
Tasya meninggalkan Handoko di ruang tamu,berhubung saat ini hari sudah mulai gelap dan mereka juga masih kelelahan mereka memutuskan untuk istrahat untuk hari ini dan menyelesaikan semua malahan esok hari.
Sementara itu Handoko duduk di ruang tamu sambil menikmati acara televisi yang tidak masuk akal baginya.Dia menghela napas panjang saat mengingat kata-kata Tasya barusan.
" Tasya kamu terlalu polos,kamu tidak tau Hanna wanita seperti apa,aku tidak ingin suatu hari ini masalah di rumah ini semakin besar kalau membiarkan ular-ular itu tinggal di rumah ini." Ucapnya dengan perasaan sedikit cemas.
Saat itu dia tidak mendengar langkah kaki Andre yang sudah berdiri tepat di depannya,dengan tatapan penuh amarah entah apa yang membuat anak durhaka itu menatapnya dengan sinis.
Dengan wajah santai,Handoko menyeruput teh buatan Tasya,sebenarnya tidak ada maaf baginya untuk anak durhaka seperti Andre,ingin sekali memberi pelajaran kepada anak durhaka itu tapi dia sadar tidak punya bukti apa pun karena kejadian itu dia tidak sadar sama sekali bisa hidup kembali saja untuk saat ini sudah membuatnya bersyukur.
" Ada apa,kenapa dengan tatapan mu? kapan kamu akan meninggalkan rumah ini? apa kamu ingin menungguku melaporkan mu ke polisi?" Tanya Handoko dengan santai dia tau pria yang pernah dia perjuangkan itu sedang tidak baik- baik untuk saat ini.
Andre mengeluarkan tangannya dari kantong celananya, lalu dia duduk persis di depan papanya lalu mengangkat kakinya kesatu kaki yang lain dan menatap papanya tanpa rasa bersalah sama sekali.
" Melaporkan aku ke polisi? papa yakin polisi mau mengurus laporan mu yang tidak punya bukti sama sekali? pa...Aku bukan anak kecil yang bisa papa ancam dengan mudah.Pa....Tolonglah papakan sudah tua,tidak pantas lagi papa bersanding dengan Tasya yang statusnya pernah menjadi menantu papa,apa papa tidak malu jika ada orang tau,bukan kah papa sosok yang sangat di hormati di lingkungan ini?" Kata-kata Andre cukup santai tapi terlihat jelas kalau dia tidak ikhlas kehilangan Tasya.
Walaupun dia terlihat santai tapi terlihat jelas ada kecemburuan di hatinya,sejak kehadiran mereka tadi sore pandangannya selalu tidak lepas dari wajah Tasya.
" Tidak,aku tidak peduli apa pun penilaian orang terhadap diriku,yang terpenting saat ini aku bahagia berada disisi Tasya dia begitu penyayang dan juga perhatian,dia telah mengorbankan waktunya dan kebahagiannya untuk menemaniku hingga kembali menjadi manusia seperti sekarang ini dan aku sangat bahagia untuk hal itu."
__ADS_1
Wajah Andre berubah pucat pasi dan bibirnya gemetaran entah apa yang mau dia katakan tapi dia pendam di dalam hatinya dan hal itu membuat Handoko semakin hati-hati kepada anak yang telah durhaka kepadanya.
" Kenapa harus memintanya kembali,bukan kah kamu sudah bahagia bersama selingkuhan mu itu,sekarang kamu baru sadar kalau Tasya yang terbaik,sudahlah nasi sudah menjadi bubur,kamu telah membuang berlian yang mahal hannya demi kerikil tajam yang telah menusuk mu."
" Tidak_ Aku tidak akan mele_
" Papa,sepertinya malam ini kita harus pesan makanan dari luar, karena sama sekali tidak ada bahan makanan di kulkas,yang bisa aku masak." Ucap Tasya yang tiba-tiba telah muncul di belakang mereka,Andre langsung diam dan tidak berani lagi melanjutkan ucapannya.
