Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 49 ~Di rendahkan ~


__ADS_3

Handoko membantu Tasya masuk ke dalam rumah diiringi asisten rumah tangga yang sudah menunggu sejak tadi pagi.Mereka tidak sabar menunggu kepulangan majikan perempuan mereka yang begitu baik.


" Alah Tasnya kebanyakan gaya hannya demam biasa saja tapi sampai segitu manjanya menjijikan." Sungut Andre lalu dia kembali ke kamar dan menutup pintu.


Padahal dia masih mengantuk karena semalam dia tidak bisa tidur setelah melakukan aksi bejatnya dengan Hanna kepalanya begitu pusing dan perutnya mual mungil pengaruh minuman yang dia minum.


" Tidurku terganggu karena orang-orang alai itu,bisa-bisanya dia bersikap manja dengan orang tua apa dia tidak malu memiliki pasangan orang tua." Ucapnya dia uring-uringan sendiri di dalam kamar entah apa yang membuatnya stres.


Saat dia mau bangkit karena kebelet tiba-tiba dia merasakan pusing di kepalannya dia akhirnya berlari ke kamar mandi lalu muntah disana ternayata pengaruh minuman tadi malam belum hilang dari kepalanya.


Andre keluar dari kamar mandi dengan tubuh sempoyongan,dia menyesal karena telah minum di tempat sembarangan hingga perutnya tidak tahan padahal sebelumnya dia sudah biasa minum.


" Ini semua gara-gara minum tadi malam entah apa yang mereka campur di minuman itu hingga aku pusing seperti ini." Ucapnya kembali.Sementara itu di kamar yang berbeda Tasya mulai berbaring dia belum cukup sehat untuk beraktifitas dan seharusnya dia di rawat di rumah sakit tapi karena dia tidak suka aroma rumah sakit dia memaksakan diri untuk pulang.


" Nyonya ini minuman herbal untuk memulihkan tenaga,dan nyonya juga harus makan ini." Ucap Marni sambil membawa segelas jamu dan sepiring cemilan yang dia buat sendiri.


" Terima kasih ya,kalian orang-orang yang sangat baik,aku sangat terharu atas kebaikan kalian semua." Ucap Tasya dengan wajah sendu.Entah kenapa dia merasa hidupnya begitu beruntung setelah bercerai dari Andre yang telah menyakitinya dulu,walaupun suaminya sekarang umurnya sangat jauh berbeda dia menyuaki sikap Handoko yang lembut dan memanjakan dirinya.


" Sudah menjadi kewajiban kami untuk merawat nyonya." Jawab Marni.Saat itu tiba-tiba ponsel Handoko berbunyi dia meninggalkan mereka di dalam kamar lalu pergi keluar dan berdiri di depan pintu sambil menerima panggilan telepon.


" Baik tunggu disana,aku akan segera datang." Jawab Handoko lalu menutup teleponnya ternyata salah satu toko miliknya di ganggu segerombolan ormas hingga semua kariawan disana ketakutan.

__ADS_1


" Sayang,kamu tidak papa disini untuk sementara ya,tiba-tiba toko yang ada di daerah S di datangi beberapa ormas aku akan kesana dan menyelesaikan masalahnya. Dan kamu Marni temani nyonya di kamar jangan pernah sekalipun kamu meninggalkan dia sendirian di kamar ini,kamu paham?"


" Iya tuan aku akan menjaga nyonya."


" Kamu berlebihan pa,aku jadi merasa malu kalau kamu seperti ini terus lama-lama aku bisa jadi besar kepala." Ucap Tasya dengan senyum yang manis.


" Aku pergi dulu hati-hati di rumah jangan lupa makan?" Ucap Handoko lalu dia mencium kening Tasya lalu pergi meninggalkan rumahnya.Sebenarnya dia takut meninggalkan Tasya di rumah sendirian apalagi hannya di temani para asisten rumah tangga,apalagi saat ini security yang dia panggil melalui yayasan belum juga masuk katanya menunggu tiga hari lagi.


