
Hanna babak belur di hajar orang tuanya sendiri beberapa kali tangannya melayang di wajah Hanna hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Apa yang anda lakukan,kenapa kamu membuat keributan di rumah orang lain?" Bentak Putra yang sudah menahan amarah sejak kedatangan Bram dan Tomi ke tempat itu.
"Biarkan saja putra,mereka itu orang-orang yang pintar bersandiwara jangan tertipu kamu belum tau akal licik keluarga ini aku tau apa tujuan dia datang ke rumah ini,dia pasti ingin meminta uang sayangnya aku tidak akan memberikan uang sepeser pun pada kalian." Ucap Handoko sinis membuat Bram dan Tomi saling memandang.
"Kamu sudah menikahi anak ku,kenapa kamu menceraikan dia tanpa memberi tahu kami,pria macam apa kamu itu?" Ucap Bram tidak terima dengan keputusan Handoko.
"Karena aku sudah muak dengan kalian semua,kamu sebagai orang tua yang memanfaatkan anak perempuan mu,dan kamu juga sebagai lelaki tidak menasehati orang tua mu,keluarga macam apa kalian itu,aku muak sama semua hidup kalian,tidak malu kah kalian selalu datang ke rumah ini dan meminta uang? apa kalian pikir rumah ini tempat percetakan uang? sekarang kalian pulang dan bawa wanita ini." Ucap Handoko.Bram dan Tomi saling memandang Naura sangat menyedihkan dia bangkit dari tempatnya lalu dia masuk ke dalam rumah meninggalkan semua orang.
Tasya yang menyaksikan pemandangan itu bergidik ngeri melihat kejamnya orang tua Hanna yang telah menyiksanya sedemikan rupa.Andre juga yang ada di tempat itu segera masuk ke dalam rumah diikuti semua orang yang ada disana kecuali Bram,Tomi dan juga Putra.
"Pa lebih baik kita kembali ke rumah,untuk apa lagi kita disini toh kata pria tua itu Hanna sudah bukan istrinya itu artinya kita tidak bisa meminta uang lagi." Ucap Tomi.Bram yang sudah lelah akhirnya duduk di kursi yang ada di teras rumah sambil menepuk-nepuk kedua betisnya dia merasa kesal karena tidak bisa mendapat apa pun yang dia inginkan.
" Tidak papa tidak akan pergi sebelum Hanna membujuk pria itu dan memberikan kita uang,tidak mungkin kita pulang dengan tangan kosong." Jawab Bram tidak tau malu membuat Putra kesal kepada pria tua itu.
"Kalian silahkan pergi dari sini selagi aku masih menghormati kalian,bukan kah tadi tuan handoko sudah mengusir kalian? kenapa masih disini,cepat pergi dari sini sebelum aku seret dan lempar ke jalanan sana." Ucap putra dengan wajah marah.
__ADS_1
"Tau apa kamu tentang kami anak muda? kamu pikir hannya karena kamu penjaga rumah disini kamu bisa memperlakukan kami semena-mena? " Jawab Bram dia tidak kalah emosi melihat sikap Putra.
"Cih....Dasar orang tua tidak tau malu? orang tua mana yang tega menjual anak demi kepentingan pribadi kamu tahu orang tua Hanna bisa melaporkan perbuatan mu ini kepada Komnas ham,anda terlalu kejam kepada darah daging anda sendiri orang tua macam apa kamu pergi....Dari sini atau aku benar-benar marah.." Ancam Putra dia semakin emosi melihat sikap orang tua Hanna.
Sementara itu Hanna yang ada di balik pintu,hannya bisa diam,dia tau betul sikap orang tuanya bukan orang tua yang mudah di hadapi dan dia juga takut mereka berbuat lebih sadis lagi.
"Putra lebih baik kamu tidak usah mencampuri urusan keluargaku,sekarang kamu masuk biarkan aku yang bicara kepada orang tua ku." Ucap Hanna saat dia membuka pintu.
Tadi dia sengaja masuk ke dalam rumah agar penghuni rumah yang menonton keributan mereka masuk ke dalam rumah dia merasa malu jika orang tau tentang orang tuanya tapi semuanya sudah terlanjur.
"Tapi Hanna...
"Dasar wanita tolol aku hannya ingin menolongnya dari orang tua jahat itu tapi dengan bodohnya dia mengusirku,biarkan saja aku tidak peduli dengannya biarkan dia mati sendiri."Ucapnya sangat kesal hingga temannya datang menghampirinya dirinya.
"Hahahaha aku selalu memperhatikan dirimu,sepertinya kamu menyukai wanita itu untuk apa kamu menaruh hati dengan wanita licik seperti dia,kamu tidak tau kan masa lalunya saran ku lebih baik kamu tidak usah mendekatinya." Goda temannya membuat Putra semakin kesal.
" Ayo kita ke sana aku mau bicara sama kalian." Ucap Hanna lalu membawa orang tuanya dan juga adiknya ke cafe yang ada di sebrang jalan.Sesampainya disana,Hanna memesan tiga kopi setelah duduk di pojokan ruangan.
__ADS_1
"Kalian sudah melihat semuanya kan,pria itu sudah menceraikan aku,kalian pikir aku bodoh terima apa yang dia perbuat kepadaku..Tentu saja tidak,aku kesal dan benci karena diceraikan tanpa uang sepeser pun." Hanna memulai ceritanya,lalu menyeruput kopi yang baru saja di letakkan pelayan di hadapannya.
"Saat ini aku sedang berjuang untuk menyingkirkan wanita itu, tapi itu semua tidak mudah karena anak dari Handoko juga tinggal di rumah dan bahkan pria itu sudah membayar dua lelaki untuk selalu berjaga di rumah.Aku bingung bagaimana cara menyingkirkan semua orang yang ada di rumah itu,termasuk handoko kalau dia tetap bertahan dengan keputusannya." Ucap Hanna kembali.
"Jadi sekarang rencana kaka apa? membunuh mereka semua atau bagaimana?" Tanya Tomi yang sejak tadi diam tidak mau berbicara.
"terlalu sulit melakukan semua itu,butuh waktu yang lama,sekarang aku baru saja memulainya dengan menyingkirkan anaknya terlebih dahulu.Hmm siapa yang mau kehilangan semua harta milik pria itu,tidak akan." Ucapnya sambil tersenyum jahat.
"Aku bisa membantumu kalau kamu butuh bantuan,dengan satu syarat dua puluh persen dari hartanya berikan padaku_
"Apa dua puluh persen,delapan puluh persen untuk kita dan dua puluh persen untuk Hanna karena dia belum punya tanggungan seperti kita." Ucap Bram memotong ucapan Tomi yang menurutnya tidak adil.
"Terserahlah intinya kalian sekarang kembali pulang,aku akan menghubungi kalian jika aku butuh tenaga kalian dan jangan coba-coba kembali lagi ke rumah itu."Ucap Hanna lalu segera menghabiskan kopinya lalu membayarnya ke kasir setelah itu dia meninggalkan cafe dan kembali ke rumah.
Sementara itu Tasya yang sedang duduk di ruang tamu bersama Handoko yang dari tadi diam membuat Tasya yakin kalau suaminya itu sedang ada pikiran yang tidak beres.
"Pa,katakan padaku kenapa beberapa hari ini kamu selalu menghindari ku,padahal rasanya aku tidak melakukan kesalahan apa pun." Tanya Tasya tiba-tiba memulai obrolan.
__ADS_1
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