Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 11 ~ Ternyata ~


__ADS_3

Handoko tersenyum melihat Tasya yang begitu ramah,hari ini dia sengaja datang mengunjungi rumah anaknya karena dia tahu istrinya sedang di kota ini.


Hubungan Handoko dengan Andre sudah lama tidak berjalan baik karena Handoko selalu curiga kalau istri keduanya itu memiliki hubungan dengan Andre tetapi belakangan ini Handoko tidak ambil pusing lagi dia sudah pasrah saja kalau memang Hanna dan Andre memiliki hubungan di belakangnya.


"Mari masuk pa...Aku akan mengantar papa menemui mas Andre dan juga ibu." Ucap Tasya lalu membuka pintu pagar dan masuk ke dalam rumah.


Sebenarnya rumah ini adalah rumah mending istrinya yaitu wanita yang melahirkan Andre,dulu mereka sempat tinggal di kota ini untuk beberapa tahun makanya mereka membeli rumah di sini dan tidak menjualnya lagi.


Saat mereka sampai di depan pintu Tasya sedikit ragu membuka pintu rumah dia takut suami dan ibu mertuanya melakukan sesuatu di dalam sana.


"Kenapa bingung Andre dan Hanna ada di dalam kan,mereka berduaan apa kamu tau apa yang mereka lakukan di dalam sana?" Tanya Handoko dengan wajah datar.


Melihat Tasya ragu-ragu membuka pintu akhirnya Handoko membuka pintu sendiri dan ternyata ruang tamu sedang kosong dan Tasya menghela napas lega dia belum siap mengetahui semua yang di lakukan suaminya dan juga mertuanya.


Tasya pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mertua lelakinya saat dia melewati kamar belakang tiba-tiba dia mendengar suara ******* kenikmatan dari dalam kamar.Jantung Tasya berdetak lebih kencang dia sangat penasaran apa yang di lakukan oleh suaminya di dalam kamar belakang tapi dia tidak mau melihat sesuatu yang tak pantas dia lihat.


Tasya memutuskan untuk pergi ke dapur dan meninggalkan tempat itu dia bersikap seolah-olah tidak mendengar apa pun dari dalam kamar itu.


Tasya membawa minuman untuk mertua lelakinya lalu dia meletakkan minuman itu di depan mertuanya.


"Dimana suami mu?"

__ADS_1


"Hmm aku tidak tau papa,tadi aku meninggalkan dia disini kebetulan aku mau ke rumah sakit mengunjungi papaku yang sedang sakit." Ucap Tasya tiba-tiba wajahnya berubah sedih dia teringat kalau papanya sedang menunggunya di rumah sakit tapi dia gagal untuk mendapat uang.


"Kenapa dengan wajahmu? apa kamu sedang ada masalah?"


"Aku minta maaf pa! sebenarnya tadi aku kesini menemui mas Andre untuk meminjam uang untuknya tapi dia tidak memberikan aku pinjaman mungkin karena aku tidak bekerja."Tiba-tiba air matanya jatuh di wajahnya dia sangat berharap bisa membantu papanya yang sudah sekarat.


"Kamu butuh berapa? aku akan membantumu." Ucap Handoko.Entah kenapa dari awal bertemu dengan menantunya dia menyukai sikap Tasya yang ramah dan baik hati sangat berbeda dengan istrinya yang tidak tau malu dan terima kasih itu,padahal umur mereka tidak jauh beda.


"Lima puluh juta pa.." Jawab Tasya tanpa pikir panjang.Saat itu Handoko membuka tasnya lalu melihat uang yang ada di dalam tasnya ternyata uang yang ada di dalam tasnya tidak cukup banyak.


"Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit dan membayar semua biaya papamu,jangan tunggu sampai dia semakin parah nanti." Ucap Handoko lalu beranjak dari tempat duduknya.


"benaran pa..Papa mau membantu kesulitan ku?" Tanya Tasya seakan tidak percaya apa yang dia dengar saat ini.


