
Tasya dan Handoko menaiki mobil lalu mereka berangkat hari itu juga menuju kota Surabaya, dimana Handoko tidak sabar lagi untuk bertemu anak dan mantan istrinya yang sudah hampir menghilangkannya nyawanya.
Sebelumnya,Tasya sudah menyuruhnya untuk mencari supir agar dia bisa santai tapi Handoko menolak karena dia ingin menikmati perjalanan bersama Tasya wanita yang sudah membuatnya benar-benar jatuh hati.
Handoko memang pria yang sangat baik,dulu saat masih menjadi suaminya Hanna, walaupun cintanya tidak sebesar cintanya kepada Tasya tapi dia selalu memanjakan Hanna tapi sayangnya Hanna hannya wanita tidak malu hingga akhirnya dia mendapat balasan dari semua perbuatannya.
"Pa..Berhenti sebentar di supermarket depan aku mau beli minuman." Ucap Tasya dan Handoko langsung menepikan mobilnya tepat di depan Supermarket.
Handoko sudah memberikan satu kartu untuk Tasya makanya Tasya tidak perlu memintanya lagi saat mereka sedang membeli sesuatu seperti sekarang ini.
Tasya membeli banyak minuman botol dan juga cemilan,karena dia ingin selama perjalanan menemani handoko.
Sepanjang jalan Tasya banyak bercerita kepada Handoko walaupun itu hannya cerita yang tidak penting.Sejak Handoko membantu biaya pengobatan papanya Tasya memang semakin terbuka kepada Handoko bahkan dia tidak segan-segan untuk meminta apa pun yang dia inginkan dan mengajak pria yang jauh lebih tua darinya jalan-jalan di mall.
Tasya tidak pernah malu jalan bergandengan tangan dengan Handoko sekalipun itu di tempat umum dan rasanya dia sangat bangga berada di samping pria itu karena dia seperti orang yang sangat di hargai.
"Kenapa kamu senyum-senyum dari tadi apa ada yang lucu?" Tanya Handoko dan Tasya mengangguk karena dia malu mengakui perasaanya yang semakin besar terhadap pria yang pernah menjadi mertuanya.
"Pa...Kita masih lama sampainya?" Tanya Tasya wajahnya mulai berubah biar bagaimanapun Hanna dan mantan suaminya bukan orang yang mudah di hadapi.
" Sebentar lagi kita sudah sampai kamu kenapa kayak takut gitu?"
"Jelas takut dong pa...Kamu tidak ingat mereka pernah hampir membunuh kita aku takut mas nanti mereka melakukan hal seperti itu lagi." Jawab Tasya dengan wajah terlihat takut.
__ADS_1
"Tenang saja...Tenangkan pikiranmu,mereka tidak akan melakukan hal itu." Jawab Handoko dengan wajah santai.Tangannya tiba-tiba meraih Tangan Tasya lalu menggenggamnya dengan erat seakan memberikan kekuatan kepada wanita pujaannya.
"Jangan takut sayang...Aku akan menjagamu." Ucapnya kembali lalu mencium punggung tangan calon istrinya.
Tidak lama kemudian mobil mereka sampai di depan rumah yang sangat mewah,Tasya membelalakkan matanya karena tidak percaya kalau mantan suaminya ternyata terlahir dari keluarga kaya.
Keadaan disana cukup sepi,Handoko beberapa kali membunyikan klakson mobilnya dari balik gerbang berharap ada yang membuka pintu dan berharap juga anaknya yang durhaka belum menjual rumahnya.
"Pa...Ini rumah papa...Mewah sekali,aku tidak menyangka kalau mas Andre ternyata anak orang kaya,tapi kenapa dia begitu bodoh melakukan hal yang mengerikan menjadi anak durhaka." Ucap Tasya di sela-sela menunggu pintu di buka.
" Kalau manusia tidak bisa menguasai nafsunya maka dia akan hancur...Apa kamu masih mencintai Andre?" Handoko menoleh ke arahnya dan terlihat ada api cemburu di wajahnya.
