
Sudah dua minggu Tasya menjaga Handoko di rumah sakit selama itu pula mertuanya itu tidak ada perubahan kaki dan tubuhnya belum bisa di gerakkan padahal dia sudah di berikan obat-obat dari luar negri hingga mereka sudah menghabiskan banyak uang.
Setelah tim medis selesai memeriksa keadaanya dan mereka sudah pergi Handoko menarik napas berat dia sudah sangat bosan berada di rumah sakit dia juga merasa iba melihat Tasya yang sangat tulus merawatnya.
"Tasya..Kalau kamu sudah bosan merawat ku kamu bisa kembali ke rumah orang tua mu aku tidak tega melihat disini." Ucapnya dengan wajah yang tidak ikhlas sama sekali.
" Jangan pikirkan itu papa..Yang terpenting itu papa pokus untuk sembuh."Jawab Tasya dengan nada lirih.
Jauh di lubuk hatinya Handoko ingin memastikan tawarannya beberapa Minggu yang lalu,dia ingin Tasya segera cerai dengan suaminya dan dia ingin menjadikan Tasya sebagai istrinya kelak dia bisa mewarisi semua hartanya.
"Tasya papa mau ngomong serius tapi kamu jangan tersinggung ya?" Ujarnya.Tasya mengerutkan keningnya lalu menatap mertuanya dengan tatapan penuh tanya.
"Ada apa pa."
"Tasya aku tau aku memang orang yang tidak tau diri,aku tidak pantas mengatakan ini bagaimana dengan pertanyaan ku beberapa Minggu yang lalu maukah kamu menikah dengan ku setelah aku sembuh nanti berikan aku jawaban agar aku semangat untuk sembuh." Ucap Handoko dia berharap wanita tulus yang ada di hadapannya menerima cintanya dengan tulus.
__ADS_1
Tasya terdiam mendengar ucapan mertuanya, dia merasa mereka tidak pantas melakukan itu walau mereka tidak punya hubungan darah.
"Tasya kenapa kamu diam?melihat sikap mu yang tulus menumbuhkan rasa di hatiku." Ucap Handoko kembali.
"Pa..maafkan aku,aku rasa kita tidak pantas melakukan itu,bukan kah aku ini menantu mu bagaimana bisa menantu berubah jadi istri." Jawab Tasya dengan penuh hati-hati.
Wajah Handoko berubah saat mendengar jawaban dari Tasya dia merasa minder setelah itu karena dia pikir Tasya menolak permintaanya karena dia sudah tidak sehat lagi.
"Baiklah kalau begitu,mungkin ini sudah takdirku seharusnya kemarin aku mati saja agar aku tidak menderita seperti ini." Ucap Handoko dia berusaha untuk membalikan tubuhnya tapi dia sudah mengerahkan semua tenaganya dia tetap gagal membuatnya frustasi.
Tasya merasa tidak enak,tidak ingin membuat pria itu semakin terluka Tasnya keluar dari ruangan itu dan pergi ke tempat duduk yang tidak jauh dari ruangan suaminya.
Beberapa Minggu kemudian Andre dan Hanna kembali ke kota Surabaya,Andre mengundurkan diri dari perusahan tempat dia bekerja dan memutuskan untuk bekerja di beberapa toko papanya dia ingin mengelola toko itu.
Setelah sampai di rumah papanya pelayan yang sudah kenal dengannya langsung menyambutnya dengan baik dan melayaninya.
__ADS_1
"Bibi...Hari ini juga kamu saya pecat dari rumah ini silahkan kamu pergi tanpa gaji sama sekali aku tidak menyukai kamu." Ucap Hanna dengan nada angkuh dia duduk di sopa sambil mengangkat kakinya ke atas meja.
Dulu saat bersama suaminya dia memang bebas melakukan apa pun tapi Handoko terlalu banyak ikut campur urusannya dan cenderung membela pelayan kalau dia tidak suka membuat Hanna sering kecewa.
"Tapi nyonya kenapa anda memecat ku apa salahku,lagian anda tidak punya hak memecat ku tuan Handoko yang membayar gaji ku."
"Braakk....Handoko sudah mati,Andre putranya yang melanjutkan semua bisnisnya dan kami akan segera menikah yang artinya aku tetap nyonya yang berkuasa di rumah ini sekarang keluar aku tidak ingin melihat wajahmu." Hanna memukul meja dengan kasar membuat pelayannya sangat ketakutan dia langsung pergi ke kamarnya dan menyusun semua pakaiannya lalu meninggalkan rumah majikannya yang sudah lama dia tinggali.
Setelah pelayan pergi Andre beranjak dari tempat duduknya lalu menatap Hanna dengan tatapan tidak suka dia tidak menyukai Hanna karena sudah berani memecat yang sudah bekerja puluhan tahun di rumahnya.
"Kenapa kamu harus memecat bibi dia sudah bekerja lama di rumah ini,aku tidak suka melihatmu seperti itu,sesekali kamu harus menghargai ku kalau kamu ingin hubungan kita berjalan lancar." Ucap Andre lalu pergi ke kamarnya dan menutup pintu dari dalam.
Hanna sangat kaget melihat sikap Andre,dia bingung dengan sikap yang tiba-tiba berubah seperti tidak menyukainya hannya karena masalah sepele.
Dia pergi menyusul Andre ke kamarnya,dia mendorong pintu kamar ternyata di kunci dari dalam membuatnya semakin heran.
__ADS_1
"Mas buka pintunya ada apa sih kamu,kalau aku ada salah katakan jangan marah seperti ini." Hanna berteriak dari luar kamar tapi Andre tidak peduli dia malah sibuk memandangi ponselnya yang di penuhi chat mesra dengan wanita kenalannya di dunia Maya.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