Sementara itu,Andre dan Hanna sedang berusaha untuk mengejar kenikmatan yang sudah mereka lakukan dari tadi Hanna terus mendesah dengan dada yang naik turun.


Saat itu mereka berdua sama-sama mendesah panjang menikmati sensasi yang begitu indah hari ini mereka berdua sama-sama puas karena mereka bebas melakukannya karena Tasya tidak di rumah.


Hanna yang masih tidur di atas tubuh Andre langsung turun lalu merebahkan tubuhnya di samping Andre.


"Mas kenapa kamu tidak menceraikan wanita itu,aku sudah tidak mau lagi kembali ke surabaya kau pengen bersama kamu saja,papa mu juga lama sekali matinya aku sudah tidak kuat jika berjauhan dengan mu,kamu tau kan aku sangat mencintaimu." Ucap Hanna dengan nada manja dan wajah pura-pura cemberut.

__ADS_1


Andre membalikan tubuhnya lalu menatap Hanna yang belum memakai pakaian,dia tersenyum kepada Hanna membuat Hanna semakin terpesona.


"Sabar sayang,kamu harus sabar berapa lama lagi sih papaku hidup di dunia ini,kalau kamu minta cerai darinya dan kita hidup bersama yakinlah seluruh hartanya akan di sumbangkan ke panti asuhan kamu mau hidup susah bersama ku,memangnya sanggup gaji ku yang lima belas juta ini untuk membiayai hidup kita berdua? bukan kah papaku sudah biasa memberikan kemewahan kepada mu?" Ucap Andre serius.


Hanna tidak bisa berkata-kata benar apa yang di katakan kekasihnya itu dia harus sabar selama ini dia hidup dengan sangat mewah suaminya memberikan dia hidup yang sangat royal dan tidak pernah sekali pun melarangnya untuk membeli apa pun yang dia mau.


Bahkan saking baiknya suaminya itu,dia beberapa kali bermain brondong diluar Handoko tidak bisa memberikan dia kepuasan selama ini hingga dia mencari pria lain di belakangnya.


Tapi biar pun dia bermain brondong di belakang Handoko cintanya tetap kepada Andre karena dari semua lelaki kenalannya hannya Andre yang bisa membuatnya tidak berdaya di atas ranjang.Dia bermain brondong karena dia LDR dengan Andre selama ini.


"Aku sudah lelah mas,aku ingin bersama mu sampai tua nanti,aku takut lama-lama kamu jatuh cinta kepada wanita itu.".


"Hahaha....Kalau aku jatuh cinta kepadanya tidak mungkin aku masih mau berhubungan dengannya aku hannya memanfaatkan dia agar papa tidak curiga kepada kita kamu harus tau akan hal itu." Ucap Andre lalu memeluk Hanna dengan erat.


Mereka begitu asik di dalam kamar hingga mereka tidak tau kalau Handoko telah datang ke rumah mereka tadi.


Handoko sengaja singgah di rumah Andre untuk memastikan bahwa Hanna istrinya sedang bersama Andre,padahal tujuan sebenarnya datang ke kota ini untuk meninjau pembanguan supermarket yang sedang di bangun di pusat kota.


Hanna dan Andre tidak tau sama sekali kalau Handoko sedang membangun sebuah supermarket di kota ini.Handoko sudah benar-benar membenci Hanna yang begitu murahan dia sangat tersiksa beberapa bulan ini memikirkan Hanna yang sangat tergila-gila kepada anaknya dan untuk saat ini dia sudah merelakan istrinya itu kepada siapa pun dia mau dia sudah menyerah atas sikap Hanna selama ini yang tidak menghargai ketulusan cintanya.


Hanna memang wanita yang tidak tau diri,dia hannya wanita kampung dan miskin beruntung dia di lamar oleh Handoko duda kaya raya di kotanya.Dari saat itu hidup Hanna berubah menjadi wanita sosialita yang sangat mewah bahkan keluarganya menikmati kekayaan suaminya juga.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบbersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2