
Hanna langsung bergegas pergi meninggalkan Andre di meja makan,dia masuk ke kamarnya lalu pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan dirinya.
Hanna memoles wajahnya secantik mungkin,bahkan memakai make up dan juga bulu mata sedikit pun dia tidak menunjukkan kalau dia sudah memiliki menantu.
Hanna memakai pakaian yang sangat pendek di tambah tas kecil miliknya dengan sepatu yang senada dengan bajunya membuatnya benar-benar cantik hari ini.Dia keluar dari dalam kamar bertepatan Tasya juga keluar dari kamarnya saat itu Tasya sangat kaget melihat penampilannya selama ini dia belum pernah melihat mertuanya berpenampilan seperti itu.
Tasya masih berdiri di depan kamarnya dia begitu syok melihat gaya mertuanya,dan saat itu suaminya Andre keluar dari dari dapur menghampiri ibunya.
"Sudah siap ma,kita berangkat sekarang keburu siang." Ucap Andre dia mengacuhkan Tasya istrinya yang belum hilang rasa kagetnya dan saat melihat dirinya Tasya semakin kaget juga.
"Mas kalian mau kemana?" Tanya Tasya sambil menahan amarah di dalam dirinya apalagi saat melihat mertuanya yang mengandeng suaminya mereka persis seperti pasangan muda yang sedang di mabuk cinta.
Hanna menatap Tasya dengan tatapan sinis,dia seakan tidak suka dengan pertanyan yang di lontarkan wanita itu.
"Kenapa...Kamu keberatan kalau Andre membawaku jalan-jalan sepertinya kamu sedang cemburu melihatku pergi bersama Andre anakku." Ucap Hanna dengan tatapan tidak suka.
Tasya tersenyum kecil seakan dia sedang merendahkan wanita itu di hadapannya,dia membalas tatapan sinis ibu mertuanya itu.
"Cemburu....Tentu saja aku cemburu bu,ibu kan seorang mertua walaupun aku sedikit ragu kalau kamu itu mertuaku,ibu pernah tidak memikirkan perasaan ku,ibu kan seorang wanita apa pantas ibu berpenampilan seperti itu di hadapan mas Andre,ibu tau dia sudah punya istri kenapa ibu seakan-akan ingin menguasai mas Andre." Ucap Tasya dengan suara yang sudah menahan amarah.
Hanna membelalakkan matanya selama ini dia sudah menahan cemburu buta di dalam hatinya karena pernikahannya dengan Andre.Dari awal Andre menikahi Tasya Hanna memang tidak pernah setuju tapi Andre tetap kukuh karena dia tidak ingin papanya semakin curiga kepdanya.
Terbukti sejak menikahi Tasya papanya tidak pernah lagi curiga dengannya karena dia mengira Andre begitu mencintai Tasya.
__ADS_1
Hanna dengan kasar langsung menjambak rambut Tasya lalu menariknya ke atas sampai Tasya benar-benar menatap ke atas Hanna juga menatapnya dengan tatapan seperti iblis.
"Kamu dengar ya anak lintah,kamu tidak ada hak untuk mengurusi gaya dan hidupku aku mau kemana dan seperti apa itu urusan ku bukan urusan mu,dasar wanita benalu." Hanna melempar tubuh Tasya hingga dia terjatuh ke lantai.
Kali ini Tasya benar-benar melihat asli dari wajah wanita itu,dia semakin percaya kalau wanita itu bukan ibu kandung dari suaminya.
"Ayo kita pergi tinggalkan wanita tidak berguna itu,jangan coba-coba untuk mengurusinya." Ucap Hanna lalu menarik tangan Andre dan mereka pergi dari rumah itu entah kemana.
Kering sudah air mata Tasya yang ingin jatuh dari matanya,dia benar-benar tidak menyangka menikah dengan pria bermuka dua,sampai saat ini dia tidak mengerti lagi sikap dari suaminya.
