
Hanna perlahan keluar dari balik pintu lalu mendekati Andre yang masih sibuk dengan makanannya dia mendekatinya dengan sangat hati-hati.
"Apa kamu masih butuh sesuatu,aku akan ambilkan." Tanya Hanna dia melakukannya dengan hati-hati mengingat sikap Andre yang telah jauh berbeda dari sejak papanya kembali ke rumah ini dan membawa Tasya sebagai istrinya.
"Buatkan aku kopi,kamu tau membuat kopi yang enak? jangan sampai tidak enak kalau tidak ingin kopinya ku siram ke wajahmu." Ancam Andre membuat Hanna bergidik ngeri.
Hanna terkadang bingung dengan sikap Andre,seharusnya kalau dia masih mencintai Tasya bukan kah dia bisa membawa Tasya keluar dari rumah ini,dia tinggal pergi jauh dan meninggalkan kota ini.
"Ini kopi yang kamu minta apa masih ada yang kamu inginkan?" Tanya Hanna kembali dia ingin mendekati pria itu perlahan karena dia bukan Andre yang dulu yang masih baik dan hangat.
"Tidak,ngomong-ngomong kenapa kamu tiba-tiba mendekati ku,apa kamu ingin aku kembali ke padamu,tapi maaf aku tidak mau lagi sama kamu,selain kamu sudah tidak menarik aku juga tidak menyukai wajah tua mu itu." Ucap Andre tanpa perasaan Hanna menelan ludahnya yang terasa menusuk di tenggorokannya.
Bagaimana tidak tua,sudah lama sekali dia tidak melakukan perawatan bahkan dia tidak pernah lagi membeli scancare bahkan untuk mencuci wajahnya saja dia memakai sabun badan yang semua orang pakai di rumah itu.Menyedihkan memang tapi ini semua karena kebodohannya yang terlalu mengikuti hawa nafsunya hingga dia selingkuh dan Handoko sulit memaafkan dirinya.
"Brang....Kamu tolol atau apa sih,kalau tidak ada yang mau dibicarakan silahkan pergi aku malas melihat wajahmu yang keriput itu." Andre memukul meja dengan kasar hingga Hanna kaget dan tersadar dari lamunannya.
"A_tidak,itu aku hannya ingin tau kenapa kamu terlihat seperti orang banyak beban pikiran dan kalau kamu masih mencintai Tasya kenapa tidak membawanya pergi dari rumah ini membawanya pergi jauh dari kota ini." Ucap Hanna dengan nada gugup dan penuh hati-hati.
__ADS_1
Andre menghela napas berat,sulit baginya untuk melihat Tasya bahagia dengan papanya tapi dia juga takut jika membawa lari Tasya,dia takut Tasya semakin membencinya dan akhirhya tidak memaafkan dirinya lagi.
"Sudah,tidak perlu kamu urusi hidupku,cukup kamu bekerja di rumah seperti apa yang di katakan papa kalau kamu sudah punya uang silahkan pergi dari rumah ini."Jawab Andre dengan nada datar.
"Tapi Andre,Tasya itu istrimu,kenapa kamu membiarkan dia bersama pria lain,harusnya kalau kamu masih mencintainya,kamu harus perjuangkan dia,atau bagaimana kalau kita berdua kerja sama untuk memisahkan keduanya,aku juga masih mencintai papa mu dan kamu juga masih menciantai istrimu." Andre menatap Hanna dengan sorot mata yang tajam,dia tidak menyangka kalau Hanna masih berniat untuk kembali.
"Jadi maksudmu kamu kembali ke papa ku,oohh sori aku tidak membiarkan kamu kembali ke sisi papaku,kamu bukan wanita baik-baik kamu hannya memanfaatkan papa selama ini aku tidak akan membiarkan kamu memanfaatkan papa lagi." Jawab Andre tidak terima dengan usulan Hanna yang ingin merusak hidup papanya lagi.