" Tidak masalah,sesekali tidak papalah,dan mulai besok aku akan merekrut empat asisten rumah tangga di rumah ini,aku tidak ingin kamu bekerja terlalu keras,kamu cukup melayani ku saja." Andre semakin marah dan kesal mendengar kata-kata papanya dia merasa papanya sengaja membuatnya semakin cemburu di hadapannya.
" Apa itu tidak terlalu banyak,kita tidak perlu membuang uang sebanyak itu untuk membayar asisten rumah tangga." Jawab Tasya seakan tidak peduli dengan keberadaan Andre di antara mereka,dia terlihat sangat tenang dan kecantikan wajahnya semakin terlihat.
" Tidak sayang, aku tidak ingin istriku terlalu sibuk,melayaniku saja itu sudah lebih dari cukup." Tidak tahan lagi dengan obrolan mereka Andre memutuskan meninggalkan mereka lalu pergi ke dalam kamarnya lalu membanting pintu dengan kasar.
" Papa kita mau pesan makanan apa malam ini berhubung masih banyak restoran online yang buka,biar aku pesankan saja." Tanya Tasya sambil terus memandangi layar ponselnya.
" Terserah kamu saja sayang,aku ngikut kamu saja." Jawab Handoko.Setelah memesan makanan mereka berdua menunggu di ruang tamu sambil mengobrol tentang usaha Handoko yang nyaris tutup akibat perbuatan putranya yang durhaka.
" Sepertinya aku harus mengeluarkan banyak modal lagi untuk memulai membangkitkan beberapa gerai toko milikku,ini semua karena anak durhaka yang sudah menghancurkan usahaku,aku yakin dia tidak akan pergi lagi kemana-mana selain tidak punya uang lagi dia juga sudah tidak punya pekerjaan lagi." Ucap Handoko dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
" Sudah lah pa,jangan di paksakan,kalau tidak mampu lagi atau sudah tidak punya modal papa kan bisa jual sebagian tokonya?"
" Tidak,aku tidak akan menjualnya,ini adalah napas ku,aku tidak mungkin menjualnya setelah perjuangan ku di masa lalu." Jawab Handoko menolak tawaran Tasya.
" Terserah papa saja,yang terpenting itu papa tetap sehat untuk melanjutkan semua usaha papa ini." Jawabnya.Handoko memeluk tubuh Tasya dia begitu bangga dengan sikap Tasya yang selalu mendukungnya.
Tasya melepaskan tangan suaminya yang sedang memeluknya saat mendengar bunyi bel yang artinya makanan yang dia pesan sudah datang.
" Terima kasih mas,ambil saja kembaliannya." Ucap Tasya dengan ramah kepada seorang kurir yang mengantar makanan mereka.
Sang kurir beberapa kali menunduk mengucapkan terima kasih kepada Tasya yang sudah memberinya tip malam malam ini.
" Terima kasih ya Bu,semoga ibu dan kelurga ibu mendapat berkah selalu."
" Amin...." Jawab Tasya lalu segera mengunci pintu setelah kurir itu pergi meninggalkan rumah.
Tasya dengan telaten menghidangkan makanan di meja makan,tidak lupa melayani suaminya dengan tulus hal itu membuat Handoko semakin bahagia sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dari Hanna sebelumnya.
Sementara itu Andre yang berada tidak jauh dari mereka memperhatikan semua gerak-gerik Tasya,rasanya dia benar-benar tidak terima Tasya melayani papanya seperti itu.
__ADS_1
Saat melihat Tasya berjalan sambil membawa papanya dia bersembunyi ke dalam kamarnya karena dia yakin Tasya pasti keluar lagi dari dalam kamarnya karena dia masih meninggalkan meja makan dalam keadaan berantakan padahal Tasya bukan tipe wanita yang jorok.
πΊπΊπΊ Bersambung πΊπΊπΊ