" Mas ternyata aku salah menilai kamu,kamu bukan lah pria yang dulu aku kenal,siapa kamu sebenarnya mas dan apa hubungan kamu dengan wanita itu? aku tidak percaya kalau wanita itu ibumu aku bukan orang bodoh." Ucapnya dalam hati lalu dia duduk di ruang tamu sambil berpikiran jauh entah kemana.
Pada saat itu ponsel yang ada di tangannya berbunyi,dia mengangkat panggilan dari ibunya,mungkin mereka sedang menunggu kiriman darinya seharusnya tadi pagi dia sudah harus mengantar uang untuk suaminya.
Tasya segera menaiki angkutan umum menuju rumah ibunya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya dia sedikit gemetaran karena ibunya menangis saat menghubunginya.
Setelah sampai di gang menuju rumahnya dia segera membayar ongkosnya lalu segera berlari menuju rumahnya yang ada di ujung gang.
Tasya berlari masuk ke dalam rumah ternyata penyakit papanya sedang kambuh dan dia muntah darah sangat banyak.Tasya lansung menagis di depan papanya dia tidak mengerti kenapa keadaan papanya semakin parah.
"Apa yang terjadi kepada papa Bu...Kenapa dia semakin parah?" Tanya Tasya sambil menangis.
"Aku tidak tau Tasya,yang pasti penyakit papamu semakin parah saat dia tidak makan obat selama dua hari ini,dan tadi siang saat keadaan papamu semakin parah ibu meminjam uang kepada tetangga dan kata tukang apotik papamu harus segera di bawa ke rumah sakit tapi untuk membawa papa mu ke rumah sakit aku tidak punya uang." Ucap Ibunya dengan nada pasrah.
__ADS_1
Tasya hannya bisa menagis sambil memeluk papanya yang sudah sekarat melihat papanya yang sudah semakin lemah membuatnya seperti orang yang tidak berguna.
"Ibu ayo kita bawa papa ke rumah sakit,aku takut sesuatu terjadi dengannya,aku akan usahakan mencari uang entah dari mana nantinya." Tasya langsung mencoba untuk membuat papanya ke posisi duduk di dalam kamar.
Tasya keluar dari dalam rumah untuk mencari bantuan,saat itu seorang pria lewat dari depan rumahnya dia tidak kenal dengan pria itu tapi karena pria itu membawa mobil Tasya segera lari dan menyetop mobil itu.
"Pak....Tolong bantu aku untuk membawa papa ke rumah sakit."Ucap Tasya sambil memohon kepada pria itu.
Pria itu merasa iba dengan Tasya dia segera mengangguk tanda setuju lalu membuka pintu mobilnya lalu mengikuti Tasya dari belakang.Mereka segera membawa Tasya ke rumah sakit saat papanya sudah sampai di ruangan IGD pria itu langsung pamit kepada Tasya.
Terima kasih ya pak."Ucap Tasya ramah pria itu segera pergi.Sudah beberapa menit berdiri di ruangan IGD dan keadaan papanya semakin parah beberapa perawat hannya menatap kearahnya mereka terlihat cuek dan tidak peduli.
"Permisi suster tolong bantu papa saya dia sedang sekarat." Ucap Tasya dengan wajah memelas dan tanpa sadar menitikkan air mata.
Seperti itulah di negara ini,jika kalangan orang miskin yang datang ke rumah sakit para perawat dan dokter seperti tidak peduli sama sekali.
"Ooh silahkan daftar dulu ya kak ke pendaftaran setelah itu baru di tangani."Jawab wanita itu lalu dia segera pergi meninggalkan Tasya.
Tasya segera mendaftarkan papanya,setelah itu mereka menunggu lama sekali baru mulai di periksa dan mereka seperti terpaksa untuk memeriksanya keadaan papanya yang sudah sangat sekarat.
Setelah melakukan pemeriksaan kepada papanya mereka menyarankan papanya untuk segera operasi dan biayanya yang cukup tinggi membuat Tasya tidak bisa berkata-kata.
๐บ๐บ๐บbersambung ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1