Wajah Hanan memerah,dia sangat kesal karena Andre menolak dengan keras usulannya dan bahkan ternyata pria itu sangat tidak terima kalau dia kembali kepada papanya.Hanna tidak melanjutkan obrolannya lagi dia segera meninggalkan Andre di dapur dia kembali melanjutkan pekerjaannya dan mencari cara agar bisa kembali kepada suaminya.
"Neng sudah makan? kamu pasti lelah dari pada kamu haus aku belikan kamu es kelapa apa kamu suka." Tanya Putra tiba-tiba sudah ada di belakang Hanna membuatnya semakin kesal.
Putra hannya tersenyum kecil saat melihat Hanan emosi baginya semakin Hanna emosi kecantikannya semakin bertambah dan wajahnya semakin imut.
"Baiklah kalau kamu tidak suka aku bisa pergi jangan lupa makan ya cantik,kalau kamu kangen sama ku kamu bisa menemui ku nanti malam di kamar security." Ucap Putra sebelum pergi semakin menggoda Hanna.
Di saat yang bersamaan Andre melewati keduanya,Putra sangat kaget tapi dia tidak bisa lagi mengelak akhirnya dengan terpaksa dia menunggu Andre lewat lalu dia pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Begitu baru bagus,kalian berdua lebih cocok dan aku sangat mendukung hubungan kalian berdua,Hanna dari pada kamu larut dalam kejahatan lebih baik kamu pacaran dengan Putra,lihat tubuhnya besar dan berisi tentu saja dia bisa memuaskan nafsu mu yang besar."
Hanna sangat malu mendengar kata-kata Andre,dia tidak menyangka Andre membuka aib nya di depan Security yang sangat dia benci.Setelah Andre menghilang dari pandangan mereka berdua,Putra kembali menoleh ke arah Hanna.
"Baru tau aku kalau tuan Andre tau kalau kamu memiliki nafsu yang besar,gimana apa kamu mau nanti malam aku mendatangi mu ke kamarmu tenang saja aku akan menikahi mu." Ucap putra menggoda Hanna membuat Hanna semakin kesal.
Hanna melempar lap yang ada di tangannya ke wajah Putra pria itu tertawa keras sambil mengelak,semakin Hanna emosi dengannya semakin besar perasaanya.
"Pergi kamu jangan muncul lagi di hadapan ku,pria miskin seperti mu tidak pantas bersanding denganku,apa kamu bilang tidur dengan mu,aku tidak sudi tidur dengan pria miskin seperti mu." Maki Hanna emosinya semakin memuncak saat melihat putra semakin berani menggodanya.
Melihat putra yang tidak mau beranjak dari hadapannya akhirhya dia memilih pergi sendiri dia mencari tempat yang lain menghindari security yang selalu menggodanya.
" Sepertinya Andre juga ada niat menyingkirkan aku,dia bukan orang sembarangan yang bisa dengan mudah di hadapi,lebih baik aku menyingkirkan dia terlebih dahulu, dia terlalu menganggap ku sepele kita lihat saja aku akan menyingkirkan orang yang berusaha menyulitkan hidupku." Ucapnya dalam hati.
Hanna sudah lelah dengan semua masalah hidupnya,penderitaan yang dia alami selama ini sudah cukup membuatnya lelah tapi baginya terlalu sulit untuk mendapat kebahagiannya kembali sejak kehadiran Tasya di rumah itu.
Setelah semua pekerjaan selesai,Hanna kembali turun ke lantai bawah, setelah itu dia baru berani makan hal itu membuatnya semakin merasa terhina di rumah itu.
__ADS_1
Handoko membawa mobilnya ke sebuah rumah sakit,setelah sampai ke parkiran dia lama sekali duduk di dalam mobil hatinya sedikit gelisah dia takut jika jawaban yang akan diberikan sang dokter membuatnya terluka dan kecewa.
*** bersambung ***