
Setelah menerima uang dari papanya,Andre segera meninggalkan rumah menuju sebuah bar yang tidak jauh dari rumahnya.Dia sengaja pergi ke bar kelas bawah karena dia tidak berani lagi hidup bermewah-mewah karena kehidupannya sekarang sudah berubah.
Sesampainya di sana Andre duduk di sebuah meja yang berada di sudut ruangan lalu memesan minuman,dia ingin membuang rasa stres yang dia alami beberapa hari ini setelah kepulangan papanya dengan mantan istrinya.
Andre meneguk minuman satu gelas demi satu gelas hingga kepalanya mulai pusing,sebenarnya tempat itu bukan lah kelasnya dan wanita-wanita disana bukan lah levelnya tapi berhubung keuangannya yang yg tidak memadai akhirnya dia dengan terpaksa masuk ke tempat itu.
" Mas apa kamu butuh teman minum?" Seorang wanita menghampirinya,Andre menatap wanita itu dari atas kebawah,perutnya yang membuncit,di tambah lengan yang dipenuhi lemak,wajah bopeng penuh bekas jerawat dan betisnya yang pendek membuat Andre ingin muntah.
" Pergilah,kamu bukan seleraku,perbaiki dulu penampilan mu sebelum menjadi wanita penggoda di tempat ini." Andre melecehkan wanita itu dengan kata-kata yang menyakitkan membuat wanita itu sedikit kesal.
" Dasar sampah bilang saja kalau kamu tidak punya uang untuk membayar ku,dasar lelaki kere,kalau masuk ke tempat beginian minimal punya uang dong." Maki wanita itu menahan malu karena hinaan Andre.
" Cih....Apa katanya,aku tidak punya uang,tunggu saja pria tua itu mati aku pasti menjadi pria kaya dan memiliki banyak bisnis." Ucap Andre sambil tersenyum kecut.
Dia merasa tersinggung karena disebut pria miskin,seumur hidupnya ini pertama kalinya dia dipanggil pria miskin.
" Dari dulu memang pria tua itu selalu ingin menguasai semau harta,dari dulu dia tidak pernah memberiku kepercayaan untuk memegang satu usaha dan ini yang membuatku sakit hati kepadanya." Ucapnya lalu meneguk kembali minuman yang sisa satu gelas.
Malam sudah mulai larut dan Andre sudah hampir mabuk akhirnya dia beranjak dari tempat duduknya lalu membayar semua tagihannya dan keluar dari dalam bar.
__ADS_1
" Tuan apa anda butuh supir untuk mengantarmu pulang?" Seorang pria muda menghampirinya tapi Andre menolaknya langsung karena dia belum mabuk parah.
" Aku bisa sendiri kamu cari saja pelanggan lain." Jawabnya.Sesampainya di dalam mobil Andre menyandarkan tubuhnya di jok mobil lalu memejamkan matanya membayangkan dia pulang ke rumah dan melihat mantan istri dan papanya satu kamar sudah membuatnya kesal.Ingin menginap di hotel tapi dia tidak cukup punya banyak uang.
Lama sekali Andre termenung di dalam mobil,dia benar-benar malas untuk kembali pulang tapi dia terpaksa.Sejak kepulangan papanya ke rumah dan membawa Tasya sebagai istrinya hidupnya benar-benar hancur,selama ini sudah banyak wanita yang dia pacari tapi tidak satu pun diantara mereka yang sebaik Tasya dan selembut Tasya,sekarang melihat Tasya yang begitu perhatian kepada papanya membuatnya bagai terbakar api cemburu.
Dulu Tasya selalu melakukan apa pun yang dia suruh melayaninya dengan baik,ya dia memang membeli semua kebutuhan Tasya tapi dia sengaja tidak mengijinkan Tasya di bantu oleh asisten rumah tangga karena tidak ingin mengeluarkan uang yang banyak.
