Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 70 ~ Ternyata dia wanita iblis ~


__ADS_3

Melihat Hanna yang jalan kaki memasuki sebuah komplek kumuh,terpaksa Putra keluar dari mobilnya lalu menitipkan mobilnya disebuah warung yang ada di depan komplek.


" Apa yang dia lakukan ke tempat seperti ini,kenapa dia sampai di tempat ini?" Banyak sekali pertanyaan yang datang ke benak Putra tapi dia tidak mau Hanna melihatnya dia memilih tinggal jauh dari belakang dan memakai topi serta masker agar wanita itu tidak mengenalinya.


Setelah berjalan cukup jauh,akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan tua,Putra bersembunyi di sebuah pohon yang tidak jauh dari posisi Hanna saat ini.


"Pria itu!! bukan kah itu,adik lelakinya yang beberapa Minggu kemarin datang dan mempermalukannya di depan semua orang,siapa dia,apa yang mereka lakukan di tempat seperti ini." Ucapnya penuh tanda tanya.Setelah Hanna berbincang beberapa lama bersama Tomi akhirnya dia memilih masuk ke dalam rumah,sebenarnya Putra ingin mengikuti Hanna masuk ke dalam rumah tapi dia tidak bisa bergerak karena Tomi berjaga diluar.


Putra semakin penasaran,dia semakin curiga dengan Hanna karena kehadiran adiknya di tempat itu.Sementara Hanna memasuki kamar dimana Marni di sekap nya,dia ingin melihat keadaan wanita itu setelah menyekapnya dari kemarin tanpa memberinya makan dan minum.


Marni menoleh ke arah pintu saat suara pintu di buka dari luar,dia sangat ketakutan pria yang telah menganiayanya semalam dan bahkan melecehkannya beberapa kali hingga dia hampir mati.


" Apa kabar mu babu yang sok berkuasa,apa kamu masih bisa bertahan sampai besok,apa kamu menikmati malam bersama adikku tadi malam? itulah sebabnya kalau hannya sebatas babu ada banyak hal yang tidak perlu kamu campuri,kamu cukup kerja dengan baik dan menutup mata untuk apa yang kamu lihat.Kamu sudah tau kan aku wanita seperti apa,kalau melenyapkan Andre saja aku mampu apalagi kamu! hahahaha." Hanna tertawa keras di ruangan itu hingga terdengar begitu menyeramkan.


"Cuih...Sekali pun kamu bisa membunuhku dan membunuh tuan Andre,kamu pasti tidak akan lepas dari hukum dunia,suatu saat kamu akan menyesal untuk apa yang kamu lakukan,kamu akan di hukum sesuai perbuatan mu." Jawab Marni dengan tatapan yang penuh amarah.

__ADS_1


"Hahahaha Kamu tidak tau rencana apa saja yang sudah ku susun rapi untuk mendapatkan semua yang ku inginkan,kamu hannya babu otak mu tidak akan sampai berpikir kesana." Ucapnya kembali lalu dia keluar dari dalam kamar setelah puas melihat keadaan Marni yang sangat mengenaskan.


"Kamu bekerja sangat bagus, keadaannya sudah sangat lemah,kita tidak perlu menyiksanya lagi cukup kamu tidak kasih makan maka dia akan mati dengan sendirinya." Ucapnya Hanna dengan wajah datar.


Sekali pun dia berhasil menjatuhkan dua orang yang menghalanginya perasaanya tetap tidak puas,dia merasa semua ini masih cukup panjang prosesnya karena dia belum mendapat apa pun yang dia mau.


" Aku sangat lapar,rasanya aku sudah bosan makan,makanan yang yang kamu bawa,sebagai hadiah bisakah kamu membawa ku makan di restoran,ini semua untuk memperlancar semua kerja sama kita." Ucap Tomi sudah mulai bosan tinggal di tempat kumuh dan sepi itu.


"Kalau kita keluar bagaimana dengan Marni,takutnya dia kabur,aku tidak mau lebih baik aku disini kamu saja yang pergi,jangan sampai kerja keras kita sia-sia kalau sempat dia pergi." Tolak Hanna karena dari tadi perasaan tidak enak dia merasa seperti dijaga oleh seseorang.


Disaat keduanya telah pergi,Putra segera keluar dari persembunyiannya,setelah itu dia membuka pintu ternyata pintunya di kunci,dia bingung untuk melakukan sesuatu karena dia semakin penasaran apa yang telah di sembunyikan Hanna di dalam rumah.


Putra segera berlari ke belakang dia berharap ada celah untuk dia masuk ke dalam dan benar saja ternyata pintu belakang tidak tertutup hingga dia bisa membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.


Putra tergesa-gesa memeriksa semua ruangan,satu persatu dia membuka pintu kamar dan ruangan lainnya tapi dia tidak menemukan apa pun hingga di saat putus asa dia melihat satu ruangan lagi,dan tempat itu sedikit mencurigakan.Putra segera membuka ruangan itu betapa kagetnya dia saat melihat kondisi Marni yang sangat mengenaskan.

__ADS_1


"Marni apa yang terjadi,kenapa kamu sampai disekap oleh Hanna?" Putra membuka semua tali yang mengikat tubuhnya lalu dia membuka kaos lengan panjang yang dia pakai dan memberikan itu kepada Marni karena keadaannya yang sangat memprihatinkan.


Tidak ingin memaksa Marni berbicara lebih banyak Putra segera menolong Marni lalu membawanya keluar dari tempat itu,mungkin karena mengalami pelecehan seksual yang dia terima semalam Marni begitu kesulitan untuk berjalan hingga akhirnya Putra menggendong tubuh Marni dan membawanya segera pergi dari tempat itu.


Untung Hanna dan Tomi belum pulang hingga mereka bisa sampai di mobil tanpa halangan apa pun,Putra menyodorkan air mineral kepada Marni yang keadaannya sudah sangat lemah.


"Apa perlu aku membeli makanan untukmu,sepertinya kamu sangat lemah itu karena kamu kelaparan?" Tanya Putra dia segera menghidupkan mobil dan mereka segera pergi meninggalkan tempat yang membuat Marni trauma.


Marni menutup matanya,dia tidak tau bagaimana caranya berterima kasih kepada pria yang telah membantunya yang pasti dia tidak menyangka kalau dia bakal hidup dan bisa kembali.


"Aku tidak ingin kembali ke rumah tuan Handoko,keadaan disana sangat tidak aman karena Hanna telah merencanakan banyak niat jahat di rumah itu,dan kamu tau tuan,Andre sampai kritis itu karena ulah dari wanita ular itu."


"Apa....Hanna,aku tidak percaya itu semua,ternayata di balik wajahnya yang jahat dia telah menyimpan hati iblis yang sangat kejam,atas motif apa dia melakukan semua kejahatannya itu?"


"Tentu saja dia ingin harta tuan Handoko,Setelah tuan Andre memutuskan hubungan dengannya dia tidak bisa terima apalagi setelah tuan Handoko menikah dan ingin punya anak dia semakin gila dan ingin melakukan kejahatan untuk semua keluarga itu,kamu sebagai penjaga harus hati-hati awasi semua gerak-geriknya,dan suruh semua orang hati-hati dengannya karena dia sangat jahat." Putra tidak sanggup lagi berkata-kata dia semakin menyesal pernah membelanya mati-matian.

__ADS_1


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2