Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 57 ~ Tidak mau dibohongi ~


__ADS_3

Bram menatap Handoko,dia tidak menyangka Handoko begitu bodoh,bagaimana bisa dia percaya kepada wanita yang jelas-jelas sudah membohonginya.


"Handoko,aku beri sedikit nasihat,jangan menyesal kalau sampai istri baru mu tau kalau kamu tidak mempercayainya,takutnya dia benar-benar tersinggung,kamu tau ketidak percayaan mu itu adalah pukulan besar bagi seorang wanita."Ucap Bram lalu berdiri dan menepuk pundak Handoko.


" Aku pamit dulu kamu tau mana yang baik untukmu,dan jangan sampai istri mu tau kalau kamu curiga dengannya." Ucapnya kembali ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Handoko berperang dengan perasaannya yang bodoh.


Handoko berulang kali menghela napas berat,rasanya terlalu sulit untuk melanjutkan hidupnya karena semua hasutan Hanna yang membuatnya goyah.


Sementara itu Tasya baru saja bangun,dia sangat kaget saat melihat matahari yang sudah menerangi kamarnya,dia langsung beranjak dari tempat tidurnya.Dia mengerutkan keningnya saat tidak melihat Handoko ada di kamarnya dia segera keluar kamar lalu menghampiri Putra yang berjaga di depan pintu kamarnya.


"Dimana tuan?" Tanya Tasya saat membuka pintu kamar dari kemarin suaminya seakan menghindarinya membuatnya semakin bingung karena merasa tidak membuat kesalahan.


"Tuan!!sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi nyonya."Jawab Putra tanpa ekspresi.


"Kemana dia apa ada masalah di tempat kerjanya?"


"Aku tidak tau nyonya soalnya tuan tidak berbicara apa pun." Jawab pria itu.Dengan tubuh gemetaran Tasya kembali masuk ke dalam kamar lalu duduk di pinggiran ranjang dia mencoba untuk mengingat semuanya mencoba mengigat kesalahan apa yang dia lakukan tapi dia sama sekali tidak ingat apa pun.


"Rasanya aku tidak melakukan kesalahan apa pun tapi kenapa papa bisa bersikap seperti itu,ahh sudahlah terserah dia apa maunya lebih baik aku mandi." Ucapnya lalu dia segera masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handuk.


Saat itu Hanna keluar dari kamarnya,dia tersenyum jahat saat melihat Handoko mulai terpengaruh dengan kata-katanya.Dia tidak bisa bayangkan kalau dia kembali kepada pria yang pernah dia sakiti beberapa kali tapi pria itu bisa memaafkan semua kesalahannya.

__ADS_1


"Hahahaha rasakan kamu Tasya,kamu pikir kamu bisa memiliki Handoko seutuhnya tidak,aku tidak akan membiarkan kamu bahagia,aku akan membuatmu pergi dengan sendirinya dari rumah suamiku ini." Ucapnya dengan senyum jahatnya.


"Hei kamu...Apa yang di tanyakan nyonya mu barusan kepadamu?" Tanya Hanna dengan nada rendah saat dia melihat putra lewat dari hadapannya.Putra mengerutkan keningnya dia sedikit curiga dengan pertanyaan Hanna karena yang dia tau hanna itu hannya pelayan di rumah ini.


"Apa urusannya sama kamu neng,kamu sadar diri dong kamu itu pelayan dan dia itu majikan,jangan-jangan kamu ingin menjadi pelakor, ya ampun neng cari pria lain sana di luar masih banyak pria kamu harus sadar posisi mu di rumah ini." Jawab Putra membuat Hanna sedikit kaget.


"Ehh...Meong,siapa yang mau jadi pelakor,aku cuma ingin tau saja kenapa kamu begitu sensitif jadi orang jangan sok tau dong,bilang saya harus sadar diri yang harusnya sadar diri itu adalah Tasya majikan mu yang munafik...Dasar sialan kamu." Maki Hanna dengan wajah kesal lalu dia segera berlalu dari hadapan pria itu.


