
Walaupun tubuhnya masih sangat lemas,Andre berusaha keras untuk berbicara dengan papanya,dia sangat menyesali semua perbuatannya dimasa lalu dimana dia hampir membunuh papanya,bahkan dia selingkuh dengan ibu tirinya mengingat semua itu dia merasa sangat malu kepada dirinya sendiri bahkan merasa tidak pantas menerima kata maaf dari pria yang bergelar papanya.
Andre meneteskan air matanya,bahkan dia menagis sesenggukan di hadapan papanya membuat Handoko merasa tidak enak.
"Sudahlah lupakan semua masa lalu,tidak ada artinya kita mengingat hal yang buruk di masa lalu,sekarang kamu pokus dulu untuk sembuh setelah itu baru kita membahas rencana masa depan."Jawab Handoko,dia cukup bersyukur karena Andre sudah menyadari semua kesalahannya dan dia berharap ini semua benar-benar dari hatinya yang paling dalam.
Sementara itu di rumah besar,Hanna sudah beberapa kali merencanakan hal-hal yang jahat,dia beberapa kali berniat mencelakai Tasya dengan memberinya obat tidur dan racun lewat makanan yang di buatkan oleh pelayan tapi entah kenapa semua rencananya selalu gagal Putra selalu membuang semua makanan itu tanpa diketahui oleh Hanna.
"Nyonya jangan makan makanan ini,Hanna telah menaruh racun di makanan ini,tadi wanita licik itu sengaja mengelabui pelayan lebih baik dari sekarang nyonya hati-hati." Ucap Putra saat pelayan sudah kembali ke dapur.
Saat itu Hanna mengintip dari pintu kamarnya dia sama sekali tidak mendengar obrolan keduanya yang jelas Tasya juga pura-pura makan padahal dia sama sekali tidak memasukkan makanan itu ke mulutnya.
Putra dan Tasya saling memberi kode,putra tau kalau Hanna sedang mengintip mereka berdua,Tasya hannya tersenyum saat dia melakukan sandiwara.
"Sejak kapan kamu tau kalau wanita itu ingin berbuat jahat kepada ku,bukan kah selama ini kamu tidak pernah curiga kepadanya?" Tanya Tasya dengan nada kecil.
"Sudah dari beberapa hari yang lalu nyonya,sebenarnya kenapa tuan Handoko tidak memanggil polisi untuk menyeretnya dari rumah ini?" Keduanya terlibat obrolan serius,Hanna yang ada di balik pintu sampai kesal sendiri saat melihat Tasya yang masih tetap terlihat baik-baik saja.
Tasya hannya diam saja,sesungguhnya dia juga tidak mengerti dengan suaminya yang tidak mengusir Hanna dan Andre setelah mereka kembali ke kota ini,kalau di katakan kenapa tidak dilapor ke polisi itu karena dia tidak punya cukup bukti untuk memasukkan keduanya ke dalam penjara.
__ADS_1
"Nyonya!!" Tasya kaget saat mendengar Putra mengagekatkannya.
"Hmm...Aku juga tidak tau,ya sudah lebih baik kita lihat aja apa rencana dari papa,aku tidak ingin terlalu sombong dengan harus memaksa keinginan ku.Intinya kita semua perlu hati-hati di rumah ini,namanya kita tinggal dengan serigala yang begitu menakutkan." Ucapnya.Pada saat itu terdengar suara bel pintu,pelayan mereka berlari kecil menuju pintu.
"Selamat datang tuan." Pelayan menyapa majikannya,Handoko tersenyum sesuatu yang tidak pernah terlihat lagi dari wajah pria itu selama beberapa Minggu belakangan ini.
Handoko langsung menuju ruang tamu,dia tersenyum saat melihat Tasya berdiri menyambutnya hal itu membuat Tasya lega sudah lama dia tidak melihat senyum di wajah suaminya.
