selain murahan ternyata otakmu tidak normal juga ya,kesalahan kecil kamu bilang,apa kamu lupa dengan semua perbuatan mu sewaktu kita bersama...Tapi sudahlah aku sudah tidak mau membahas itu,yang ku minta segeralah pergi dari rumah ini,aku tidak mau istriku tidak nyaman dengan keberadaan mu di rumah ini." Ucapnya lalu dia duduk kembali setelah tadi dia sempat berdiri karena emosi dengan Hanna.
" Tidak....Pokoknya aku tidak mau pergi,aku tetap nyonya di rumah ini,memangnya setelah kamu membeli ku dari orang tuaku rumah mana lagi yang akan kutemui,keluargaku sudah tidak menerima ku lagi dan kamu harus bertanggung jawab untuk itu." Ucapnya dengan begitu banyak alasan.
" Itu bukan urusan ku." Jawab Handoko singkat.Tasya yang mendengar semua keributan itu datang membawa segelas air putih lalu dia memberikan air itu untuk Handoko.
" Sudah pa...Jangan emosi lagi,kamu harus bisa menahan amarah mu." Ucap Tasya membuat Hanna semakin jijik dengannya.Dia tidak menyangka roda akan berputar begitu cepat,dulu dia selalu menganiaya Tasya menyakiti perasaan Tasya dan tidak sering membuat Tasya cemburu ternyata sekarang keadaan itu berputar sekarang dia yang di bawah dan hidupnya begitu menyedihkan.
Tidak ingin melihat kemesraan kedua pasangan itu,Hanna berjalan ke belakang,dia melihat ketiga pelayan rumah tangga yang buru-buru pergi ke belakang saat dia datang menghampiri mereka.
__ADS_1
" Dasar para babu,bisa-bisanya mereka menguping keributan di rumah ini,entah untuk apa mereka di panggil lagi menjijikkan." Sungutnya dengan wajah kesal.
" Marni mana makanan,aku sudah lapar,kenapa kalian ada waktu untuk menguping sementara pekerjaan kalian belum selesai dasar babu tidak tau diri...." Makinya lalu menarik kursi makan dan duduk lalu duduk dengan wajah yang masih sangat kesal.
Marni yang mendengar makian itu hampir tersulut emosi dan memaki balik Hanna tapi dia mengurungkan niatnya karena dia masih punya banyak pekerjaan.
" Masih saja berlagak nyonya,padahal dia hannya benalu yang menumpang makan." Ucapnya dengan nada rendah melampiaskan kekesalan di hatinya.
Hanna beberapa kali menarik napas panjang,entah apa yang dia pikirkan saat itu bahkan wajahnya terlihat menahan amarah.
" Marni buatkan aku kopi."
" Buat saja sendiri,apa kamu tidak melihat aku sedang sibuk." Jawab Marni tidak kalah kesal.Hanna sangat kaget mendengar perlawanan dari Marni yang dulu begitu menghormatinya bahkan sering cari muka kepadanya agar bisa mendapat barang-barang bekas darinya.
Hanna membalikkan badan lalu menatap Marni dengan sinis rasanya dia ingin menyiram wajah Marni dengan air panas mendidih agar tau rasa.
" Dasar babu,berani sekali kamu menolak perintahku,apa kamu pikir karena mas Handoko sudah menikah lagi kamu bisa mengabaiakan aku,dia hannya marah sebentar kepadaku,kelak kami akan rujuk dan kamu adalah orang pertama yang akan aku pecat." Ucap Hanna dengan wajah penuh amarah lalu meninggalkan dapur.
" Aku akan menunggu waktu itu tiba....Sadarlah nyonya Hanna kamu bukan siapa-siapa lagi,kamu tidak ingat dulu betapa kejamnya kamu sebagai nyonya di rumah ini." Teriak Marni dengan sengaja agar Hanna mendengar kata-katanya.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ
__ADS_1