"Tunggu neng,dari pada kamu punya pikiran kotor untuk merusak rumah tangga tuan Handoko dan Nyonya Tasya lebih baik kamu jadi pacar aku saja,aku akan mencintai mu dengan tulus dan melayani mu di ranjang sampai kamu mendesah puas." Ucap Putra kembali menggoda Hanna hingga membuat wajah Hanna memerah menahan rasa kesal di hatinya.


"Hei...Orang miskin siapa yang mau pacaran sama kamu,memangnya kamu bisa membeli aku mobil,rumah,tas branded baju-baju mahal kamu tau aku ini dulu istri pria kaya sekali lagi kamu mengganggu ku,aku tidak akan melepaskan kamu cuih...Sialan bisa-bisanya anjing penjaga seperti mu menggoda ku,bisa alergi aku kalau sampai dekat dengan pria miskin seperti mu." Maki Hanna tanpa perasaan dan pria itu sama sekali tidak sakit hati akan ucapan Hanna.


Setelah Hanna berlalu dari hadapannya putra hannya bisa tersenyum,sejak dia bekerja di rumah ini hatinya sedikit tertarik dengan Hanna,walaupun wajahnya sedikit kusam itu tidak menghilangkan kecantikan dari wajahnya.


Putra kembali berjaga di depan pintu kamar Tasya tiba-tiba Andre menghampirinya,dia segera siap-siap takut kalau Andre membuat keributan lagi di tempat itu.


"Nanya apa wanita barusan?"


"Maksud tuan?"


"Itu Hanna ngomong apa sama kamu barusan?"

__ADS_1


"Aneh sekali orang-orang di rumah ini masak semua hal mereka ingin tau,kepo." Ucap Putra dalam hati.


"Kamu dengar apa yang aku katakan,wanita itu bilang apa sama kamu barusan?" Bentak Andre saat melihat Putra yang bingung.


"I_itu tuan dia hannya bertanya tentang nyonya,dan tidak ada yang aneh." jawabnya gugup dia takut salah bicara.


"Tanya tentang apa dia?" "Putra makin gugup padahal tadinya dia hannya berbohong agar pria itu tidak bertanya hal kepadanya.


"Tidak ada tuan, wanita itu cuma bertanya apa nyonya sudah sarapan dan aku bilang saja belum karena memang nyonya belum sarapan pagi." Jawabnya berbohong lagi dia tidak ingin Andre semakin banyak bertanya.


"Alah....Untuk apa dia bertanya tentang Tasya,apa dia mau meracuni Tasya." Ucap Andre sambil kembali ke kamarnya.


Sementara itu Hanna kembali ke kamarnya,sejak bangun pagi dia tidak melakukan apa pun di rumah,kedua pelayan sudah marah karena Hanna sebagai pelayan yang di gaji tidak melakukan pekerjaan rumah.


"Sial sekali hidupku,bisa-bisanya seorang penjaga menggoda ku,harga diriku benar-benar jatuh karenanya kalau sampai dia masih berani menggoda ku,aku akan buat dia menyesal." Makinya dalam hati tidak terima Putra yang menggodanya.


Hanna kembali kembali membuka pintu dia sedang menunggu momen dimana dia bisa bertemu dengan Tasya dia ingin membuat Tasya semakin kesal.Benar saja tiba-tiba Tasya membuka pintu lalu dia pergi ke dapur Hanna memanfaatkan waktu untuk bertemu dengan Tasya.


Tasya dengan malas duduk di kursi sebenarnya dia tidak selera makan tapi dia tidak ingin menyiksa bayi dalam kandungannya.


"Hmmm sepertinya ada yang sedang galau..Kenapa? Handoko menghindari mu? sudah seharusnya pria itu menghindari mu karena kamu tidak pantas untukmu." Tiba-tiba Hanan menarik kursi lalu duduk persis di depan Tasya.

__ADS_1


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2