
Terlihat sekali kebahagian di wajah Hanna dan gerak tubuhnya tidak bisa berbohong kalau dia sangat bahagia.Handoko dengan sigap melepaskan pelukan Hanna dari tubuhnya lalu mendorongnya hingga beberapa langkah ke belakang membuat raut wajah Hanna berubah.
" Dasar wanita murahan ...Sepertinya kisah hidup yang kamu jalani tidak seindah yang kamu bayangkan selama ini terlihat sekali dari wajahmu yang sudah keriput dan tubuhnya yang sudah tidak berdaya itu!!" Ucap Handoko dengan wajah tenang.Tidak ada lagi ekspresi apa pun di wajahnya baginya Hanna tidak lebih dari seorang wanita murahan yang menjajakan tubuhnya kepada setiap pria yang menginginkannya.
Hanna menatap wajah mantan suaminya,dia tidak percaya pria yang begitu mencintainya memakinya dengan kata-kata yang sangat kasar dan kejam.
" Sayang...."
" Kenapa kamu merasa heran kenapa aku bisa hidup kembali dan kamu lupa dengan semua perbuatan kamu dimasa lalu?"
" Sayang,itu semua atas hasutan anakmu yang ingin menguasai seluruh hartamu,aku menyesal sayang,aku benar-benar menyesal telah melakukan semua ini." Ucapnya dengan raut wajah yang tidak bisa di mengerti.
" Kamu jangan memanfaatkan aku, benar kata papa,kamu itu wanita murahan,kalau memang kamu mencintai papaku dengan tulus kenapa kamu_
" Sayang kita masuk ke dalam rumah,papa rasanya sudah lelah papa mau istrahat." Handoko mengandeng tangan Tasya lalu membawa Tasya masuk ke dalam rumah meninggalkan Andre dan Hanna yang masih berdebat tapi perdebatan mereka berhenti setelah mendengar kata-kata sayang yang keluar dari mulut Handoko.
" Pa....Apa maksud papa memanggil Tasya dengan sebutan sayang?" Andre mengejar langkah kaki papanya lalu menghadangnya seakan tidak terima dengan kenyataan yang sedang dia lihat saat ini.
" Apa kurang jelas apa yang kamu lihat,tunggu urusan kita belum selesai,aku masih lelah saja makanya aku tidak mengurusi mu." Ucap papanya lalu menyingkirkan tubuh Andre yang menghalangi jalannya.
Andre terlihat sangat marah,matanya memerah dan napasnya terlihat naik turun seakan menahan amarah yang sangat besar.Hatinya seakan tidak terima saat papanya bersikap mesra terhadap wanita yang pernah hadir dalam hatinya walaupun dulu dia sempat mengira kalau Tasya hannya wanita bodoh yang mudah di manfaatkan.
__ADS_1
Perumahan penampilan Tasya membuatnya semakin tidak terima,rasanya dia tidak rela jika Tasya menjadi ibu tiri baginya.
" Tidak...Aku yakin papa hannya pura-pura di depanku,dan tidak mungkin seorang Tasya yang kalem dan sederhana mau menikah dengan pria tua seperti papa apalagi pria itu mantan mertunya." Ucapnya dalam hati.
Sementara itu Hanna tidak mampu melihat pemandangan yang sempat tadi dia lihat,betapa cemburunya hantunya saat melihat seorang Handoko yang dulu sangat mencintainya sekarang malah jatuh hati kepada wanita lain yang tidak lain adalah menantunya sendiri.
Tubuhnya gemetaran seakan kedua kakinya tidak mampu menahan bobot tubuhnya tubuhnya.Tanpa sadar setetes bening jatuh dari pelupuk matanya pikirannya kembali mengingat kebahagiannya beberapa tahun yang lalu di mana dia menjadi nyonya yang paling bahagia di rumah itu.
" Tidak....Aku harus bisa mendapatkan Handoko kembali,tidak kubiarkan wanita mana pun mengambilnya dari sisiku." Ucapnya dalam hati sambil mengepalkan jari tangannya dengan wajah penuh kebencian.