"Cih...Tidaklah pa...Perasaan ku sudah ada padamu pa...Seiring berjalannya waktu perasaan cinta tumbuh di hatiku pa untukmu." Jawab Tasya berharap pria yang ada disampingnya tidak berubah perasaan.Dia takut Handoko berpikiran yang aneh-aneh kepadanya.
Seorang wanita berlari kecil ke arah pintu pagar setelah itu wanita itu membuka pintu pagar Handoko dan Tasya sangat kaget melihat penampilan kucel Hanna saat ini.
"Mas bukan kah itu Hanna ada apa dengannya? kenapa dia berubah seperti itu." Tanya Tasya dengan banyak pertanyaan.Handoko juga demikian dia cukup kaget melihat penampilan Hanna yang sangat jauh berbeda dari beberapa bulan yang lalu.
Hanna belum menyadari kalau orang yang ada di dalam mobil itu Handoko dan juga Tasya,dia juga terlihat menunggu mereka untuk keluar dari dalam mobil.
Handoko tersadar dari rasa kagetnya saat Tasya menepuk pundaknya, dia segera membawa mobilnya masuk ke dalam halaman yang cukup luas.Tidak lama kemudian Andre juga keluar dari rumah menghampiri mobil yang ada di halaman rumahnya.
Handoko sengaja memakai mobil yang belum pernah dilihatnya hingga Andre tidak menyadari orang yang ada di dalam mobil itu mantan istri dan juga orang tuanya yang dia kira sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
Bukan cuma penampilan Hanna yang sangat jauh berubah begitu juga dengan Andre,wajahnya terlihat kusut dan tubuhnya sangat kurus menandakan kalau dia sedang banyak beban pikiran.
Handoko tersenyum puas melihat Hanna dan Andre hidup yang mereka jalani tidak seindah yang mereka bayangkan sebelumnya apalagi Hanna yang sangat tua dan wajahnya mengerut.
"Siapa sih yang ada di dalam mobil kenapa mereka tidak keluar dari tadi apa mereka sedang cari masalah?" Andre terlihat emosi dia mendekati mobil lalu mengetuk kaca mobil beberapa kali dengan wajah yang terlihat emosi.
" Keluar...." Andre berteriak menahan amarah dia terlihat sangat kesal saat orang yang datang ke rumahnya belum juga keluar dari dalam mobilnya.
"Pa..Kita keluar sekarang aku takut kalau mas Andre dan Hanna melakukan hal jahat lagi kepada kita." Ucap Tasya dengan wajah panik.
"Yuk kita keluar mari kita lihat reaksi kedua manusia iblis itu,aku ingin tau apa yang terjadi kepada mereka berdua hingga mereka terlihat sangat berbeda." Jawab Handoko dengan wajah senyum yang ceria seakan dia sangat bahagia melihat penderitaan Andre dan Hanna.
"Klik.." Tasya dan Handoko membuka pintu mobil bersamaan,melihat Tasya dan papanya berada di depannya Andre mundur ke belakang beberapa langkah lalu menutup mulutnya dengan tangannya.
"Papa...Tasya...Apa kalian nyata?" Andre terus mundur ke belakang tidak percaya dengan apa yang ada dia lihat saat ini.
"Iya...Ini papa dan Tasya kenapa kamu mengira papa dan Tasya sudah meninggal bagaimana apa kamu sudah menikmati harta papa semuanya?" Andre langsung berlari menghampiri paparnya lalu bersimpu didepan papanya dia terlihat sangat panik dan ketakutan.
"Papa...Maafkan kau pa..." Andre menagis sesenggukan entah itu tangisan serius atau hannya sandiwara dia tidak mengerti yang jelas dia sangat bahagia senang melihat wajah ketakutan Hanna dan juga Andre.
" Sayang....Syukurlah ternayata kamu masih hidup aku sangat merindukan mu mas..."Hanna mendekati Handoko lalu memeluk pria itu dengan erat seakan melupakan semua yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
"Dasar wanita tidak tau malu...." Ucap Handoko dalam hati wajahnya terlihat emosi dan muak melihat tingkah Hanna.
__ADS_1
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