"Pa...Tumben,sore ini kamu terlihat sangat bahagia,adakah kabar bahagia yang ingin kamu beritahu kepada ku." Tanya Tasya tidak sabar ingin mendengar sesuatu dari suaminya.
"Aku sangat bahagia,kamu tau Andre telah melewati masa kritisnya dan bahkan dia sudah berada di ruang perawatan,mungkin beberapa hari kedepan dia akan kembali ke rumah,aku sangat bahagia." Jawab Handoko dengan wajah sangat bahagia terlihat dari senyuman di wajahnya.
Tasya sedikit kaget mendengar kabar dari suaminya,sekalipun dia tidak ada urusan dengan pria itu melihat suaminya begitu bahagia Tasya juga ikutan bahagia.
Tanpa sengaja Hanna terlihat berusaha untuk mendengar omongan mereka,wanita itu beruaaha untuk mendekati mereka,tapi putra dengan pintarnya langsung menarik Hanna dan membawa wanita itu ke dapur.
"Dasar kurang ajar,apa yang kamu lakukan,untuk apa kamu membawaku ke tempat ini,semakin lama kamu semakin kurang ajar ya!!" Hanna menatap putra dengan sorot mata yang tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.
"Anda selalu mondar-mandir dihadapan tuan Handoko,aku di tugaskan untuk melarang mu mendekati kedua majiikan,ku dan kamu apa yang kamu lakukan makanya selalui ingin mencari perhatian,apa kamu ingin dilayani aku siap melayani mu!!"
__ADS_1
"Dasar bangsat,berani sekali kamu berbicara lancang!! " Hanna mendorong tubuh putra dia tetap ingin menemui Handoko tapi Putra segera menarik tangannya dan membawanya ke belakang.
"Sekali lagi kamu berani mendekati tuan Handoko dan Nyonya Tasya aku akan benar-benar membuang mu dari rumah ini,kamu di belakang ini sampai aku membukakan pintu untukmu." Ancam Putra.Dia segera masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintu dari dalam Hanna berusaha masuk tapi Putra benar-benar menguncinya.
"Arng...Kenapa semua orang di rumah ini sok jagoan,Marni pergi malah pria bajingan ingin yang sok hebat,kenapa aku terlalu sulit mendapatkan apa yang kumau dan kabar apa yang di bawa Handoko makanya dia terlihat bahagia." Ucapnya dalam hati.Dia mencoba duduk di belakang karena semua akses pintu masuk ke dalam rumah tertutup.
Hari sudah mulai gelap,Putra menyuruh,pelayan lain untuk membuka pintu untuk Hanna,dia berdiri menjaga Handoko dan Tasya yang sedang makan malam.Suasana malam ini sangat berbeda dari malam sebelumnya Handoko benar-benar sangat bahagia.
"Kemana Marni, aku tidak melihatnya sudah beberapa hari ini? kemana dia apa dia mengundurkan diri?" Tanya Handoko tiba-tiba menanyakan tentang Marni yang tidak dia lihat sejak kemarin.
Semua pelayan saling menatap begitu juga Putra rasanya dia belum siap untuk menceritakan semua tentang rahasia yang diketahui Marni tentang Hanna.
"Dia sedang pulang kampung tuan,kemarin dia pamit kepadaku, katanya orang tuanya sedang sakit." Jawab Putra berbohong dan Handoko hannya mengangguk.
"Padahal aku butuh seseorang yang handal untuk merawat Andre kalau sudah kembali ke rumah ini,terpaksa aku mencari orang lagi." Ucapnya sedikit malas.
Setelah obrolan panjang mereka mulai menikmati makan malam,setelah itu semua orang kembali ke kamarnya untuk istrahat.
Keesokan paginya,Tasya dan Handoko siap-siap berangkat ke rumah sakit,sejak pagi Putra sudah wanti-wanti dia takut saat keduanya keluar Hanna menyuruh orang lain untuk mengikuti mereka.
__ADS_1
"Tuan,biarkan aku yang menyetir untuk hari ini." Ucapnya.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