" Sudahlah semoga mereka cepat masuk dengan begitu aku bisa aman bekerja dan sepertinya setiap sudut rumah harus di lengkapi alat pemantau ruangan,aku tidak mempercayai anak durhaka itu lagi apalagi dia terlihat cemburu dengan hubungan kami." Ucapnya dalam hati.Sebelum dia pergi menuju toko miliknya dia mampir di toko penjualan alat-alat elektronik lalu menyuruh pekerja di sana ke alamat rumahnya untuk memasang beberapa kamera pemantau.


" Baik pak,aku akan kesana sekarang." Jawab pria itu.Handiko segera meninggalkan toko itu menuju toko miliknya dan pemilik toko juga langsung menyuruh mekaniknya ke alamat Handoko.


Pria itu berdiri di depan pintu sambil menekan bel beberapa kali,hingga seorang pelayan menyambutnya.


" Aku dari toko anugrah,aku kesini atas perintah bapak Handoko menyuruhku memasang kamera pemantau,apa saya bisa masuk?" Tanya pria itu dengan ramah sang asisten menyuruhnya masuk.


" Apa yang kamu lakukan di rumah ini?" Pria itu sangat kaget saat mendengar suara besar milik Andre.Pria itu menoleh ke belakang sambil meletakkan semua barang yang ada di tangannya.


" Maaf pak,tuan Handoko menyuruhku untuk memasang kamera pemantau di rumah ini."


" Pria tua itu semakin hebat saja,apa rencananya hingga dia menyuruh orang memasang semua alat ini,sepertinya aku perlu mengingatkan pria tua itu,sudah tua tapi tidak tau diri sama sekali." Ucapnya dalam hati lalu dia pergi meninggalkan pria itu di ruang tamu.

__ADS_1


Saat melewati kamar yang di tempati Tasya tiba-tiba terbesit di pikirannya untuk menemui Tasya karena dia tau Handoko tidak di rumah.Dia tidak mengira kalau Marni menjaga Tasya di dalam kamar.


Andre mendorong pintu kamar dengan keras,saat itu Tasya dan Marni menatapnya dengan sangat kaget,Tasya yang saat itu sedang makan langsung mengakhiri makannya.


Andre salah tingkah dia tidak menyangka kalau Marni ada disana wajahnya pucat pasi apalagi saat itu kedua wanita itu menatapnya dengan tatapan ketakutan.


" Kamu keluar sebentar?"


"Ta_Tapi tuan,tadi tuan Handoko,berpesan?"


" Keluar .." Pekik Andre,hingga Tasya dan Marni benar-benar ketakutan,Marni bergegas ingin pergi tapi Tasya menahan tangannya membuat Tasya semakin marah.


Andre menarik tangan Marni lalu menyeretnya keluar dari dalam kamar dan melemparnya dengan kasar dari dalam kamar lalu dia menutup pintu dari dalam.Tasya sangat ketakutan tubuhnya gemetaran baru kali ini dia begitu ketakutan di depan Andre,apalagi saat melihat kemarahan besar di wajah mantan suaminya itu.


" Apa kamu menikmati kehidupan mu yang sekarang,kamu dijadikan ratu oleh pria tua itu di rumah ini,aku tidak menyangka kalau kamu sama saja dengan wanita diluar sana,menerima semua kekurangan laki-laki sekalipun dia sudah tua Bangka.Apa dia bisa memuaskan nafsu mu,apa dia masih punya tenaga?"


" Hentikan bajingan keluarlah dari kamar ini sebelum aku menghubungi papa mu dan berteriak keras?"


" Lakukan saja,lakukan aku mau lihat sehebat apa kamu,dan sejak kapan mulutmu begitu berani mengeluarkan kata-kata kasar? " Andre duduk di tepi ranjang lalu mengusap bibir Tasya membuat Tasya emosi lalu menepis tangannya dengan kasar.


" Jangan jual mahal sayang,aku tau kamu tidak puas dengan papaku,kamu hannya menginginkan hartanya,aku salah menilai mu sayang," Andre kembali mengelus wajah Tasya hingga membuat Tasya semakin marah.

__ADS_1


" Plak...." Dia menampar wajah Andre dengan kasar dia sudah tidak tahan terus menerus di rendahkan mantan suaminya itu.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2