
Dari kemarin Tasya sudah merasa ada perobahan terhadap suaminya,dia merasa tidak melakukan kesalahan apa pun tapi dia bingung entah apa yang membuat suaminya berubah.Hingga pada akhirnya mereka berdua duduk ingin makan malam keduanya mengambil tempat duduk di tempat masing-masing Tasya merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap suaminya.
Di saat pelayan menyiapkan makanan untuk mereka dengan santai Hanna datang ke dapur lalu menarik kursi dan duduk di samping Tasya membuatnya semakin kesal.
"Apa yang kamu lakukan di tempat ini,kamu benar-benar wanita tidak tau malu." Ucap Tasya selera makannya langsung hilang saat Hanna datang tiba-tiba.
"Memangnya ada yang salah,hello rumah ini juga bagian ku,mas handoko mantan suamiku juga sudah pasti aku juga berhak tinggal disini." Jawab Hanna tanpa tau malu.
Hilang selera makan,mood mulai berubah akhirnaya Tasya memilih pergi dari dapur lalu kembali ke kamar dia merasa kesal dengan Hanna dan juga suaminya yang tiba-tiba berubah.
"Apa yang kamu lakukan di rumah ini,kamu lupa siapa kamu sekarang di rumah ini,kamu pikir dengan sikap mu itu aku bisa kembali kepadamu,jangan pernah bermimpi." Ucap Handoko dengan wajah yang marah.
"Mas aku ingin kamu membuka mata mu,bagaimana bisa kamu menjadikan dia ratu di rumah ini sementara dia saja sudah melakukan hal buruk di belakang mu,dia mengkhianati mu,kalau kamu tidak percaya tanya saja kepada Andre_
"Diam...Jangan kamu samakan kamu dengan Tasya,kalau kamu wanita murahan jangan kamu pikir semua sama seperti mu murahan." bentak Handoko lalu dia segera beranjak dari dapur dan pergi ke ruang tamu.
Hanna tersenyum puas melihat ekspresi Handoko hari ini,dia merasa beruntung tadi sore bisa bertemu Handoko karena punya kesempatan untuk menghasut pria itu.
Tasya merasa gelisah di dalam kamar karena sudah hampir dua puluh menit Handoko belum masuk kamar juga,dia takut Hanna berbicara yang aneh-aneh atau bahkan menghasut suaminya.Merasa tidak tenang akhirhya Tasya beranjak dari tempat tidurnya lalu dia membuka pintu kamar lalu pergi ke dapur dia sangat kaget saat tidak melihat Handoko dan Hanna disana.
__ADS_1
"Nyonya anda mencari siapa?" Tiba-tiba putra keluar dari kamar mandi sementara Hanna sudah kembali ke kamarnya.
"Dimana tuan?"
"Ada di ruang tamu menonton nyonya?ada apa nyonya apa nyonya ingin di temani ke ruang tamu?"
"O_A t_tidak usah,dengan siapa dia disana?" Tanya Tasya lagi dia begitu gugup karena sudah curiga dengan suaminya.
"Sendirian saja nyonya,aku ke luar dulu nyonya kalau memang tidak ada lagi yang perlu ku bantu." Ucap pria itu lalu dia segera berlalu dari hadapan Tasya.
Tasya menarik napas lega,dia merasa malu kepada dirinya sendiri karena sempat berpikiran kotor tentang suaminya.
"Hampir saja aku berpikiran kotor,entah apa maksud dari wanita itu masih bertahan disini seharusnya dia pergi dari rumah ini." Ucapnya dalam hati lalu dia segera meninggalkan dapur dan kembali ke kamar.Sebelum dia pergi ke kamarnya dia terlebih dahulu mengintip ke ruang tamu ternyata benar apa yang di katakan security nya suaminya di ruang tamu sedang menonton berita malam sambil minum kopi.
" Benarkah kamu sudah membohongiku Tasya,apa mungkin aku sudah tertipu atas sikap mu selama ini,kalau memang benar,wanita ini telah menipuku,apa salah dan dosa ku hingga aku selalu di sakiti seorang wanita." Ucapnya dalam hati.
Tidak ingin terlalu stres keesokan paginya sebelum Tasya bangun,Handoko sudah bangun lalu pagi-pagi sekali dia keluar dari rumahnya untuk menemui teman lamanya yang sudah lama sekali tidak bertemu.
Mereka bertemu di sebuah cafe yang ada di pinggir kota mungkin karena masih pagi suasana cafe sangatlah sepi hal itu membuat Handoko nyaman.
__ADS_1
" Handoko..Sudah lama kita tidak bertemu,kamu kelihatan semakin muda saja itu artinya istri ketiga mu wanita baik-baik kamu tampak bahagia." Ucap Bram teman lamanya yang paling setia.
"Kamu bisa saja,suaramu jangan terlalu kencang tidak enak rasanya di dengar orang,takutnya orang mengira aku pria brengsek,padahal aku yang selalu disakiti wanita mungkin aku terlalu baik." Ucapnya dengan wajah tidak semangat.
"Ada apa dengan wajah mu ini? apa yang terjadi jangan bilang pernikahan mu bermasalah lagi?" Bram duduk di depannya.Bram tidak kalah sukses dengan Handoko.Kalau Handoko itu pria yang setia dan baik kepada istri sangat berbeda dengan Bram yang suka menyimpan wanita-wanita muda dibelakang istrinya.
"Entahlah,aku juga bingung,istri kedua ku masih tinggal bersama ku,dia tidak mau pergi dari rumah sekali pun aku sudah mengusirnya."
"Terus istri ketiga mu cemburu,marah atau tidak bisa terima wajar dong bro kalau dia tidak bisa terima wanita mana yang mau tinggal bersama mantan istri suaminya." Jawab Bram menyalahkan Handoko.
"Bukan itu masalahnya,..." Handoko menarik napas berat rasanya dia sulit untuk menceritakan semuanya dia merasa malu dengan kisah pernikahannya yang tidak pernah berjalan dengan baik.
"Terus masalahnya apa? aku yakin kamu pasti pusing,kamu juga pikiran mu dimana hingga kamu membiarkan istri kedua mu tinggal bersama kalian..." Tanya pria tetap menyalahkan dirinya.
"Masalahnya istri ketiga ku sedang hamil,dan kata istri kedua ku itu bukan darah daging ku,katanya pria tua seperti itu tidak bisa lagi memberikan keturunan dan itu artinya istriku selingkuh?"
"Hahahaha.....Kamu sudah tua tapi kenapa masih bodoh saja,siapa yang bilang pria tua tidak bisa memberikan keturunan,kecuali kamu perempuan bisa jadi,makanya jangan membiarkan wanita lain tinggal bersama kalian merusak perniakahnya harusnya kamu bersyukur istri bisa hamil lagi." Ucap pria itu menasehati Handoko yang masih terlihat bingung.
"Kalau kamu membiarkan wanita itu tetap tinggal bersama kalian aku yakin pernikahan mu tidak akan lama jadilah pria yang tegas usir orang-orang yang ingin menjadi benalu di rumah mu." Ucap pria itu kembali.
__ADS_1
"Tidak semudah itu Bram,entah lah aku juga pusing sepertinya aku harus ke dokter dan bertanya langsung kepadanya,aku tidak mau tertipu kepada wanita-wanita yang selalu menyakiti ku." Jawab Handoko lalu menyeruput kopi miliknya.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