" Arng....Kenapa semua jadi begini, andai saja dulu Hanna tidak menggodaku mungkin pernikahan ku dengan Tasya masih baik-baik saja,aku menyesal telah menyia-nyiakan Tasya..." Ucapnya,sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal tapi cukup membuatnya pusing.
Andre akhirnya meninggalkan tempat itu,malam sudah semakin larut,dan petir mulai mengkilat yang artinya sebentar lagi hujan akan turun.
Benar saja saat dia sampai di rumah hujan turun sangat deras,Andre langsung masuk ke dalam kamarnya lalu mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Merasa sulit untuk memejamkan mata Andre membuka gorden lalu mengintip keluar,hujan yang begitu deras membuatnya teringat akan masa lalunya bersama Tasya dimana Tasya saat melayaninya dengan ikhlas di atas ranjang,Andre tidak sanggup membayangkan Tasya berhubungan dengan papanya hal itu membuatnya benar-benar jijik.
Hasratnya yang tidak tersalurkan beberapa Minggu ini membuatnya sedikit pusing,dia terus membayangkan tubuh Tasya yang mulus tapi dia tidak bisa menggapai Tasya untuk saat ini.
Andre menutup gorden kembali lalu dia membuka pintu kamar,ruangan yang gelap gulita membuatnya semakin berani.Andre berjalan menuju kamar yang di tempati Hanna lalu memutar kenop pintu dan ternyata pintu tidak terbuka.
" Aku akan melampiaskan semua amarahku kepada Hanna dialah yang telah menggodaku hingga Tasya menikah dengan pria tua itu,melihat wanita busuk ini sedikit pun aku tidak selera tapi aku harus memberinya pelajaran." Ucap Andre.
__ADS_1
Andre membuka kaos oblong yang dia kenakan,Hanna tertidur dengan sangat pulas,Andre tidak perlu takut Hanna berteriak karena kamar itu dilengkapi peredam suara.
Andre menarik selimut yang menutupi tubuh Hanna lalu melemparnya ke lantai,dia cukup kaget saat melihat Hanna hannya memakai bra dan ****** *****.
" Apa dia ingin menggoda pria tua itu lagi hingga dia hannya tidur memakai pakaian ini? murahan." Ucapnya setelah itu dia naik ke tubuh Hanna dan duduk di perut Hanna hingga Hanna terbangun karena merasa sesak.
" Andre apa yang ingin kamu lakukan?"
" Plak...Diam kamu wanita murahan,kamu yang telah menghancurkan hidupku,kamu memang biadab." Andre memukul wajah Hanna hingga dia meringis kesakitan.
" Aah..."
" Diam kamu....Jangan banyak tingkah,kamu itu wanita tua yang menjijikan,kamu tidak pantas menjerit." Lagi-lagi Andre memukul wajah Hanna dengan kasar lalu merobek Bra yang dikenakan oleh Hanna.
Setelah tubuh Hanna tidak meninggalkan sehelai benang pun Andre segera melampiaskan hasrat yang sudah memuncak sejak minum tadi,dia membayangkan menutup wajah Hanna dengan bajunya dan membayangkan kalau Hanna adalah Tasya.
" Tasya....Aku...Sangat merindukan mu sayang,ayo sayang puaskan aku,kamu adalah istriku dan hannya kamu yang ada di hatiku." Andre terus mendesah sambil menyebut nama Tasya dan sesekali dia memukul tubuh Hanna dengan kasar.
Setelah puas melampiaskan hasratnya Andre kembali mengenakan pakaiannya,Hanna menatap Andre dengan tatapan jijik dia begitu sakit hati diperlakukan seperti binatang.
__ADS_1
" Jangan menatapku seperti itu,kalau bukan karena kamu menggodaku,tidak mungkin rumah tanggaku yang harmonis hancur berantakan seperti ini,kamu memang pantas mendapatkan itu,kamu hannya gadis kotor dan menjijikan." Maki Andre tanpa belas kasihan sedikit pun terhadap Hanna yang bahkan sudah terluka.
πΊπΊπΊ Bersambung πΊπΊπΊ