Disaat yang bersamaan,keduanya saling menatap tatapan keduanya dipenuhi kebencian mereka lupa keduanya pernah bahagia di atas penderitaan Handoko dan juga Tasya.
" Sekali lagi kamu menyudutkan aku di depan papaku,aku tidak segan-segan menyingkirkan kamu,sejahat apa pun aku kepada papaku dia tidak akan memenjarakan aku karena aku tau dia orang seperti apa." Ucap Andre dengan sombong lalu dia bergegas meninggalkan Hanna yang masih berdiri di tempatnya.
" Anggap saja kita tidak pernah saling kenal,dan jangan sekali-kali berbicara di depanku,mantan ibu tiri ku." Ucap Andre dengan senyum merendahkan kepada Hanna.
" Dasar sampah kamu pikir aku masih menyukaimu setelah apa yang kamu lakukan selama ini kepada ku." Jawab Hanna dalam hati dia sangat membenci Andre karena telah membuatnya menderita selama ini.
Andre berjalan menuju ruang tamu,disana papanya dan juga Tasya sedang duduk sambil mengobrol entah apa yang mereka bicarakan.Andre berniat untuk bergabung bersama mereka tapi dia merasa malas apalagi terlihat senyum bahagia di wajah mantan istrinya itu.
Tidak ingin menemui papa serta mantan istrinya Andre memilih pergi ke kamarnya rasanya hatinya tidak mampu melihat kebahagian istri dan juga papanya.
__ADS_1
" Tasya aku tidak akan melepaskan kamu,mungkin aku terlalu gelap mata waktu itu makanya aku melakukan hal bodoh menghiantmu." Ucapnya dalam hati.
Sementara itu Hanna juga masuk ke dalam rumah,berbeda dengan Andre saat Andre memilih menghindar karena tidak mampu melihat kebahagian Tasya bersama Handoko Hanna malah menghampiri mereka berdua.
Hanna berdiri tidak jauh dari Handoko dan juga Tasya,Handoko menatapnya dengan tatapan jijik sementara Tasya sama sekali tidak peduli lagi dengan wanita itu.
" Apa yang kamu lakukan disini,kemana semua asisten rumah tangga,lihatlah rumah ini sama sekali tidak layak disebut hunian manusia." Ucap Handoko dengan ketus.
" Andre telah memecat semua asisten rumah tangga sayang_
" Berhenti memanggilku sayang,aku jijik mendengar kata-kata manis dari bibir busukmu itu." Bentak Handoko dengan nada yang cukup tinggi membuat Tasya dan Hanna yang ada di tempat itu kaget.
" Pergi dari hadapanku,dan kamu juga tidak punya tempat di rumah ini sekarang juga kemasi pakaian mu dan pergilah dari rumah ini aku tidak mau istriku tidak nyaman melihat keberadaan mu di rumah ini sebelum aku lapor polisi." Ancam Handoko lagi.
" Tidak mas,aku tidak mau pergi ini rumahku dan aku adalah nyonya di rumah ini,yang seharusnya pergi itu adalah dia wanita murahan yang tidak tau malu sama sekali, bagaimana bisa kamu menggoda papa mertuamu,dasar serigala berbulu domba kamu,silahkan kamu pergi bersama suami tercinta mu itu."
" Plak....Dasar tidak malu kamu,berani sekali kamu menghina istriku,sekarang juga kamu pergi..." Handoko menyeret tubuh Hanna dengan kasar lalu membawanya keluar menuju pintu.
" lepaskan sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan rumah ini,aku nyonya di rumah ini...." Hanna sekuat tenaga melepaskan cengkraman tangan Handoko setelah itu dia berlari meninggalkan Handoko menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam kamar.
Handoko mengejarnya dengan langkah cepat tapi Tasya langsung melarangnya karena dia tau Handoko belum bisa memaksa diri dan tenaganya.
__ADS_1
" Sudahlah pa..,jangan memaksakan diri,biarkan saja demikian pada akhirnya dia akan pergi dari rumah ini setelah sadar,lebih baik papa duduk di ruang tamu aku akan memasak untuk makan malam kalau ada lauk di kulkas." Ucap Tanya seraya menuntun Handoko menuju ruang tamu.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